Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bagaimana AI Membantu Manajer ESG Mendorong Keberlanjutan?

Kompas.com, 15 Januari 2025, 14:09 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber greenly

KOMPAS.com - Seiring dengan berkembangnya kecerdasan buatan (AI), kini banyak orang mulai memanfaatkan kehadiran teknologi tersebut, termasuk manajer ESG.

Manajer ESG adalah profesional yang bertanggung jawab untuk memantau dan mengelola faktor-faktor Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) dalam suatu bisnis atau perusahaan.

Keberadaan manajer ESG sangat penting karena mereka bekerja untuk memastikan perusahaan selaras dengan prinsip-prinsip ESG. Itu mengapa tugas-tugas mereka bisa menjadi begitu banyak dan rumit.

Nah, dalam hal inilah AI bisa berperan dalam membantu kerja pada manajer ESG.

Kecerdasan buatan menawarkan berbagai aplikasi yang dapat membantu mengurangi beban kerja yang dihadapi manajer ESG, seperti membantu mengumpulkan data, memberikan analisis, dan melakukan tugas-tugas yang lebih sederhana.

Berikut uraian bagaimana pemanfaatan AI bagi para manajer ESG, seperti dikutip dari Greenly, Rabu (15/1/2025).

Baca juga: Bagaimana Kecerdasan Buatan Memengaruhi Keberlanjutan pada 2025?

Pemanfaatan AI

Peningkatan Akurasi dan Kualitas Pengumpulan Data

Pengumpulan dan analisis berbagai data merupakan peran penting bagi setiap manajer ESG yang ingin menjadi efektif dalam meningkatkan taktik ESG dalam organisasi.

Artinya perlu data yang akurat dan terperinci demi manajemen ESG yang efektif.

AI dapat membantu manajer ESG dalam memproses data dalam jumlah besar dari berbagai sumber dan membatu mereka untuk lebih mudah menemukan perbedaan dalam data yang mungkin sulit teridentifikasi tanpa bantuan AI.

Analisis Proyeksi

Kecerdasan Buatan mampu memperkirakan tren masa depan, potensi risiko ESG, dan memberikan analisisnya sendiri. Semua dapat digunakan manajer ESG untuk menyampaikan ide-ide mereka sendiri tanpa perlu memulai dari awal.

Dalam hal ini, AI dapat dilihat sebagai sekretaris manajer ESG yakni membantu mengumpulkan semua fakta dan membantu manajer ESG membuat keputusan yang lebih tepat.

Pengawasan Data Real Time

Manajer ESG memiliki banyak tugas, yang berarti tidak ada cukup waktu bagi mereka untuk terus mengawasi data yang mereka kumpulkan. AI dapat membantu melakukannya.

Karena AI mampu mengumpulkan dan menganalisis data secara real-time, AI dapat membantu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi manajer ESG untuk membantu mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang dapat menghambat tujuan keberlanjutan perusahaan atau efisiensi dalam operasi bisnis.

Misalnya, AI dapat membantu mendeteksi kemungkinan mesin yang berkontribusi terhadap emisi karbon berlebih. Tanpa bantuan AI, itu bisa saja luput dari perhatian manajer ESG.

Baca juga: Ledakan AI Bisa Picu Lonjakan Biaya Lingkungan dan Kesehatan

Kekurangan Penggunaan AI

Kendati punya keuntungan, bukan berarti penggunaan AI lepas tanpa kekurangan. Tetap ada potensi kerugian dari penggunaan AI. Beberapa di antaranya seperti berikut:

Ketergantungan pada Data

AI pun juga berpotensi salah dalam menghitung sesuatu. Artinya meski dapat membantu menghemat waktu dalam menghitung sesuatu, tetap penting untuk meninjau kembali data sebelum mengirimkan atau membagikannya ke pihak lain.

Potensi Bias

Tidak semua subjek tersedia untuk ditinjau atau dikumpulkan oleh kecerdasan buatan. Ini mengapa manajer ESG harus tetap memastikan analisis data yang lengkap.

Kekhawatiran Privasi

Penggunaan AI untuk memantau aktivitas lingkungan atau sosial berpotensi melanggar hak privasi, terutama dalam penilaian komunitas atau karyawan.

Baca juga: Kelapa Sawit Kontroversial dan Politis, Bagaimana AI Menarasikannya?

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau