KOMPAS.com - Program Akademi Sekolah Lestari (ASRI) Goes to School 2025 menyebarkan literasi keberlanjutan ke 13 sekolah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Yaitu, SMAN 34 Jakarta, SMAN 78 Jakarta, SMAN 75 Jakarta, SMAN 54 Jakarta, SMAN 55 Jakarta, SMA Yapermas, SMAN 23 Jakarta, SMA Tarakanita 1, SMK 1 Perguruan Cikini, SMAN 30 Jakarta, SMAN 83 Jakarta, SMAN 36 Jakarta, dan SMAN 12 Jakarta.
Sebanyak lebih dari 4.600 siswa dan guru terlibat dalam berbagai kegiatan pembelajaran yang berlangsung selama September hingga Oktober 2025 ini.
Baca juga: ASRI dan WCI Tanamkan Kesadaran Pentingnya Pilah Sampah ke Generasi Muda
Sebagai inisiatif Kompas Gramedia yang berkolaborasi dengan Unilever Indonesia, program ASRI Goes to School 2025 memperluas akses edukasi keberlanjutan ke generasi pelajar SMA/SMK /sederajat berada pada fase krusial pembentukan karakter dan pola pikir.
Salah seorang siswa SMAN 78 Jakarta, Aerzu mengatakan, program SRI Goes to School 2025 relevan bagi generasi muda dan mampu merangsang pemikiran kritis terhadap berbagai isu lingkungan di tingkat nasional maupun global.
"Saya memperoleh banyak insight inovatif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.
Penanaman literasi keberlanjutan sejak dini menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi sadar lingkungan, peduli kesehatan fisik, serta mampu mengambil keputusan hidup berkelanjutan. Di tengah perkembangan zaman dan perubahan pola hidup masyarakat, isu keberlanjutan lingkungan dan kesehatan fisik menjadi tema penting yang semakin mendesak untuk diperhatikan.
Pemanasan global, polusi, penurunan kualitas udara, hingga ancaman penyakit akibat gaya hidup tidak sehat menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan lagi sekadar wacana. Namun, keberlanjutan sudah menjadi kebutuhan nyata untuk memastikan kualitas hidup manusia di masa kini dan masa depan.
Melalui berbagai metode yang interaktif dan aplikatif, peserta ASRI Goes to School 2025 mendapatkan beberapa pengalaman pembelajaran.
Pertama, tantangan inovasi daur ulang berbasis konsep Reduce–Reuse–Recycle. Kedua, aktivitas permainan untuk mengenalkan prinsip-prinsip keberlanjutan secara interaktif dan seru.
Salah seorang siswi SMAN 23 Jakarta, Nasha mengatakan, sosialisasi ASRI interaktif dan penyampaian materinya seru. "Saya mendapatkan wawasan baru mengenai isu lingkungan dan berharap kegiatan serupa dapat diadakan kembali," ucapnya.
Ketiga, workshop pembuatan gantungan kunci dan wadah dari tutup botol serta botol plastik bekerja sama dengan Warriors Cleanup Indonesia. Keempat, pengenalan platform edukasi keberlanjutan ASRI melalui lestariacademy.id yang dapat diakses melalui handphone/laptop secara gratis.
Kelima, pengenalan Kompetisi ASRI 2025, kompetisi inovasi untuk aksi nyata keberlanjutan dalam lingkup sekolah yang dapat diikuti oleh guru dan murid SMA/SMK sederajat.
Keenam, distribusi hadiah edukatif yang disediakan oleh Unilever untuk mendukung kebiasaan keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Siswa SMA Lakukan Aksi Peduli Lingkungan Usai Ikut Program ASRI KG Media
Di dalam pelaksanaan kegiatan ini, ASRI Goes to School 2025 juga menggandeng Warriors Cleanup Indonesia, Sebentala, dan Jasa Raharja sebagai mitra kolaborasi dalam penyelenggaraan edukasi dan workshop di sekolah.
Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi modal penting dalam memperluas jangkauan edukasi dan memastikan dampak program dirasakan oleh lebih banyak pemangku kepentingan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya