Caranya dengan menumbuhkan selulosa dalam cetakan berbentuk pakaian. Cara ini berpotensi menghilangkan 15-20 persen limbah material yang biasanya hilang selama pemotongan kain.
Kemajuan ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam produksi tekstil berkelanjutan.
Namun transisi dari kombucha ke tekstil hijau menghadapi beberapa tantangan sebelum diadopsi secara luas. Metode saat ini hanya dapat menghasilkan selulosa bakteri dalam jumlah kecil.
Para peneliti perlu mengembangkan sistem fermentasi yang lebih besar yang dapat mempertahankan kualitas yang konsisten sambil memenuhi permintaan besar dari produsen pakaian. Ini termasuk merancang bioreaktor baru dan mengoptimalkan kondisi pertumbuhan.
Baca juga: Harus Segmented, Kunci Bisnis Sewa Pakaian untuk Dukung Lingkungan
Penggunaan air menghadirkan tantangan kritis lainnya. Fermentasi membutuhkan sejumlah besar air, yang bertentangan dengan janji ramah lingkungan dari material tersebut.
Para ilmuwan sedang menjajaki pengurangan konsumsi air melalui sistem loop tertutup dan metode fermentasi yang lebih efisien.
Lalu, pengelolaan air limbah asam juga menimbulkan masalah lingkungan yang signifikan.
Selama produksi, fermentasi menghasilkan air asam yang tidak dapat dengan mudah didaur ulang atau digunakan kembali. Produk sampingan ini memerlukan penanganan khusus sebelum dibuang, sehingga menambah kerumitan dan biaya produksi.
Sifat fisik material juga perlu ditingkatkan. Meskipun selulosa bakterial menunjukkan kekuatan yang mengesankan, namun belum dapat menyamai daya tahan dan elastisitas serat sintetis.
Keterbatasan ini dapat membatasi penggunaannya pada jenis pakaian tertentu yang membutuhkan fleksibilitas atau ketahanan tinggi.
Kendati demikian, ilmuwan optimis tentang masa depan teknologi ini karena menawarkan jalur yang menjanjikan menuju mode yang lebih berkelanjutan.
sumber https://happyeconews.com/converting-kombucha-to-green-textiles/
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya