Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Langkah Hijau, LEGO Resmikan Pabrik Ramah Lingkungan di Vietnam

Kompas.com, 23 April 2025, 20:00 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - LEGO Group mengumumkan peresmian pabrik keenamnya yang berlokasi di Vietnam bernama Manufacturing Vietnam.

Namun ada yang beda dari pabrik terbarunya ini.

LEGO menggambarkan pabrik barunya itu sebagai pabrik yang paling ramah lingkungan dibandingkan dengan semua pabrik yang pernah mereka miliki sebelumnya.

Pabrik ini direncanakan akan menggunakan 100 persen energi terbarukan dan merupakan bangunan pertama LEGO yang mencapai standar tertinggi dalam desain bangunan hijau, yaitu sertifikasi LEED Platinum.

Melansir ESG Today, Selasa (22/4/2025), LEGO Group pertama kali memulai pembangunan pabrik seluas 44 hektar dengan investasi senilai 1 miliar dollar AS pada 2022.

Baca juga: Harga Listrik di Asia Makin Dipengaruhi Energi Terbarukan

"Pabrik baru mereka di Vietnam adalah bukti komitmen pada pertumbuhan yang berkelanjutan dan inovasi. Selain itu, pabrik ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi agar dapat menjangkau lebih banyak anak-anak dan penggemar LEGO di kawasan Asia-Pasifik," terang Niels B Christiansen, CEO LEGO Group.

Satu aspek keberlanjutan utama yang ditekankan oleh LEGO adalah rencana untuk mengoperasikan seluruh pabrik menggunakan 100 persen sumber energi terbarukan paling lambat awal tahun 2026.

Salah satu sumber utama energi terbarukan yang akan digunakan, yaitu pemasangan 12.400 panel surya di atap pabrik yang diharapkan dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan energinya.

Sumber energi terbarukan lainnya adalah melalui kerja sama dengan Vietnam-Singapore Industrial Park (VSIP), kawasan industri tempat pabrik itu berada. Di situ akan dibangun pusat energi di lahan dekat pabrik yang juga menggunakan panel surya di atapnya.

Selain itu, pusat energi ini akan dilengkapi dengan sistem penyimpanan baterai terbesar di Vietnam untuk menyimpan energi yang dihasilkan saat matahari bersinar dan kemudian menggunakannya saat tidak ada sinar matahari.

Sementara sisa kebutuhan energi akan dipenuhi melalui pembelian listrik dari sumber energi terbarukan lainnya.

Pengumuman pembukaan pabrik baru yang berkelanjutan ini merupakan kelanjutan dari rencana yang telah diumumkan LEGO Group sebelumnya untuk peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan dalam operasional mereka secara keseluruhan.

LEGO Group juga memperkirakan akan terjadi peningkatan sebesar 72 persen dalam kapasitas tenaga surya mereka secara global pada 2025.

Baca juga: LEGO Investasi 2 Juta Poundsterling untuk Proyek Penghapusan Karbon

Ini menunjukkan bahwa investasi dalam panel surya di pabrik Vietnam merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan penggunaan energi matahari di seluruh operasi LEGO di berbagai negara.

Kompleks pabrik baru LEGO di Vietnam terdiri dari lima bangunan yang semuanya telah meraih sertifikasi LEED untuk desain dan konstruksi yang berkelanjutan.

Dua bangunan mencapai tingkat Platinum (tertinggi) dan tiga lainnya mencapai tingkat Gold, berdasarkan pada kinerja mereka dalam pengelolaan energi, air, dan limbah.

Selain fokus pada energi terbarukan dan bangunan hijau, pabrik baru LEGO di Vietnam juga memiliki fitur keberlanjutan tambahan yang signifikan.

Pabrik ini menjadi yang pertama yang hanya menggunakan kemasan kertas untuk balok LEGO dan memiliki target yang sangat ambisius untuk tidak mengirimkan limbah produksi atau operasional ke tempat pembuangan akhir.

"Saya sangat bangga dengan kemajuan keberlanjutan lingkungan kami di Vietnam yang memperkuat dampak positif secara lokal sambil mendukung ambisi global kami," kata Carsten Rasmussen, COO LEGO Group.

"LEGO juga menjadi pelopor dalam penggunaan solusi penyimpanan baterai dan perjanjian pembelian listrik untuk energi terbarukan di Vietnam," tambahnya.

Baca juga: Program Pesantren Ramah Lingkungan Disiapkan, Keberlanjutan Berbasis Nilai Islam

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dianggap Boros Emisi, Perjalanan Udara Presiden FIFA di Piala Dunia Tuai Protes
Dianggap Boros Emisi, Perjalanan Udara Presiden FIFA di Piala Dunia Tuai Protes
Pemerintah
Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola
Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola
Pemerintah
Mayoritas Pemimpin Bisnis Cemas Transisi Iklim Berjalan Kacau
Mayoritas Pemimpin Bisnis Cemas Transisi Iklim Berjalan Kacau
Pemerintah
PBB Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Lingkungan dari AI
PBB Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Lingkungan dari AI
Pemerintah
Dari Gang Sempit di Jakarta, Seorang ASN Bangun Ekonomi Sirkular yang Turut Hidupi Warga
Dari Gang Sempit di Jakarta, Seorang ASN Bangun Ekonomi Sirkular yang Turut Hidupi Warga
LSM/Figur
Konsorsium Tiga Media di Asia Tenggara Kerja Sama untuk Perkuat ESG
Konsorsium Tiga Media di Asia Tenggara Kerja Sama untuk Perkuat ESG
Pemerintah
Menilik Upaya BNI dalam Mendorong Pemerataan Pendidikan di Tanah Air
Menilik Upaya BNI dalam Mendorong Pemerataan Pendidikan di Tanah Air
BUMN
Survei KPMG: 4 dari 5 Perusahaan Bingung Ukur Nilai Ekonomi Bisnis Berkelanjutan
Survei KPMG: 4 dari 5 Perusahaan Bingung Ukur Nilai Ekonomi Bisnis Berkelanjutan
Pemerintah
BNPB Catat Banjir-Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah, Ribuan Orang Terdampak
BNPB Catat Banjir-Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah, Ribuan Orang Terdampak
Pemerintah
Ilusi Lahan Baru di Tengah Deforestasi
Ilusi Lahan Baru di Tengah Deforestasi
Pemerintah
Regulasi ESG di Indonesia Belum Penuhi Aspek yang Dipersyaratkan Pasar Global
Regulasi ESG di Indonesia Belum Penuhi Aspek yang Dipersyaratkan Pasar Global
Pemerintah
Krisis Iklim Rusak Keanekaragaman Hayati Mikroba Sungai
Krisis Iklim Rusak Keanekaragaman Hayati Mikroba Sungai
Pemerintah
BRIN dan YKAN Uji Pembakaran Gambut Terkendali untuk Perbaiki Akurasi Data Emisi Nasional
BRIN dan YKAN Uji Pembakaran Gambut Terkendali untuk Perbaiki Akurasi Data Emisi Nasional
LSM/Figur
Paparan Suhu Panas Ekstrem Global Naik 22 Persen, Apa Dampaknya?
Paparan Suhu Panas Ekstrem Global Naik 22 Persen, Apa Dampaknya?
LSM/Figur
PBB Peringatkan AI Perparah Bias Gender dan Kekerasan di Dunia Maya
PBB Peringatkan AI Perparah Bias Gender dan Kekerasan di Dunia Maya
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau