Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 11 November 2025, 18:01 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

Kini, kawasan tersebut telah menjadi wajah baru Pulau Obi dengan 259 unit rumah layak huni, akses listrik dan air bersih 24 jam, sekolah, layanan kesehatan gratis, serta pusat ekonomi terpadu yang menjadi sumber kehidupan baru bagi masyarakat setempat.

Baca juga: Demi Tembus Pasar AS dan Eropa, Harita Nickel (NCKL) Jalani Audit Terketat di Dunia

Cerita dari Kawasi

Salah satu perempuan pelaku UMKM di Desa Kawasi, Suryani Joronga, menjadi saksi perubahan tersebut. Ia mengaku kehidupan ekonomi masyarakat kini jauh lebih baik dibandingkan sebelum industri nikel berkembang.

“Perekonomian kami meningkat pesat, terutama dari sisi pemberdayaan ibu-ibu. Dulu kami belum berdaya. Setelah ada program binaan UMKM, kami merasakan dampak besar bagi kesejahteraan dan pola pikir,” ujarnya lewat jawaban tertulis kepada Kompas.com, Senin (20/10/2025).

Suryani kini mengelola usaha makanan olahan bersama sejumlah ibu di desanya. Mereka mendapatkan pelatihan pengemasan, pengawetan, dan pemasaran produk. Selain itu, perusahaan juga membantu membuka akses pasar bagi produk-produk lokal, termasuk dari tangan Suryani.

Ia mengenang masa ketika listrik terbatas dan air bersih sulit diakses. Kini, warga menikmati fasilitas dasar yang lebih baik, seperti jaringan listrik, air bersih, dan internet, serta disertai peluang ekonomi baru di sekitar kawasan industri.

Baca juga: Strategi Harita Nickel (NCKL) Genjot Laba dan Pendapatan di Tengah Penurunan Harga Nikel

“Kalau dulu ekonomi kami berjalan tersendat, kini hasilnya benar-benar terasa,” katanya.

Menurut Suryani, pembangunan permukiman baru Desa Kawasi mengubah wajah kampung mereka. Jalan desa lebih lebar dan bersih, got tertata, dan rumah-rumah kini memiliki lantai tegel serta fasilitas sanitasi yang layak.

“Perkembangannya luar biasa. Saya lahir dan besar di Kawasi, jadi tahu betul bagaimana dulu Pulau Obi sangat terpinggirkan,” ujarnya.

Peluang karier dan keterampilan baru

Transformasi Pulau Obi tidak hanya terlihat pada infrastruktur dan ekonomi lokal, tetapi juga di bidang ketenagakerjaan. Banyak warga Maluku Utara kini memiliki kesempatan meniti karier di industri strategis.

Baca juga: Harita Nickel Cetak Laba Rp 1,66 Triliun Kuartal I-2025, Ditopang Strategi Efisiensi dan Keberlanjutan

Salah satunya adalah Rudi Sapsuha yang bekerja di divisi Fire Emergency Service (FAS) sejak 2022. Baginya, bekerja di industri nikel menjadi titik balik dalam hidup.

“Perubahan terbesar tentu soal kepastian dan rasa aman. Keluarga jadi lebih tenang karena saya punya pekerjaan tetap,” tuturnya.

Ia menyebut perusahaan menyediakan berbagai pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, termasuk pelatihan keselamatan bersama Basarnas.

“Saya sudah ikut pelatihan pemadam kebakaran, Water Rescue bersama Basarnas di Ternate, hingga sertifikasi yang mendukung tugas di lapangan. Semua itu membuat saya lebih percaya diri dan siap menghadapi situasi darurat,” kata Rudi.

Baca juga: Komitmen Keberlanjutan, Harita Nickel Bakal Diaudit IRMA

Menurutnya, industri yang tumbuh di Pulau Obi memberi ruang besar bagi tenaga kerja lokal untuk berkembang, tidak hanya di lapangan, tetapi juga di jenjang strategis.

“Sekarang, tinggal bagaimana kita sendiri, apakah mau belajar dan berkembang, atau berpuas diri di kondisi yang ada,” ujarnya.

Rudi melanjutkan, kemajuan industri di Pulau Obi menjadi contoh bahwa kegiatan ekstraksi dan pemurnian logam kritis dapat menggerakkan ekonomi daerah dan sekaligus membuka ruang sosial baru.

Ia berharap, pembangunan di Pulau Obi terus berjalan seiring upaya menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya melihat kemajuan perusahaan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai warga Maluku Utara, saya tertantang untuk terus belajar agar selalu relevan dengan perkembangan industri ini,” ujarnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
LSM/Figur
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
Pemerintah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Pemerintah
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
LSM/Figur
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Swasta
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Swasta
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Pemerintah
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
Pemerintah
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
Pemerintah
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Pemerintah
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau