Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 12 Februari 2024, 16:00 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkomitmen teguh menerapkan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH).

Konsep ini diterapkan tidak hanya pada seluruh gedung di kawasan kantor pusat Kementerian PUPR, tetapi juga kantor-kantor balai, kantor kementerian/lembaga lain, dan kantor pemerintah daerah, seperti disampaikan Kepala Bagian Sarana Fisik Biro Umum Kementerian PUPR Eki Arsita. 

Ia memberikan contoh, salah satunya Gedung Utama Kementerian PUPR. Menurutnya, bangunan ini dibangun dengan konsep green building yang memiliki estimasi penghematan listrik sekitar 40 persen dan penghematan konsumsi air hingga 35 persen.

“Desain keseluruhan gedung memperhatikan lebih banyak penerangan alami dari sinar matahari pada siang hari, serta menerapkan sistem daur ulang penggunaan air untuk menghemat konsumsi air melalui sistem rain water harvesting, recycling, dan reuse,” tutur Eki, dikutip dari laman resmi, Senin (12/2/2024). 

Baca juga: Dukung Keberlanjutan Lingkungan, Kementerian PUPR Dorong Daur Ulang Air, Sampah, dan Energi di Rest Area Jalan Tol

Lebih lanjut, Eki menambahkan, adanya optimalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada BGH juga akan berfungsi sebagai pocket serial garden dan social space.

“Hal ini dikarenakan Bangunan Gedung Hijau tidak optimal kinerjanya jika tidak didukung ruang terbuka hijau serta komunitas hijau yang akan mewujudkan ekosistem Kampus Hijau PUPR sebagai perkantoran humanis nan ramah lingkungan,” imbuhnya.

Penghargaan perkantoran hijau

Kepala Bagian Humas dan HAL Kementerian PUPR Maretha Ayu Kusumastuti menambahkan, kawasan perkantoran Kementerian PUPR telah menerima beberapa penghargaan dalam bidang Manajemen Perkantoran Hijau. 

”Terakhir, pada akhir tahun lalu, menjadi Runner Up pada ASEAN Energy Awards 2023 Kategori Green Building Awards Sub-kategori Large Building. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),” terang dia. 

Sebelumnya, tambah Maretha, Gedung Kementerian PUPR telah mendapatkan sertifikasi greenship platinum, bersama-sama dengan German Centre di BSD City dan Kampus ITSB di Bekasi. 

Greenship merupakan perangkat tolak ukur bangunan hijau di Indonesia yang disusun oleh Green Building Council Indonesia (GBCI),” jelasnya.

Studi banding dengan universitas

Komitmen dan penghargaan tersebut membuat Kementerian PUPR menerima kunjungan 12 orang civitas akademika Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (FT UGM), dalam rangka studi banding Manajemen Operasional Bangunan Hijau Kementerian PUPR.

Rombongan civitas akademika FT UGM tersebut terdiri dari Dekan, Dosen, dan tenaga pendidik, yang diterima di Ruang Rapat Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (6/1/2024). 

Sementara itu, para civitas akademika berkesempatan mempromosikan Program Master by Research FT UGM, khususnya program Magister Teknik Fisika (MTF) Bidang Bangunan Hijau dan Bangunan Cerdas kepada perwakilan Kementerian PUPR yang hadir.

Baca juga:

Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan SDM Universitas Gadjah Mada (UGM) Muslikhin Hidayat menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kementerian PUPR yang telah menerimanya untuk melakukan objek studi banding di kantor kementerian. 

Muslikhin menjelaskan, Kementerian PUPR sudah memberikan sampel studi banding yang sesuai, karena menerapkan konsep kampus hijau. 

"Yang memperhatikan green site dan green building, ground water tank, pengelolaan sampah kawasan, fasilitas green lain pada kawasan, ramah disabilitas, penataan kawasan lanjutan, program kampus hijau terkait dengan SDGs, achievement dan legacy," pungkasnya. 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Tak Semua Harus Diganti, Ini Cara Service Hub Batam Milik Schneider Optimalkan Aset
Tak Semua Harus Diganti, Ini Cara Service Hub Batam Milik Schneider Optimalkan Aset
Swasta
Milenial Jadi Pengguna AI Paling Efektif 2025, Mengapa?
Milenial Jadi Pengguna AI Paling Efektif 2025, Mengapa?
Swasta
Paparan CO2 Meningkat, Studi Ungkap Dampaknya pada Darah Anak dan Remaja
Paparan CO2 Meningkat, Studi Ungkap Dampaknya pada Darah Anak dan Remaja
LSM/Figur
Tumpahan Minyak Kapal Cemari Pantai di Phuket Thailand, Pariwisata Terancam
Tumpahan Minyak Kapal Cemari Pantai di Phuket Thailand, Pariwisata Terancam
LSM/Figur
Craftsmanship dan Sustainability, Strategi Filoposy Bertahan di Industri Fesyen
Craftsmanship dan Sustainability, Strategi Filoposy Bertahan di Industri Fesyen
Swasta
Krisis Iklim dan Kapal Besar Ancam Laut Karimunjawa, Bagaimana Nasib Nelayan?
Krisis Iklim dan Kapal Besar Ancam Laut Karimunjawa, Bagaimana Nasib Nelayan?
LSM/Figur
Risiko di Balik Label Microwave-Safe, Ratusan Ribu Mikroplastik Bisa Masuk ke Makanan
Risiko di Balik Label Microwave-Safe, Ratusan Ribu Mikroplastik Bisa Masuk ke Makanan
LSM/Figur
Ruang Jelajah Gajah dan Harimau di TN Bukit Tigapuluh Jambi Makin Sempit
Ruang Jelajah Gajah dan Harimau di TN Bukit Tigapuluh Jambi Makin Sempit
Pemerintah
Pemerintah Targetkan Aturan Turunan Nilai Ekonomi Karbon Terbit Maret 2026
Pemerintah Targetkan Aturan Turunan Nilai Ekonomi Karbon Terbit Maret 2026
Pemerintah
ICCTF-Bappenas Buka Lowongan Konsultan Keuangan Proyek Karbon Biru
ICCTF-Bappenas Buka Lowongan Konsultan Keuangan Proyek Karbon Biru
Pemerintah
Tren Career Co-Piloting, Orangtua Gen Z Ikut Tulis CV hingga Nego Gaji
Tren Career Co-Piloting, Orangtua Gen Z Ikut Tulis CV hingga Nego Gaji
LSM/Figur
BRIN Ciptakan Antioksidan Glutation dari Limbah, Baik untuk Otak dan Jantung
BRIN Ciptakan Antioksidan Glutation dari Limbah, Baik untuk Otak dan Jantung
Pemerintah
Dampak Lingkungan Perang Rusia-Ukraina, Total Emisi Capai 311 Juta Ton
Dampak Lingkungan Perang Rusia-Ukraina, Total Emisi Capai 311 Juta Ton
LSM/Figur
Kontaminasi Bahan Kimia dari Plastik Bikin Perilaku Hewan Laut Berubah
Kontaminasi Bahan Kimia dari Plastik Bikin Perilaku Hewan Laut Berubah
LSM/Figur
Video Viral Ratusan Kayu Gelondongan di Sungai Kapuas, Kemenhut Jelaskan Asalnya
Video Viral Ratusan Kayu Gelondongan di Sungai Kapuas, Kemenhut Jelaskan Asalnya
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau