Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SMI Gandeng Eksportir Kanada Akselerasi Transisi Energi

Kompas.com, 23 Februari 2024, 11:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI dan Export Development Canada (EDC) sepakat bekerja sama mendukung kebutuhan Indonesia yang terus meningkat akan pembangunan infrastruktur dan transisi energi ke Net Zero Emission (NZE).

Kedua pihak akan memfasilitasi dan memperdalam pemahaman Kanada mengenai pengembangan proyek infrastruktur, serta menghubungkan pakar teknologi dan investor dengan proyek dan pengembang proyek di Indonesia.

Kesepakatan ini juga bertujuan untuk berbagi pengetahuan bersama antara eksportir Kanada dan pemangku kepentingan utama Indonesia, serta pendanaan bersama untuk proyek-proyek yang melibatkan partisipasi Kanada.

Baca juga: SMI dan Tony Blair Institute Bentuk Kerangka Kerja Sosio-ekonomi Demi Transisi Energi Berkeadilan

Direktur Utama SMI Edwin Syahruzad mengatakan, SMI telah menambah jumlah mitra strategis, untuk memanfaatkan rangkaian kemitraan yang inovatif.

"Komitmen kami terhadap keberlanjutan tidak hanya mencakup pendanaan, juga secara aktif terlibat dengan para pemangku kepentingan untuk mendorong pertukaran pengetahuan, dan mengadvokasi reformasi kebijakan yang mendukung proses transisi energi," tutur Edwin, Kamis (22/2/2024).

Melalui kolaborasi ini, EDC menghadirkan keahlian pembiayaan dan penataan, serta hubungan erat dengan penyedia teknologi, eksportir, dan investor Kanada.

Sementara SMI memainkan peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia, dan transisi menuju NZE tahun 2060 atau lebih cepat lagi.

Selain itu, SMI juga menjadi Platform Manager untuk Energy Transition Mechanism (ETM) dan mengelola SDG Indonesia One, program-program utama yang mendasari strategi transisi energi Indonesia.

Indonesia dianggap memiliki rencana infrastruktur ambisius yang dibangun berdasarkan keberlanjutan, dan dengan pemasok dan investor teknologi kelas dunia Kanada, kami dapat membantu.

Baca juga: Hidrogen Diharapkan Jadi Kontributor Transisi Energi RI

Wakil Presiden Senior, Grup Korporat dan Internasional Sven List mengatakan, SMI merupakan pusat dari pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia dan bersama-sama dapat meningkatkan kemampuan eksportir dan investor Kanada untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur dan transisi energi mereka.

"Dengan gabungan pengetahuan, perangkat keuangan, dan komitmen mendalam SMI terhadap pembangunan berkelanjutan, kami dapat merespons kebutuhan Indonesia dengan dampak yang berarti," imbuh Sven List.

Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2040.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan bertambahnya kelas menengah, negara ini melakukan investasi besar-besaran pada infrastruktur untuk mendukung kebutuhan penduduknya yang terus bertambah.

Sebelum Covid-19, Indonesia diperkirakan memerlukan lebih dari 507 miliar dollar AS investasi dan aktivitas infrastruktur untuk mencapai tujuan pembangunannya. Dan kebutuhan tersebut terus bertambah.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Tak Semua Harus Diganti, Ini Cara Service Hub Batam Milik Schneider Optimalkan Aset
Tak Semua Harus Diganti, Ini Cara Service Hub Batam Milik Schneider Optimalkan Aset
Swasta
Milenial Jadi Pengguna AI Paling Efektif 2025, Mengapa?
Milenial Jadi Pengguna AI Paling Efektif 2025, Mengapa?
Swasta
Paparan CO2 Meningkat, Studi Ungkap Dampaknya pada Darah Anak dan Remaja
Paparan CO2 Meningkat, Studi Ungkap Dampaknya pada Darah Anak dan Remaja
LSM/Figur
Tumpahan Minyak Kapal Cemari Pantai di Phuket Thailand, Pariwisata Terancam
Tumpahan Minyak Kapal Cemari Pantai di Phuket Thailand, Pariwisata Terancam
LSM/Figur
Craftsmanship dan Sustainability, Strategi Filoposy Bertahan di Industri Fesyen
Craftsmanship dan Sustainability, Strategi Filoposy Bertahan di Industri Fesyen
Swasta
Krisis Iklim dan Kapal Besar Ancam Laut Karimunjawa, Bagaimana Nasib Nelayan?
Krisis Iklim dan Kapal Besar Ancam Laut Karimunjawa, Bagaimana Nasib Nelayan?
LSM/Figur
Risiko di Balik Label Microwave-Safe, Ratusan Ribu Mikroplastik Bisa Masuk ke Makanan
Risiko di Balik Label Microwave-Safe, Ratusan Ribu Mikroplastik Bisa Masuk ke Makanan
LSM/Figur
Ruang Jelajah Gajah dan Harimau di TN Bukit Tigapuluh Jambi Makin Sempit
Ruang Jelajah Gajah dan Harimau di TN Bukit Tigapuluh Jambi Makin Sempit
Pemerintah
Pemerintah Targetkan Aturan Turunan Nilai Ekonomi Karbon Terbit Maret 2026
Pemerintah Targetkan Aturan Turunan Nilai Ekonomi Karbon Terbit Maret 2026
Pemerintah
ICCTF-Bappenas Buka Lowongan Konsultan Keuangan Proyek Karbon Biru
ICCTF-Bappenas Buka Lowongan Konsultan Keuangan Proyek Karbon Biru
Pemerintah
Tren Career Co-Piloting, Orangtua Gen Z Ikut Tulis CV hingga Nego Gaji
Tren Career Co-Piloting, Orangtua Gen Z Ikut Tulis CV hingga Nego Gaji
LSM/Figur
BRIN Ciptakan Antioksidan Glutation dari Limbah, Baik untuk Otak dan Jantung
BRIN Ciptakan Antioksidan Glutation dari Limbah, Baik untuk Otak dan Jantung
Pemerintah
Dampak Lingkungan Perang Rusia-Ukraina, Total Emisi Capai 311 Juta Ton
Dampak Lingkungan Perang Rusia-Ukraina, Total Emisi Capai 311 Juta Ton
LSM/Figur
Kontaminasi Bahan Kimia dari Plastik Bikin Perilaku Hewan Laut Berubah
Kontaminasi Bahan Kimia dari Plastik Bikin Perilaku Hewan Laut Berubah
LSM/Figur
Video Viral Ratusan Kayu Gelondongan di Sungai Kapuas, Kemenhut Jelaskan Asalnya
Video Viral Ratusan Kayu Gelondongan di Sungai Kapuas, Kemenhut Jelaskan Asalnya
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau