JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup, Ary Sudijanto, mengungkapkan pemerintah membutuhkan pendanaan Rp 4.000 triliun untuk memenuhi target Nationally Determined Contribution (NDC).
Indonesia menargetkan penurunan emisi melalui upaya sendiri sebesar 32,89 persen pada 2030. Namun, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun pendaan publik hanya bisa mendanai upaya penurunan emisi sekitar 18-20 persen saja.
"Nah, 80 persennya lagi duit dari mana untuk kita lakukan itu? Kami perlu membangun upaya-upaya untuk memobilisasi pendanaan dengan beberapa skema mulai dari result based payment, pendanaan karbon, karbon offset kami kembangkan," ungkap Ary saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2025).
Baca juga: Ancaman Perubahan Iklim, Hutan Paling Beragam di Dunia Tak Mampu Adaptasi
"Dalam rangka kemudian kami bisa mendanai untuk kita mencapai target untuk bersama-sama warga dunia lain, mencegah peningkatan suhu tidak lebih dari 1,5 persen dibandingkan pra industri," imbuh dia.
Sementara ini, pihaknya tengah menyusun NDC kedua atau second NDC yang lebih ambisius dibandingkan sebelumnya. Ary menjelaskan, berbeda dari pendekatan sebelumnya yang menggunakan skenario business as usual, NDC kedua memakai skenario proyeksi emisi Current Policy Scenario (CPOS).
Selain itu,data tahun 2019 untuk menentukan target penurunan emisi. CPOS merupakan kelanjutan dari countermeasure 1 yakni kebijakan, program, dan aksi mitigasi utama dalam NDC sebelumnya.
"Jadi, kelanjutan dari kalau kita melakukan dengan kemampuan sendiri yang di enhanced (NDC pertama). Kemudian kami membuat dua perhitungan, dua skenario, yaitu skenario pertumbuhan yang ekonomi tinggi, dengan skenario bertiga pertumbuhan ekonomi rendah," ucap Ary.
Baca juga: Pemerintah Godok NDC Iklim Kedua, Dipastikan Rampung Sebelum COP 30
Dalam perhitungan proyeksi emisi, pihaknya menggunakan skema pertumbuhan ekonomi rendah 6,3 persen dan tinggi 8 persen sesuai visi misi pemerintah dan angkanya lebih rendah daripada CPOS.
Kendati demikian, Ary belum membeberkan total emisi yang bakal ditargetkan di NDC kedua. Dokumen itu rencananya bakal diserahkan pada September mendatang, sebelum digelarnya Conference of the Parties (COP)30.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya