Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Survei Deloitte: Hanya 38 Persen Karyawan Percaya Perusahaan Peduli Isu Lingkungan

Kompas.com, 13 Agustus 2025, 19:45 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Survei baru dari perusahaan jasa profesional global Deloitte mengungkapkan proporsi karyawan yang percaya bahwa perusahaan mereka sudah cukup mengatasi perubahan iklim dan keberlanjutan telah menurun hingga sekitar 38 persen selama beberapa tahun terakhir.

Laporan ini didasarkan pada survei yang diadakan dua kali setahun terhadap sekitar 20.000 responden dari 20 negara untuk mengkaji bagaimana kesadaran lingkungan dan perilaku terkait berubah dari waktu ke waktu.

Melansir ESG Today, Selasa (12/8/2025) hasil survei menemukan bahwa sebagian besar responden di seluruh dunia percaya bahwa perubahan iklim adalah keadaan darurat dan disebabkan oleh aktivitas manusia.

Mayoritas dari mereka juga melaporkan bahwa mereka pernah mengalami langsung peristiwa cuaca ekstrem.

Baca juga: Transisi Hijau Perusahaan, Pemahaman Karyawan Paling Fundamental

Secara keseluruhan, 65 persen responden setuju bahwa perubahan iklim adalah keadaan darurat.

Responden yang lebih muda sedikit lebih mungkin untuk setuju, dengan 68 persen dari kelompok usia 18-34 tahun menyatakan persetujuan, dibandingkan dengan 63 persen dari mereka yang berusia 55 tahun ke atas.

Hasil survei juga menemukan bahwa 75 persen responden percaya bahwa perubahan iklim disebabkan oleh manusia (antropogenik).

Angka ini relatif stabil selama beberapa tahun terakhir, berkisar antara 70 persen hingga 78 persen dalam survei sejak 2021.

Menariknya, menurut hasil survei, persepsi responden tentang iklim tampaknya memengaruhi pula perilaku dan sikap mereka di tempat kerja serta dalam hal konsumsi.

Survei tersebut lantas menemukan bahwa hanya 38 persen responden yang setuju bahwa perusahaan mereka telah cukup menangani perubahan iklim dan keberlanjutan. Angka ini menurun dari 45 persen pada tahun 2021.

Menurut survei tersebut, persepsi karyawan tentang keberlanjutan juga dapat memengaruhi pilihan pekerjaan mereka.

Baca juga: Survei: 88 Persen Perusahaan Nilai Keberlanjutan Itu Cuan, Bukan Beban

Sekitar seperempat responden melaporkan bahwa mereka telah mempertimbangkan untuk pindah pekerjaan demi bekerja di perusahaan yang lebih berkelanjutan atau perusahaan yang dampaknya terhadap lingkungan lebih kecil.

Proporsi yang serupa juga menyatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan posisi perusahaan terhadap isu keberlanjutan sebelum menerima tawaran pekerjaan.

Hasil survei juga menemukan bahwa pertimbangan iklim memengaruhi keputusan relokasi.

Sebanyak 50 persen responden melaporkan bahwa perubahan iklim akan menjadi kriteria dalam memilih tempat tinggal saat pindah nanti. Bahkan, 11 persen di antaranya mengatakan bahwa mereka sudah pindah atau berencana pindah karena dampak iklim.

Responden yang lebih muda secara signifikan lebih mungkin melaporkan bahwa pertimbangan iklim memengaruhi keputusan lokasi mereka.

Sebanyak 64 persen dari usia 18-34 tahun mengatakan dampak perubahan iklim membuat mereka memikirkan kembali tempat tinggalnya, dibandingkan dengan 52 persen dari usia 35-54 tahun dan 37 persen dari usia 55 tahun ke atas.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau