"Rantai nilai ini menjadi permasalahan ketidakadilan saat ini karena keuntungan tidak bisa memberikan insentif kepada pelaku-pelaku yang kecil," tutur Ageng.
Menurutnya, transparansi pasar dan perdagangan yang adil penting dalam menangani permasalahan rantai nilai tersebut.
Ia mencontohkan pengalaman pembudidaya rumput laut sebagai pelaku usaha kecil di Sumba Timur yang sering mendapatkan harga rendah karena informasi tidak memadai.
"Karena selalu ditahan oleh pihak perantara, tidak dibagikan informasinya. Jadi, tidak ada insentif bagi pembudidaya rumput laut itu," ujarnya.
Persoalan informasi yang menjadi hambatan besar bagi pelaku-pelaku kecil harus diatasi agar Transformasi Biru bisa berjalan.
Baca juga: Kemenko Pangan: MBG Kurang Ikan, Perlu Manfaatkan Pangan Akuatik
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya