Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Microsoft Beli 234.000 Kredit Karbon untuk Restorasi Hutan dari Perusahaan Meksiko

Kompas.com, 12 September 2024, 19:52 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perusahaan teknologi raksasa, Microsoft, mengumumkan pembelian 234.000 kredit karbon restorasi hutan hujan dari Toroto, perusahaan asal Meksiko yang berfokus pada pengembangan proyek restorasi ekosistem dan pengurangan dampak perubahan iklim.

Kredit karbon berbasis alam ini dihasilkan dari proyek yang menghilangkan karbon dioksida di Campeche, kawasan Calakmul, Meksiko tenggara.

Pembelian ini membuat Microsoft bisa mengimbangi produksi karbonnya, mengurangi dampak lingkungan, membantu pemulihan ekosistem lokal, sambil membantu pemilik tanah menjaga sumber daya alam mereka.

Baca juga: Peran Pemerintah Daerah dalam Implementasi Pajak Karbon

Kesepakatan ini juga memberikan pendapatan bagi pemilik tanah di Ejido, tanah milik komunitas Conhuás, yang menjadi salah satu tujuan utama Toroto. Kerjasama ini akan mendorong restorasi ekosistem hingga seluas 47.000 hektar hutan hujan tropis.

“Proyek Conhuás adalah contoh potensial dari restorasi ekosistem yang dipimpin oleh komunitas untuk memberikan dampak positif bagi iklim,” ujar Senior Director of Energy and Carbon Removal di Microsoft, Brian Marrs, dikutip dari ESG Today, Kamis (12/9/2024). 

Sebagai informasi, hutan hujan ini merupakan rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna, termasuk hewan langka seperti tapir Baird dan jaguar.

Sementara, Ejido Conhuás juga berbatasan dengan Cagar Biosfer Calakmul, kawasan lindung yang berdiri sejak 1989.

Area proyek ini berfungsi sebagai ruang biologis, yang menjaga konektivitas ekologi hutan hujan terbesar kedua di kawasan neotropis.

"Kami senang bekerja sama dengan Toroto untuk mendorong restorasi alam dan aksi iklim yang dipimpin komunitas," imbuhnya. 

Baca juga: Ilmuwan Kembangkan Material Baru untuk Teknologi Penangkap Karbon

Pembelian kredit karbon ini, merupakan langkah terbaru Microsoft dalam usahanya mencapai target menjadi perusahaan negatif karbon pada tahun 2030. 

Sebelumnya, pada Juni lalu, Microsoft juga membeli 8 juta kredit karbon dari Brazil’s BTG Pactual Timberland Investment Group (TIG), pembelian karbon terbesar yang pernah ada.

CEO dan Cofounder Toroto, Santiago Espinosa de los Monteros Harispuru mengatakan, komitmen Microsoft terhadap proyek Conhuás merupakan tonggak penting bagi aksi iklim di Meksiko.

Baca juga: Google dan Startup Teknologi Holocene Hapus Karbon 100.000 Ton

"Mereka menunjukkan bagaimana sektor swasta dapat berinvestasi dalam alam melalui mekanisme yang langsung mengalirkan sumber daya untuk konservasi dan restorasi hutan hujan, sementara komunitas Conhuás memperoleh kapasitas teknis dan finansial untuk menjaga regenerasi hutan ini," pungkas Santiago. 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
RI Gabung 'The Coalition to Grow Carbon Markets' untuk Perkuat pembiayaan Iklim
RI Gabung "The Coalition to Grow Carbon Markets" untuk Perkuat pembiayaan Iklim
Swasta
OpenAI Siapkan Rencana Stargate agar Pusat Data AI Tak Bebani Warga
OpenAI Siapkan Rencana Stargate agar Pusat Data AI Tak Bebani Warga
Swasta
Emisi Karbon dari Lempeng Teknonik Picu Perubahan Iklim pada Zaman Purba
Emisi Karbon dari Lempeng Teknonik Picu Perubahan Iklim pada Zaman Purba
LSM/Figur
Laos Larang Warga Bakar Lahan untuk Pertanian, Kualitas Udara Memburuk
Laos Larang Warga Bakar Lahan untuk Pertanian, Kualitas Udara Memburuk
Pemerintah
United Tractors Serahkan Ekskavator untuk Pelatihan Vokasi di Maluku Utara
United Tractors Serahkan Ekskavator untuk Pelatihan Vokasi di Maluku Utara
Swasta
Prabowo Cabut 28 Izin Perusahaan Imbas Banjir Sumatera, Ini Daftarnya
Prabowo Cabut 28 Izin Perusahaan Imbas Banjir Sumatera, Ini Daftarnya
Pemerintah
Elang Jawa Terancam Punah, Pakar Ungkap Risiko Rusaknya Ekosistem
Elang Jawa Terancam Punah, Pakar Ungkap Risiko Rusaknya Ekosistem
LSM/Figur
Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Terkait Pemanfaatan Hutan
Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Terkait Pemanfaatan Hutan
Pemerintah
Australia Tunda Penutupan Pembangkit Listrik Batu Bara Terbesar hingga 2029
Australia Tunda Penutupan Pembangkit Listrik Batu Bara Terbesar hingga 2029
Pemerintah
Kisah Zaiwan, Kepala Desa yang Lindungi Hutan hingga Berhasil Ekspor Madu
Kisah Zaiwan, Kepala Desa yang Lindungi Hutan hingga Berhasil Ekspor Madu
BUMN
Bakal Selundupkan Satwa Langka ke Thailand, Pemuda di Sumut Terancam 15 Tahun Penjara
Bakal Selundupkan Satwa Langka ke Thailand, Pemuda di Sumut Terancam 15 Tahun Penjara
Pemerintah
Musim Kawin Penguin di Antartika Maju dari Biasanya, Dampak Krisis Iklim?
Musim Kawin Penguin di Antartika Maju dari Biasanya, Dampak Krisis Iklim?
LSM/Figur
Perusahaan Tambang Nikel Ini Rehabilitasi 743 Hektare Hutan di Konawe
Perusahaan Tambang Nikel Ini Rehabilitasi 743 Hektare Hutan di Konawe
Swasta
Daftar Lokasi Olimpiade Musim Dingin Bisa Berkurang akibat Perubahan Iklim
Daftar Lokasi Olimpiade Musim Dingin Bisa Berkurang akibat Perubahan Iklim
Pemerintah
Krisis Iklim Bisa Pangkas Pendapatan Industri Olahraga
Krisis Iklim Bisa Pangkas Pendapatan Industri Olahraga
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau