KOMPAS.com - Hong Kong siap menjadi pusat global untuk teknologi bersih dan keuangan yang berkelanjutan.
Upaya ini didukung oleh pemerintah yang mendorong inisiatif ramah lingkungan dan mengajak perusahaan rintisan (startup) teknologi hijau untuk mendirikan bisnis mereka di kota tersebut.
Menteri Keuangan Hong Kong, Paul Chan, dalam pidato anggaran terbarunya, menyampaikan bahwa kota tersebut mengalami pertumbuhan yang pesat dalam sektor teknologi hijau dan keuangan berkelanjutan.
Menurutnya, jumlah perusahaan rintisan yang bergerak di bidang teknologi hijau dan keuangan berkelanjutan meningkat sebesar 82 persen dibandingkan tahun 2023.
Baca juga: Bersiap, BRIN Tawarkan Pendanaan Rp 300 Juta Bagi Startup Berbasis Riset
Pemerintah Hong Kong pun kini telah membuka pusat inovasi teknologi hijau (GreenTech Hub) di InnoCentre, Kowloon Tong.
Pusat ini bertujuan untuk mendukung perusahaan-perusahaan rintisan yang mengembangkan solusi untuk masalah iklim.
Dikutip dari Know ESG, Kamis (3/4/2025) GreenTech Hub ini nantinya mendukung startup dengan menyediakan program inkubasi, pendanaan, bimbingan, dan peluang kolaborasi.
Hal ini membuat GreenTech menjadi platform yang menyatukan pelaku bisnis, peneliti, dan investor yang akan membantu transisi teknologi hijau dari tahap pengembangan ke aplikasi di dunia nyata.
"Jaringan pusat yang luas mendukung pelatihan dan pengembangan bakat, fasilitas untuk berinovasi, menguji, dan menerapkan teknologi baru, serta peluang untuk terhubung dengan investor dan mempercepat transformasi proyek penelitian dan pengembangan menjadi solusi siap pasar," ungkap Howard Lee, associate director GreenTech.
Inisiatif berkelanjutan ini dikelola oleh Hong Kong Science and Technology Parks Corporation (HKSTP), dan lebih dari 200 perusahaan teknologi hijau telah menjadi bagian darinya.
Baca juga: Tantangan Pendanaan Startup Hijau: Perlu Lebih Banyak Rekognisi
Beberapa perusahaan yang tergabung misalnya saja One Energy yang memproduksi sepeda motor.
Saat ini, hanya sebagian kecil dari 75.000 sepeda motor di kota tersebut yang bertenaga listrik, dan One Energy berencana untuk meluncurkan sekitar 100 stasiun penggantian baterai lagi pada akhir tahun ini.
Perusahaan lain, Azure Era Energy Saving Technology, yang mengkhususkan diri dalam teknologi pendinginan radiatif, telah mengembangkan film optik yang memantulkan radiasi matahari dan mengurangi suhu dalam ruangan hingga 15 derajat C.
Banyak gedung kaca di kota Hong Kong dapat memperoleh manfaat dari teknologi ini dengan mengurangi penggunaan energi dan meningkatkan kontrol iklim.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya