Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Barito Renewables Rampungkan Penambahan Kapasitas PLTP di Jawa Barat

Kompas.com, 4 Maret 2026, 12:02 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Barito Renewables Tbk baru saja merampungkan penambahan kapasitas pada pembangkit listrik Wayang Windu Unit 1 dan Unit 2 yang dioperasikan oleh anak usaha Star Energy Geothermal.

Penambahan ini melengkapi serangkaian peningkatan kapasitas yang dilakukan sejalan dengan rencana pertumbuhan yang telah ditetapkan.

Seperti diketahui, pada saat Initial Public Offering BREN di Oktober 2023, kapasitas terpasang panas bumi adalah sebesar 886 MW. Setelah itu BREN melakukan serangkaian peningkatan kapasitas melalui retrofitting maupun unit Salak binary dengan tambahan total kapasitas sebesar 40 MW sehingga mencapai keseluruhan saat ini 926 MW.

Baca juga: Selandia Baru Ungkap Besarnya Potensi Panas Bumi di Sulawesi Utara

Sepanjang 2025, BREN telah memproduksi listrik sebesar 6.885 GWh dari panas bumi.

Proyek panas bumi lainnya yang sedang berjalan yaitu pembangunan unit baru untuk Salak unit 7 sebesar 40 MW, Wayang Windu unit 3 sebesar 30 MW, serta penambahan kapasitas Darajat unit 3 sebesar 7 MW, yang seluruhnya ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Dengan selesainya proyek-proyek ini, BREN akan mengoperasikan 1 GW kapasitas panas bumi serta 79 MW kapasitas tenaga bayu pada akhir 2026.

Hendra Soetjipto Tan, Presiden Direktur Barito Renewables, menyatakan selesainya penambahan kapasitas tersebut memungkinkan perseroan merealisasikan target 1 GW kapasitas terpasang panas bumi.

"Hal ini menjadi tahapan penting bagi kami dalam mengantarkan energi baru terbarukan untuk Indonesia. Pencapaian ini merupakan bukti dari dedikasi dan komitmen kami dalam menjaga keunggulan operasional sebagai salah satu perusahaan EBT terbesar di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).

Selesai di awal 2026

Proyek retrofit Wayang Windu mencakup peningkatan komprehensif pada kedua unit pembangkit.

Proyek ini dilaksanakan dengan capaian zero Fatalities, zero Lost Time Injuries (LTI), dan zero Total Recordable Injuries (TRI), serta mencatat total 713.464 jam kerja aman selama pelaksanaan proyek.

Baca juga: Produksi Listrik Panas Bumi KS Orka Renewables Lampaui 1 Juta MWh

“Ekspansi berkelanjutan kami mencerminkan keyakinan bahwa energi panas bumi dan angin merupakan pilar fundamental masa depan energi bersih Indonesia. Tonggak ini mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta berkontribusi nyata terhadap perjalanan Indonesia menuju net-zero emissions, dengan menyediakan pasokan listrik baseload yang andal sekaligus menurunkan intensitas karbon di sektor ketenagalistrikan,” tambah Hendra.

Commercial Operation Date (COD) kedua unit ini juga tercapai lebih cepat dari jadwal, dengan rata-rata sekitar 20 hari lebih awal dari tanggal target masing-masing unit, mencerminkan koordinasi yang kuat dan pelaksanaan proyek yang disiplin.

Melalui proyek-proyek ini, Barito Renewables semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan target bauran energi terbarukan nasional sebesar 23% pada tahun 2025 serta mempercepat pengembangan energi berkelanjutan berbasis panas bumi dan angin.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau