KOMPAS.com - Uni Eropa telah berhasil menekan 21 maskapai besar untuk merombak cara dalam memasarkan kinerja lingkungan mereka.
Inisiatif ini menandai langkah maju yang signifikan terhadap klaim lingkungan yang menyesatkan dalam industri penerbangan.
Kesepakatan-kesepakatan tersebut menyusul keterlibatan selama beberapa bulan antara Komisi Eropa dan Jaringan Kerjasama Perlindungan Konsumen (CPC), yang mencakup badan pengawas dari Belgia, Belanda, Norwegia, dan Spanyol.
Maskapai besar seperti Air France, KLM, Lufthansa, EasyJet, Ryanair, SWISS, dan TAP termasuk di antara mereka yang berjanji untuk mengubah pesan pemasaran mereka.
Langkah ini merupakan respons terhadap meningkatnya kekhawatiran mengenai bagaimana maskapai mempresentasikan upaya keberlanjutan mereka, khususnya ketika merujuk pada offset (kompensasi emisi) atau apa yang disebut penerbangan netral karbon.
Melansir Know ESG, Selasa (11/11/2025) di bawah komitmen tersebut, maskapai penerbangan akan berhenti menyarankan bahwa penumpang dapat menetralisir emisi penerbangan spesifik dengan membayar proyek iklim atau membeli bahan bakar alternatif.
Baca juga: Maskapai Global Berkolaborasi untuk Kembangkan Avtur Berkelanjutan
Setiap penyebutan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) kini harus didukung oleh bukti yang dapat diverifikasi, konteks ilmiah, dan pengungkapan yang jelas.
Maskapai penerbangan juga harus menghindari istilah lingkungan yang samar, memperkuat transparansi ESG, dan menyediakan linimasa yang konkret serta langkah-langkah terukur untuk target keberlanjutan di masa mendatang.
Setiap data emisi yang ditawarkan kepada konsumen harus bergantung pada metodologi transparan yang dapat melewati tinjauan regulasi.
Intervensi Uni Eropa bermula dari pengaduan tahun 2023 oleh Organisasi Konsumen Eropa, yang menuduh beberapa maskapai penerbangan melanggar aturan greenwashing Uni Eropa berdasarkan Arahan tentang Praktik Komersial Bisnis-ke-Konsumen yang Tidak Adil.
Undang-undang tersebut melarang pemasaran yang menyesatkan, kelalaian, dan klaim lingkungan yang tidak berdasar.
Otoritas konsumen nasional kini akan memantau kepatuhan, dengan kewenangan untuk meluncurkan tindakan penegakan hukum jika maskapai penerbangan gagal memenuhi janji mereka.
Komisi Eropa juga telah memberi sinyal bahwa mereka dapat menilai maskapai lain yang beroperasi di Pasar Tunggal (Single Market) untuk memastikan standar yang seragam, memperkuat kerangka perlindungan konsumen yang kuat di blok tersebut.
Pasar Tunggal adalah wilayah ekonomi yang mencakup semua negara anggota UE dan memungkinkan pergerakan barang, jasa, modal, dan orang secara bebas.
Baca juga: Staf Maskapai Dunia Desak Industri Penerbangan Percepat Aksi Iklim
Bagi maskapai penerbangan Eropa, komitmen tersebut menyoroti pergeseran besar dalam ekspektasi regulasi. Klaim yang dulu digunakan untuk membedakan merek, seperti netralitas karbon berbasis offset, kini membawa risiko hukum dan reputasi di bawah pengawasan greenwashing yang terus berkembang.
Perusahaan pun perlu menyelaraskan pesan mereka dengan kemajuan terukur dalam pengurangan emisi, peningkatan armada, dan transisi bahan bakar.
Investor dan dewan perusahaan juga kemungkinan akan merasakan dampaknya. Seiring dengan semakin ketatnya regulasi komunikasi ESG, perusahaan yang mengandalkan janji optimistis di masa depan atau strategi iklim berbasis kompensasi mungkin perlu menilai kembali pengungkapan dan mengadopsi verifikasi yang lebih ketat.
Meskipun komitmen tersebut berlaku di Uni Eropa, dampaknya kemungkinan akan menyebar secara internasional karena regulator lain mempertimbangkan standar serupa.
Dengan kontribusi penerbangan antara 2 persen dan 4 persen dari emisi global, tindakan terkoordinasi Uni Eropa menandai langkah signifikan untuk memastikan klaim keberlanjutan mencerminkan dekarbonisasi yang sesungguhnya, bukan rekayasa pemasaran.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya