BrandzView
Konten ini merupakan Kerjasama Kompas.com dengan Sime Darby Property

Asia ESG Summit 2025 Segera Digelar, Bahas Kolaborasi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

Kompas.com, 21 Agustus 2025, 13:17 WIB
Anissa Dea,
Agung Dwi E,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Asia ESG Summit 2025 akan segera digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, selama tiga hari pada Rabu (5/11/2025) hingga Jumat (7/11/2025).

Acara hasil kolaborasi dari Star Media Group (Malaysia), KG Media (Indonesia), dan Inquirer Group of Companies (Filipina) tersebut siap menjadi forum terdepan di kawasan Asia untuk memperkuat komitmen terhadap masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan. 

Sebagai forum perdana dari Asia ESG Positive Impact Consortium (A-EPIC), forum itu akan mempertemukan para pemimpin kawasan, pembuat kebijakan, investor, pelaku industri, hingga profesional keberlanjutan dari berbagai sektor.

Baca juga: Transparansi ESG Jadi Sorotan Baru Dunia Usaha, Bagaimana di Tanah Air?

Penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) merupakan bagian penting dalam arah pertumbuhan bisnis global. Tidak hanya berdampak pada operasional dan investasi, ESG juga menjadi alat ukur reputasi dan daya saing jangka panjang.

Asia sendiri memiliki posisi strategis untuk menjadi penggerak utama gerakan keberlanjutan global. Pasalnya, Asia punya pertumbuhan ekonomi yang cepat, investasi di sektor energi terbarukan, dan kekayaan alam yang luar biasa.

Ajang itu akan menjadi panggung pertukaran pengetahuan, inspirasi, dan aksi konkret dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam model bisnis dan pengambilan keputusan.

Fokus pada solusi nyata dan dampak positif

Selama Asia ESG Summit 2025, para peserta akan mendapatkan wawasan mendalam tentang strategi dekarbonisasi, pelaporan ESG, dan adaptasi terhadap regulasi yang terus berkembang. 

Topik yang akan dibahas mencakup aksi mitigasi perubahan iklim, praktik ekonomi sirkular, energi terbarukan, keberagaman dan inklusi, keterlibatan pemangku kepentingan, serta kesesuaian dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Selain teori, ajang tersebut juga menekankan pada strategi yang bisa langsung diterapkan untuk meningkatkan ketangguhan dan daya saing organisasi di tengah tantangan global.

Baca juga: ESG Bukan Lagi Kewajiban tetapi Mesin Inovasi dan Pertumbuhan

Untuk memberikan pengalaman yang lebih terarah dan mendalam, peserta dapat memilih dari tiga jalur pembahasan tematik. 

Stream 1: Investasi bertanggung jawab dan ekonomi sirkular

Stream ini mengulas integrasi ESG ke dalam strategi investasi dan pembiayaan berkelanjutan, termasuk pembahasan soal harga karbon, pembiayaan energi hijau, dan model ekonomi sirkular.

Stream 2: Dekarbonisasi iklim dan rantai nilai

Menjelajahi strategi pencapaian net-zero emission, khususnya manajemen emisi Scope 3, pelaporan keberlanjutan yang lebih transparan, hingga pendekatan berbasis data dan studi kasus industri.

Stream 3: Inovasi teknologi hijau dan perubahan berkelanjutan

Menampilkan teknologi terkini, seperti carbon capture dan pertanian berkelanjutan, melalui demo produk, showcase startup, serta sesi jejaring dengan investor untuk mendorong kolaborasi.

Hadirkan para pemikir dan pengambil kebijakan dari berbagai negara

Deretan pembicara internasional juga akan mengisi panggung Asia ESG Summit 2025. Beberapa di antaranya adalah Komisioner Tinggi Australia untuk Malaysia Danielle Heinecke, Direktur Keberlanjutan Bursa Malaysia Dr Hezri Adnan, dan Senior Research Fellow ERIA Dr Venkatachalam Anbumozhi.

Kemudian, ada Deputi Direktur Perencanaan Strategis Matrade Edison Choong Wan Sern, Head of Sustainability Google Asia Pacific Spencer Low, Co-Lead Global Policy UNEP Finance Initiative Laura Canas da Costa, dan Ekonom Senior World Bank Shakira Teh Sharifuddin.

Baca juga: Tantangan ESG dan Arah Baru Tata Kelola Mineral Kritis Indonesia

Para pembicara akan berbagi perspektif, pengalaman, dan inspirasi dalam membangun masa depan yang berkelanjutan bagi kawasan Asia dan dunia.

Asia ESG Summit 2025 diselenggarakan oleh Star Media Group dengan dukungan dari Sime Darby Property Bhd sebagai Urban Biodiversity Partner.

Forum itu tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga peluang kolaborasi antarsektor dan antarnegara untuk membentuk ekosistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.

Jadilah bagian dari gerakan besar yang mempertemukan pemikir, inovator, dan pengambil keputusan untuk membentuk masa depan yang lebih hijau dan bertanggung jawab.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap dan pembelian tiket Asia ESG Summit 2025, silakan kunjungi laman https://conference.thestar.com.my/asiaesgsummit/.

Sime Darby PropertyDok. Sime Darby Property Sime Darby Property

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Dianggap Boros Emisi, Perjalanan Udara Presiden FIFA di Piala Dunia Tuai Protes
Dianggap Boros Emisi, Perjalanan Udara Presiden FIFA di Piala Dunia Tuai Protes
Pemerintah
Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola
Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola
Pemerintah
Mayoritas Pemimpin Bisnis Cemas Transisi Iklim Berjalan Kacau
Mayoritas Pemimpin Bisnis Cemas Transisi Iklim Berjalan Kacau
Pemerintah
PBB Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Lingkungan dari AI
PBB Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Lingkungan dari AI
Pemerintah
Dari Gang Sempit di Jakarta, Seorang ASN Bangun Ekonomi Sirkular yang Turut Hidupi Warga
Dari Gang Sempit di Jakarta, Seorang ASN Bangun Ekonomi Sirkular yang Turut Hidupi Warga
LSM/Figur
Konsorsium Tiga Media di Asia Tenggara Kerja Sama untuk Perkuat ESG
Konsorsium Tiga Media di Asia Tenggara Kerja Sama untuk Perkuat ESG
Pemerintah
Menilik Upaya BNI dalam Mendorong Pemerataan Pendidikan di Tanah Air
Menilik Upaya BNI dalam Mendorong Pemerataan Pendidikan di Tanah Air
BUMN
Survei KPMG: 4 dari 5 Perusahaan Bingung Ukur Nilai Ekonomi Bisnis Berkelanjutan
Survei KPMG: 4 dari 5 Perusahaan Bingung Ukur Nilai Ekonomi Bisnis Berkelanjutan
Pemerintah
BNPB Catat Banjir-Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah, Ribuan Orang Terdampak
BNPB Catat Banjir-Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah, Ribuan Orang Terdampak
Pemerintah
Ilusi Lahan Baru di Tengah Deforestasi
Ilusi Lahan Baru di Tengah Deforestasi
Pemerintah
Regulasi ESG di Indonesia Belum Penuhi Aspek yang Dipersyaratkan Pasar Global
Regulasi ESG di Indonesia Belum Penuhi Aspek yang Dipersyaratkan Pasar Global
Pemerintah
Krisis Iklim Rusak Keanekaragaman Hayati Mikroba Sungai
Krisis Iklim Rusak Keanekaragaman Hayati Mikroba Sungai
Pemerintah
BRIN dan YKAN Uji Pembakaran Gambut Terkendali untuk Perbaiki Akurasi Data Emisi Nasional
BRIN dan YKAN Uji Pembakaran Gambut Terkendali untuk Perbaiki Akurasi Data Emisi Nasional
LSM/Figur
Paparan Suhu Panas Ekstrem Global Naik 22 Persen, Apa Dampaknya?
Paparan Suhu Panas Ekstrem Global Naik 22 Persen, Apa Dampaknya?
LSM/Figur
PBB Peringatkan AI Perparah Bias Gender dan Kekerasan di Dunia Maya
PBB Peringatkan AI Perparah Bias Gender dan Kekerasan di Dunia Maya
Pemerintah
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau