KOMPAS.com - Ratusan ilmuwan menandatangani Deklarasi Dartington untuk mendesak para pemimpin dunia dan pembuat kebijakan agar bertindak cepat dalam mengatasi perubahan iklim.
Deklarasi ini berpendapat bahwa umat manusia akan terdorong ke zona bahaya jika emisi gas rumah kaca tidak dikurangi setengahnya pada tahun 2030.
Baca juga:
“Jika kita menunggu, semuanya akan terlambat. Kebijakan dan masyarakat sipil harus bekerja sama untuk mencegah titik kritis yang lebih merusak dan memanfaatkan peluang titik kritis yang positif," tulis deklarasi tersebut, dilansir Selasa (2/12/2025).
“Masa depan planet ini berada di ujung tanduk. Ke mana arahnya bergantung bergantung pada tindakan kita sekarang dan di tahun-tahun mendatang,” tambah deklarasi tersebut, dilansir dari Euronews, Selasa (2/12/2025).
Adapun sejauh ini, Deklarasi Dartington didukung oleh 583 ilmuwan dan 579 pendukung lainnya yang semuanya bergelar PhD atau lebih tinggi.
Baca juga:
Ratusan ilmuwan menandatangani Deklarasi Dartington untuk mendesak para pemimpin dunia agar bertindak cepat dalam mengatasi perubahan iklim.Deklarasi Dartington menyerukan pengurangan emisi gas rumah kaca global yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebuah langkah yang mustahil dilakukan tanpa transisi cepat dari bahan bakar fosil.
Menurut Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), bahan bakar fosil sejauh ini merupakan penyumbang terbesar perubahan iklim global, tepatnya sekitar 68 persen emisi gas rumah kaca dunia dan hampir 90 persen dari seluruh emisi karbon dioksida.
Lebih lanjut, deklarasi ini juga menyerukan peningkatan cepat penghapusan karbon berkelanjutan dari atmosfer dengan melindungi dan memulihkan penyerap karbon alami, seperti hutan.
Jika sumber karbon terdegradasi atau terdeforestasi, sumber tersebut justru dapat melepaskan karbon yang tersimpan kembali ke atmosfer.
Hal ini telah terjadi di beberapa bagian hutan hujan Amazon, yang dulu disebut sebagai paru-paru Bumi, serta di banyak hutan di Afrika dan Asia Tenggara.
Tanah merupakan penyerap karbon lain yang saat ini menyimpan lebih dari 2.800 gigaton karbon di lapisan satu meter teratas.
Namun, laju degradasi saat ini berisiko melepaskan cadangan karbon besar di dalam tanah ke atmosfer, mencapai 4,81 miliar ton karbon dioksida setiap tahun.
Deklarasi ini mendesak pula para pemimpin dunia untuk fokus pada strategi yang dapat memicu perubahan sistemik yang cepat dan positif untuk menjamin tercapainya tujuan iklim Perjanjian Paris dan menghindari bencana iklim.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya