JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto bakal membagikan panel interaktif digital ke 288.865 sekolah, sebagai langkah pemerataan akses pembelajaran di wilayah terpencil. Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, mengistilahkan program tersebut sebagai revolusi pendidikan di Indonesia.
"Karena selama ini ya kualitas pendidikan di kota dengan di desa, daerah maju dengan daerah terpencil, Jawa dengan luar Jawa mengalami kesenjangan yang luar biasa. Baik dari kualitas mungkin guru, kurikulum, kondisi sekolah," ungkap Qodari di Jakarta Pusat, Rabu (19/11/2025).
Melalui distribusi ratusan ribu panel interaktif digital itu, pemerintah berharap siswa di daerah termasuk pulau-pulau kecil, sekolah yang harus ditempuh berjam-jam melalui sungai, hingga kawasan pegunungan, dapat mengakses pembelajaran yang sama dengan siswa di kota besar.
Baca juga: Pendidikan dan Digitalisasi Jadi Motor Pembangunan Manusia di Kalimantan Tengah
Kendati demikian, 70 persen sekolah yang akan menerima panel interaktif tak memiliki daya listrik cukup. Sehingga, KSP secara langsung meminta PT PLN (Persero) menambah daya sekolah-sekolah itu.
"Jangan sampai nanti panelnya dikirim sampai di lokasi, enggak bisa nyala karena enggak ada listriknya, atau enggak cukup listriknya," tutur dia.
Prabowo Subianto menyoroti bahwa program panel interaktif membawa manfaat besar bagi ekosistem pendidikan.
“Tidak boleh ada bagian dari Indonesia yang tertinggal kualitas pendidikannya, harus sama baiknya, dan salah satu cara kita adalah menggunakan lompatan teknologi digitalisasi,” papar Prabowo dalam keterangannya, Senin (17/11/2025).
Lebih dari 173.000 sekolah telah menerima dan memanfaatkan panel interaktif digital sebagai media belajar. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyebut hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan peningkatan pembelajaran di sekolah penerima panel.
Baca juga: Melawan Intoleransi lewat Jalan Pendidikan
“Mereka belajar dengan gembira, penuh semangat, dan capaian pembelajaran terus meningkat. Ini bukti revolusi pendidikan yang diletakkan Bapak Presiden melalui digitalisasi pembelajaran dan pembagian panel digital interaktif,” kata Mu’ti.
Kemendikdasmen telah melaksanakan pelatihan bagi 64.000 guru terkait prigram ini. Upaya ini turut didukung alumni LPDP yang berkontribusi sebagai fasilitator dan pendamping pembelajaran interaktif.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya