Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/06/2024, 07:00 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mempromosikan lima kota pintar dan kreatif Indonesia yang telah diakui dunia, saat menghadiri acara di Singapura

Dalam acara World Cities Summit (WCT) 2024 di Singapura, Selasa (4/6/2024), Sandiaga mengatakan, sebuah kota pintar (smart city) harus juga mengedepankan kreativitas. Kota cerdas juga harus tumbuh sebagai kota kreatif.

"Kota-kota yang ke depannya menghadapi tantangan beragam harus mampu menampilkan kreativitas dari masyarakatnya beserta seluruh pemangku kepentingan," kata Menparekraf saat menjadi pembicara kunci di salah satu diskusi pleno World Cities Summit (WCT) 2024, Selasa. 

Baca juga: Tanam Mangrove Secara Masif Jadi Upaya Lindungi Pesisir

Saat ini terdapat lima kota di Indonesia yang telah diakui sebagai kota kreatif oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO). 

Pertama, ada Bandung sebagai Kota Desain Dunia atau City of Design. Lalu Jakarta sebagai Kota Sastra yang masuk dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network).

Selain Jakarta, Pekalongan juga masuk UNESCO Creative Cities Network dalam kategori kerajinan dan kesenian rakyat. Kemudian, Ambon yang dikenal sebagai Kota Musik Dunia dan Solo sebagai Kota Seni Pertunjukan dan Budaya.

Pariwisata dan kota pintar

Menurutnya, pariwisata memiliki keterkaitan yang erat dalam pengembangan konsep kota pintar (smart city), yang bisa menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan untuk berkunjung, dan begitu pula sebaliknya.

"Konsep kota cerdas telah membuka peluang bagi tourism untuk berkembang menjadi smart tourism," ujar Menparekraf Sandiaga. 

Di Indonesia, smart city dan smart tourism berjalan beriringan dan saling berkaitan. Di mana dalam pengembangan pariwisata selalu mengedepankan penerapan teknologi. Seperti hotel, restoran, tur operator, desa wisata, juga komunitas lokal.

Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman melek digital dan layanan yang modern bagi wisatawan, namun di sisi lain tetap memberikan pengalaman berwisata yang otentik.

"Dalam pengembangan kota ke depan, dalam konsep smart cities harus dapat membangun spot-spot pariwisata. Bagaimana kota dapat menghadirkan kesejahteraan bagi populasinya berbekal kekuatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” imbuhnya. 

Sebagai informasi, World Cities Summit merupakan ajang pertemuan tiap dua tahunan bagi para pemimpin pemerintah dan pakar industri, untuk mengatasi tantangan menjadi kota layak huni, berkelanjutan, dan berketahanan.

Dalam World Cities Summit, Sandiaga juga menyampaikan bahwa smart tourism adalah hal yang sangat penting dalam pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan dan kompetitif di era digital.

"Diperlukan penguatan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan dalam proses pembangunan smart tourism juga smart city," pungkasnya. 

 

 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com