Kembalinya ikan karang di sekitar area transplantasi, lanjutnya, memberi harapan bagi nelayan yang selama ini harus melaut lebih jauh.
Baca juga: Apa Saja Manfaat Hutan Mangrove?
Selain karang, Vale Indonesia juga menyoroti restorasi mangrove. Sejak 2023, lebih dari 7.000 bibit ditanam perusahaan bersama sejumlah pihak di pesisir Luwu Timur, termasuk di kawasan Pasi-pasi. Angka tersebut di luar dari penanaman tambahan saat peringatan lingkungan seperti Hari Mangrove dan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN).
Karena itu, usai dari Bulu Poloe, tim Kompas.com diajak menyambangi Ekowisata Mangrove Pasi-pasi. Jaraknya 17,5 kilometer dari Pelabuhan Lampia.
Reza menerangkan, rehabilitasi mangrove di pesisir Luwu Timur, seperti di Pasi-pasi, diarahkan bertahap menuju ekowisata. Sementara, target penanaman 5.000 bibit per tahun dengan progres hingga 2025 mencapai 65 persen.
Itu terlihat dari dibangunnya jalur tracking mangrove sepanjang 100 meter di Ekowisata Mangrove Pasi-pasi pada 2024. Fasilitas ini disediakan untuk memudahkan mobilitas pengunjung atau warga yang ingin berekreasi ataupun belajar tentang lingkungan di area tersebut.
Baca juga: Pemerintah Rancang Zonasi untuk Rehabilitasi Mangrove di Indonesia
“Program pesisir sekarang kami kerjakan bersama, YKCL untuk pemberdayaan dan edukasi, SDC membantu kontrol serta monitoring bawah air, dengan dukungan teknis kampus dan pemerintah,” jelas Reza.
Senior Vice President PT Vale Indonesia Iqbal menambahkan, perusahaan tidak hanya fokus pada reklamasi tambang.
“Selain melakukan transplantasi karang di sekitar Pulau Bulu Poloe, kami juga ikut merestorasi mangrove sekitar 1 hektare dan merencanakan rehabilitasi lebih dari 200 hektare lahan pesisir,” ujarnya.
Lewat upaya itu, Iqbal berharap, ekosistem pesisir bisa pulih dan kembali mendukung nelayan.
“Upaya ini juga penting untuk meningkatkan serapan karbon dan memastikan lingkungan tetap berkelanjutan,” tuturnya
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya