Mereka memperingatkan bahwa seiring dengan berkembangnya wisata hiu paus, risiko terhadap hiu paus juga akan meningkat, kecuali jika ada perubahan yang dilakukan untuk memprioritaskan keselamatan mereka.
Peneliti pun merekomendasikan modifikasi sederhana pada anjungan penangkapan ikan dan perahu, seperti menghilangkan tepi tajam dari penyangga samping dan bingkai jaring.
"Kami berupaya bekerja sama dengan otoritas pengelola kawasan konservasi laut untuk mengembangkan peraturan yang mewajibkan sedikit modifikasi pada anjungan penangkapan ikan," kata Dr. Mark Erdmann, Direktur Konservasi Hiu untuk Re:wild.
"Kami yakin perubahan tersebut akan sangat mengurangi bekas luka pada hiu paus di wilayah tersebut," tambahnya.
Bird’s Head Seascape memiliki jaringan yang terdiri dari 26 kawasan konservasi laut dan merupakan salah satu wilayah dengan tingkat keanekaragaman hayati laut tropis tertinggi di planet ini.
Para peneliti berpendapat bahwa melindungi hiu paus di sini sangat penting, baik untuk konservasi maupun untuk menopang pariwisata yang mendukung mata pencaharian penduduk setempat.
Baca juga: Pertemuan Langka Dua Pari Manta, Panggilan Konservasi Laut Raja Ampat
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya