Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung Perempuan dapat Akses Pembiayaan, HSBC Salurkan Social Trade Loan 100 Juta dollar AS ke PNM

Kompas.com, 6 Maret 2024, 17:43 WIB
Y A Sasongko,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) menyalurkan social trade loan dengan total 100 juta dollar Amerika Serikat (AS) guna memberdayakan perempuan serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM di Tanah Air.

Adapun social trade loan atau pinjaman sosial HSBC merupakan yang terbesar secara global. Pinjaman sosial ini disalurkan kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Untuk diketahui, pinjaman sosial tersebut merupakan bagian dari aspirasi HSBC Indonesia untuk memperluas akses terhadap pembiayaan dan pengembangan inklusif bagi pelaku usaha mikro kecil.

Upaya tersebut sekaligus komitmen HSBC Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Managing Director Wholesale Banking HSBC Indonesia Riko Tasmaya mengatakan, pihaknya bangga dapat memberikan social trade loan tersebut untuk membantu pelaku UMKM perempuan di Tanah Air.

Baca juga: Blended Finance Jadi Salah Satu Alternatif Pembiayaan untuk Percepat Dekarbonisasi

"Membangun inklusi dan ketahanan berarti kami berupaya mengatasi kesenjangan yang menurut kami dapat membuat perbedaan. Social trade loan lewat PNM memperluas akses jutaan perempuan pelaku UMKM di seluruh Indonesia terhadap pembiayaan," ujar Riko kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Riko melanjutkan, social trade loan tersebut sekaligus kontribusi pihaknya terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan serta memberdayakan perempuan di Indonesia.

Pinjaman sosial, imbuh Riko, merupakan pinjaman yang digunakan untuk mendanai kegiatan dan proyek guna mengatasi masalah sosial ataupun mencapai dampak sosial (social impact) yang lebih signifikan.

"Proyek yang memenuhi syarat dapat mencakup (tapi tidak terbatas pada) pinjaman kepada UMKM, dukungan untuk produk atau layanan kesehatan pemerintah dan swasta, pengembangan fasilitas infrastruktur pendidikan pemerintah/swasta, serta dukungan untuk perumahan yang terjangkau," terang Riko.

Adapun kalangan perempuan prasejahtera merupakan segmen yang menjadi fokus HSBC Indonesia untuk mengakselerasi dampak sosial (social impact) di Tanah Air.

Baca juga: Dukung Bisnis Berkelanjutan, HSBC Indonesia Genjot Pembiayaan Hijau

Lewat pinjaman tersebut, pelaku UMKM perempuan dapat mengjangkau akses permodalan untuk meningkatkat kesejahteraan keluarga.

“Kami memberikan dukungan kepada pengusaha mikro wanita yang prasejahtera karena dapat memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi Indonesia. Hal ini penting sebagai salah satu upaya kami untuk mewujudkan inklusi keuangan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, HSBC Indonesia juga telah memberikan pinjaman sosial kepada PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura (MBK).

Untuk diketahui, MBK merupakan lembaga keuangan swasta non-bank di Tanah Air yang menerapkan model bisnis Grameen Bank. Adapun MBK sendiri telah melayani lebih dari 1,52 juta perempuan pengusaha mikro di Indonesia.

Bagi HSBC Indonesia, lanjut Riko, inklusi merupakan kunci penting untuk membuka dunia yang penuh peluang.

Baca juga: HSBC Indonesia Gelontorkan Kredit Hijau Rp 307 Miliar ke Indo-Rama

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perubahan Iklim Berpotensi Pangkas Separuh Lahan Peternakan Dunia pada 2100
Perubahan Iklim Berpotensi Pangkas Separuh Lahan Peternakan Dunia pada 2100
LSM/Figur
Tarif Nol Persen AS Ubah Peta Perdagangan Sawit Indonesia
Tarif Nol Persen AS Ubah Peta Perdagangan Sawit Indonesia
LSM/Figur
Jepang Hidupkan Kembali Reaktor PLTN Kashiwazaki-Kariwa
Jepang Hidupkan Kembali Reaktor PLTN Kashiwazaki-Kariwa
Pemerintah
Jumlah Perusahaan AS yang Publikasi Kebijakan DEI Turun Tajam
Jumlah Perusahaan AS yang Publikasi Kebijakan DEI Turun Tajam
Swasta
Duta UNICEF Soroti Pernikahan Dini hingga Kekerasan Anak di Indonesia
Duta UNICEF Soroti Pernikahan Dini hingga Kekerasan Anak di Indonesia
LSM/Figur
Cinta Laura Ditunjuk Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia
Cinta Laura Ditunjuk Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia
LSM/Figur
Investasi ESG di ASEAN Meroket, Imbangi Tren di Pasar Global yang Melemah
Investasi ESG di ASEAN Meroket, Imbangi Tren di Pasar Global yang Melemah
Pemerintah
Bulan K3 Nasional, BLKP Group Dorong Budaya Keselamatan Kerja untuk Industri Berkelanjutan
Bulan K3 Nasional, BLKP Group Dorong Budaya Keselamatan Kerja untuk Industri Berkelanjutan
Swasta
Mana yang Lebih Ramah Lingkungan: Perusahaan Keluarga ataukah Publik?
Mana yang Lebih Ramah Lingkungan: Perusahaan Keluarga ataukah Publik?
Swasta
Inggris Gelontorkan Rp 275 Miliar untuk Tata Kelola Hutan Indonesia
Inggris Gelontorkan Rp 275 Miliar untuk Tata Kelola Hutan Indonesia
Pemerintah
Mitigasi Bencana, Pertamina Patra Niaga Tanam 1.300 Pohon Saninten
Mitigasi Bencana, Pertamina Patra Niaga Tanam 1.300 Pohon Saninten
BUMN
Guru di Jombang Ajak Siswa Bijak Konsumsi Gula Lewat Program Sugar Smart Squad
Guru di Jombang Ajak Siswa Bijak Konsumsi Gula Lewat Program Sugar Smart Squad
LSM/Figur
Pulau Bengkalis Jadi Lokasi Belajar Konservasi Mangrove Nasional dan Global
Pulau Bengkalis Jadi Lokasi Belajar Konservasi Mangrove Nasional dan Global
Pemerintah
TPST Bantargebang Tak Bisa Diperluas Lagi, Sampah Jakarta Dibawa ke Mana?
TPST Bantargebang Tak Bisa Diperluas Lagi, Sampah Jakarta Dibawa ke Mana?
Pemerintah
Kepedulian Lingkungan Turun saat Seseorang Berlibur, Mengapa?
Kepedulian Lingkungan Turun saat Seseorang Berlibur, Mengapa?
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau