Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berdayakan Perempuan dalam Pariwisata, Tokoh Dunia Hadir di Bali

Kompas.com, 14 April 2024, 09:38 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bali menjadi tuan rumah Konferensi Pariwisata PBB ke-2 tentang Pemberdayaan Perempuan dalam Pariwisata di Asia Pasifik (2nd UN Tourism Conference on Women Empowerment in Tourism in Asia and the Pacific), yang akan berlangsung di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, pada 2-4 Mei 2024. 

Konferensi yang diselenggarakan atas kerja sama Badan PBB Organisasi Pariwisata Dunia (United Nation World Tourism Organization atau UNWTO) dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) itu akan dihadiri sekitar 200 peserta.

2nd UN Tourism Conference on Women Empowerment in Tourism in Asia and the Pacific nantinya akan menyoroti berbagai peran penting perempuan dalam sektor pariwisata.

Baca juga: Keterwakilan Perempuan Level DPR RI di Bawah Rata-rata Dunia

"Konferensi ini bertujuan mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam industri pariwisata," ujar Sekretaris Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani, dalam pernyataan tertulis, dikutip Minggu (14/4/2024). 

Hal itu ia sampaikan dalam rapat koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan di kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, pada Rabu (27/4/2024) lalu. 

“Acara ini juga sangat efektif untuk promosi pariwisata Bali dan turut mengangkat Politeknik Pariwisata Bali selaku panitia utama dari penyelenggaraan Konferensi Pariwisata UNWTO,” imbuhnya. 

Giri menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tujuan yang lebih luas dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. 

Serta, merupakan implementasi salah satu komponen dari tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDG), yakni kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga:

Dihadiri tokoh dunia 

Peserta konferensi tersebut berasal dari berbagai kalangan, termasuk pejabat UNWTO, menteri pariwisata perempuan, tokoh-tokoh perempuan industri pariwisata kawasan Asia Pasifik, serta akademisi dan pemangku kepentingan lainnya dari wilayah Asia Pasifik.

Konferensi ini juga akan menghadirkan beberapa tokoh perempuan inspiratif sebagai pembicara, antara lain Perdana Menteri Samoa, Menteri Pariwisata Filipina, Menteri Pariwisata Laos, Menteri Pariwisata Thailand, Menteri Pariwisata Sierra Leone, dan Wakil Menteri Pariwisata Maladewa.

Giri menambahkan, sebagai salah satu bentuk aksi nyata mendukung tujuan tersebut, akan ada penanaman pohon untuk mengimbangi jejak karbon dan tur bagi para peserta konferensi.

“Setelah penutupan konferensi, akan diselenggarakan green action berupa carbon footprint offsetting dan juga technical tour karena ini event-nya pariwisata,” terang Giri.

Baca juga: Ketimpangan Pembangunan Terus Terjadi, Perempuan Masih Tertinggal

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, menyatakan kesiapannya mendukung penyelenggaraan konferensi UN Tourism tersebut.

“Terima kasih karena Bali kembali dipercaya untuk menjadi tuan rumah acara internasional. Hal ini berarti bahwa Bali dianggap sudah aman untuk penyelenggaraan acara MICE. Untuk kesuksesan acara ini, tentunya diperlukan dukungan dari berbagai pihak,” kata Tjok Bagus Pemayun.

Melalui rapat koordinasi tersebut, kata dia, telah diidentifikasi beberapa hal yang perlu disiapkan.

Di antaranya terkait visa bagi delegasi, penggunaan lounge untuk VVIP dan VIP, kebutuhan jumlah dan jenis pohon yang akan ditanam, perencanaan media dan titik publikasi, suvenir untuk pembicara dan peserta, serta performance yang akan ditampilkan.

 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Bumi Catat Rekor Panas Ekstrem Tahun 2025, PBB Ingatkan Dampaknya
Bumi Catat Rekor Panas Ekstrem Tahun 2025, PBB Ingatkan Dampaknya
Pemerintah
Ada Kapal Pesiar Bertenaga Hidrogen Pertama di Dunia, Seperti Apa?
Ada Kapal Pesiar Bertenaga Hidrogen Pertama di Dunia, Seperti Apa?
LSM/Figur
Perusahaan Fesyen Ini Tetapkan Target Berbasis Sains untuk Kurangi Dampak Lingkungan pada Lahan
Perusahaan Fesyen Ini Tetapkan Target Berbasis Sains untuk Kurangi Dampak Lingkungan pada Lahan
Swasta
Industri Pakaian Disebut Terlalu Lamban Kurangi Emisi Karbon
Industri Pakaian Disebut Terlalu Lamban Kurangi Emisi Karbon
LSM/Figur
Hiu di Bahama Positif Mengandung Kokain dan Kafein, Diduga akibat Ulah Manusia
Hiu di Bahama Positif Mengandung Kokain dan Kafein, Diduga akibat Ulah Manusia
LSM/Figur
Teknologi Lapangan Tenis Ramah Lingkungan, Bisa Jadi Penyerap Karbon
Teknologi Lapangan Tenis Ramah Lingkungan, Bisa Jadi Penyerap Karbon
LSM/Figur
Habiskan Waktu di Alam Bantu Jaga Kesehatan Mental Karyawan
Habiskan Waktu di Alam Bantu Jaga Kesehatan Mental Karyawan
LSM/Figur
Kurang Gerak akibat Panas Ekstrem Picu Lonjakan Kematian Dini
Kurang Gerak akibat Panas Ekstrem Picu Lonjakan Kematian Dini
LSM/Figur
Pemerintah Perlu Perkuat Diplomasi Global untuk Hadapi EUDR
Pemerintah Perlu Perkuat Diplomasi Global untuk Hadapi EUDR
Pemerintah
Bahaya Makanan Ultra-Proses UPF, Bisa Pengaruhi Ukuran Embrio
Bahaya Makanan Ultra-Proses UPF, Bisa Pengaruhi Ukuran Embrio
LSM/Figur
Akademisi IPB: Limbah Sawit Potensial jadi Produk Bernilai Tambah
Akademisi IPB: Limbah Sawit Potensial jadi Produk Bernilai Tambah
Pemerintah
Pertamina Perkenalkan Program Hutan Lestari di Sejumlah Daerah
Pertamina Perkenalkan Program Hutan Lestari di Sejumlah Daerah
BUMN
Merawat Sumber Air Kawasi di Pulau Obi demi Keberlanjutan Generasi Mendatang
Merawat Sumber Air Kawasi di Pulau Obi demi Keberlanjutan Generasi Mendatang
Swasta
Rasa Takut Jadi Pendorong Masyarakat Dukung Kebijakan Iklim
Rasa Takut Jadi Pendorong Masyarakat Dukung Kebijakan Iklim
LSM/Figur
WFH ASN 1 Hari Seminggu untuk Efisiensi BBM, Ahli Sebut Bisa Hambat Pelayanan Publik
WFH ASN 1 Hari Seminggu untuk Efisiensi BBM, Ahli Sebut Bisa Hambat Pelayanan Publik
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau