Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hitachi Energy-AWS Percepat Inovasi Jaringan Cloud dan Transisi Energi

Kompas.com, 17 April 2025, 19:09 WIB
Zintan Prihatini,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Hitachi Energy menandatangani perjanjian kolaborasi strategis (SCA) dengan Amazon Web Services (AWS), untuk mempercepat perusahaan menerapkan solusi berbasis cloud sekaligus memajukan transisi energi. 

Fokus awal perjanjian ialah menyediakan Hitachi Vegetation Manager, sistem manajemen vegetasi berbasis artificial intelligence (AI) di AWS. 

Tujuannya, mengurangi dampak pemadaman listrik atau pemadaman sistem secara signifikan yang disebabkan gangguan vegetasi terhadap infrastruktur penting.

“Fokus kami tidak hanya pada manufaktur dan pemasangan teknologi jaringan listrik yang canggih. Kami juga menyediakan beragam portofolio solusi digital inti, seperti Hitachi Vegetation Manager untuk memastikan sistem energi beroperasi secara optimal," ujar Managing Director, Grid Automation untuk Hitachi Energy, Massimo Danieli, dalam keterangannya, Kamis (17/4/2025). 

Baca juga: Earth AI, Kini Kecerdasan Buatan Bisa Bantu Eksplorasi Mineral Kritis

Menurut dia, saat ini jaringan listrik menjadi lebih kompleks dengan penambahan energi terbarukan dan meningkatnya permintaan elektrifikasi yang didorong oleh AI maupun kendaraan listrik. 

“Kolaborasi kami dengan AWS memungkinkan kami untuk memanfaatkan kekuatan komputasi cloud, dan akal imitasi, sehingga teknologi ini dapat diakses dengan mudah oleh operator di seluruh dunia," papar Danieli. 

Di sisi lain, Departemen Energi Amerika Serikat melaporkan, dampak vegetasi pada jaringan listrik merupakan penyebab paling umum pemadaman listrik di negaranya. Itu mencakup lebih dari 20 persen total insiden. 

Gangguan terkait vegetasi juga menghadirkan tantangan operasional yang substansial, maupun mahalnya biaya perawatan tinggi bagi operator jaringan listrik dan rel kereta api.

Baca juga: Google Tingkatkan kinerja AI Untuk Mendukung Keberlanjutan

Danieli menjelaskan, Hitachi Vegetation Manager adalah sistem manajemen vegetasi digital dengan sistem tertutup yang memanfaatkan kombinasi canggih antara AI, citra satelit, serta prakiraan cuaca secara real time. 

Fitur tersebut memberikan informasi prediktif yang membantu pelanggan mengidentifikasi, mengurangi gangguan, dan risiko vegetasi.

Dengan memprediksi potensi ancaman sebelum menyebabkan pemadaman, sistem dirancang mengurangi waktu henti secara drastis, meningkatkan keandalan layanan, hingga menurunkan biaya perawatan.

Baru-baru ini, Hitachi Energy dan AWS menghadirkan solusi manajemen jaringan berbasis cloud untuk Conduit Power, yang memangkas waktu penerapan dari 18 bulan menjadi enam bulan.  

Baca juga: Software Keberlanjutan Laku meski Politik Iklim Sedang Tak Berpihak

GM bagian Energi dan Utilitas AWS, Howard Gefen, menyatakan sistem cloud menawarkan peluang nyata bagi perusahaan utilitas, kereta api, dan energi untuk mengoptimalkan operasi, meningkatkan keandalan, ketahanan, meningkatkan skala ataupun memaksimalkan investasi.  

"Bekerja sama dengan Hitachi Energy, pertama pada kolaborasi untuk Conduit Power dan sekarang melalui SCA, menunjukkan kekuatan dan kemampuan cloud untuk meningkatkan skala solusi," jelas Gefen

"Dan berkembang bersama organisasi, mempercepat inovasi, dan memberikan nilai luar biasa bagi pelanggan bersama kami," imbuh dia. 

Kerja sama ini meliputi kerangka kerja bagi kedua perusahaan dalam memberikan solusi tambahan dari portofolio solusi manajemen aset dan pekerjaan Hitachi Energy di AWS Marketplace.

Baca juga: Bisnis Jajaki AI untuk Keberlanjutan, tetapi Khawatir Biaya Energi

Perjanjiannya memanfaatkan infrastruktur cloud AWS yang tangguh guna memastikan skalabilitas yang lancar, kemudahan penggunaan, dan penerapan cepat solusi perangkat lunak Hitachi Energy. 

Operator dapat dengan mudah mengakses analitik prediktif yang canggih serta solusi manajemen tenaga kerja lainnya, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat dan pelaksanaan operasi penting yang efisien.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Pendidikan Inklusif, 5 Kampus Indonesia Pelajari Sistem Layanan Disabilitas di Jepang
Dorong Pendidikan Inklusif, 5 Kampus Indonesia Pelajari Sistem Layanan Disabilitas di Jepang
Swasta
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Pemerintah
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Swasta
Studi Ungkap Hewan Laut Respons Perubahan Iklim dengan Cara Berbeda-beda
Studi Ungkap Hewan Laut Respons Perubahan Iklim dengan Cara Berbeda-beda
Pemerintah
Urine Pendaki Percepat Pencairan Gletser di Gunung Everest
Urine Pendaki Percepat Pencairan Gletser di Gunung Everest
LSM/Figur
ESDM Siapkan Aturan Kredit Karbon Sektor Energi, Potensi Transaksi Rp 2,2 Triliun per Tahun
ESDM Siapkan Aturan Kredit Karbon Sektor Energi, Potensi Transaksi Rp 2,2 Triliun per Tahun
Pemerintah
Tak Sampai 25 Persen Perusahaan yang Sukses Adopsi AI
Tak Sampai 25 Persen Perusahaan yang Sukses Adopsi AI
Pemerintah
UNICEF: 1 dari 5 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Online
UNICEF: 1 dari 5 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Online
Pemerintah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Belantara Foundation-Resona Bank Ltd. Tanam Pohon Langka di Tahura SSH Riau yang Terdegradasi
Peringati Hari Ozon Sedunia, Belantara Foundation-Resona Bank Ltd. Tanam Pohon Langka di Tahura SSH Riau yang Terdegradasi
LSM/Figur
Karhutla di Gambut Bisa Ganggu Regenerasi Alami, Pakar UGM Jelaskan Sebabnya
Karhutla di Gambut Bisa Ganggu Regenerasi Alami, Pakar UGM Jelaskan Sebabnya
LSM/Figur
Kejar Target PLTS 100 GW, ESDM : Bauran EBT Semester II-2026 Capai 17,3 Persen, Kontribusi Energi Surya Hanya 0,51 Persen
Kejar Target PLTS 100 GW, ESDM : Bauran EBT Semester II-2026 Capai 17,3 Persen, Kontribusi Energi Surya Hanya 0,51 Persen
Pemerintah
Efek Krisis Iklim, Nyamuk Tropis Invasif Ditemukan di London
Efek Krisis Iklim, Nyamuk Tropis Invasif Ditemukan di London
Pemerintah
Pertamina Eco RunFest 2026 Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
Pertamina Eco RunFest 2026 Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
BUMN
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
LSM/Figur
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau