Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Permata Bank dan PT Mitra Natura Raya Dorong Konservasi Alam lewat Tour de Kebun Raya

Kompas.com, 16 Desember 2025, 15:35 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

KOMPAS.com - Permata Bank, lewat inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Permata Hati, berkolaborasi dengan PT Mitra Natura Raya (pengelola Kebun Raya Bogor) untuk mengadakan Tour de Kebun Raya di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (13/12/2025).

"Kami percaya bahwa setiap langkah dengat niat baik dan tulus akan membawa perubahan yang berarti. Tour de Kebun Raya bukan saja membuat kita sehat, tetapi juga menggerakkan semangat tumbuh bersama dan rasa empati," kata Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli lewat keterangan resmi, dilansir Selasa (16/12/2025).

Baca juga:

Tour de Kebun Raya lebih dari sekadar jalan sehat

Tour de Kebun Raya tak hanya jalan sehat. Acara ini merupakan gerakan kolektif yang mengajak masyarakat untuk menjaga keseimbangan ekosistem bumi, sekaligus bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Permata Bank ke-23. 

Melalui kampanye 1 Misi Hijaukan Bumi, bank tersebut mengintegrasikan gaya hidup sehat dengan kepedulian terhadap alam.

Peserta diajak bergerak melalui aktivitas jalan kaki atau lari. Setiap 100.000 langkah dikonversi menjadi satu pohon.

Hingga akhir 2025, Permata Bank telah mengumpulkan lebih dari 82 juta langkah. Jumlah ini setara dengan lebih dari 800 pohon yang akan ditanam.

Penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari target besar 5.000 pohon sepanjang tahun 2025. Pohon-pohon ini akan ditanam di kawasan konservasi Bukit Tigapuluh, Jambi.

Baca juga:

Permata Bank bekerja sama dengan PT Mitra Natura Raya (Kebun Raya Bogor) mengadakan Tour de Kebun Raya pada Sabtu (13/12/2025) di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.Dok. PT Mitra Natura Raya Permata Bank bekerja sama dengan PT Mitra Natura Raya (Kebun Raya Bogor) mengadakan Tour de Kebun Raya pada Sabtu (13/12/2025) di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.

Program tersebut dijalankan melalui skema Adopt a Tree bekerja sama dengan WWF-Indonesia. Upaya ini bertujuan untuk mendukung pelestarian ekosistem hutan sekaligus menjaga koridor habitat gajah sumatera.

Meliza menambahkan, melalui program ini, Permata Bank mengajak masyarakat untuk berbagi ruang dengan alam, menjaga ekosistem, dan menciptakan masa depan yang lebih lestari bagi generasi masa depan. 

Selama acara Tour de Kebun Raya, peserta melakukan jalan santai mengelilingi Kebun Raya Bogor. Peserta juga mendapatkan edukasi tentang penanaman dan perawatan pohon melalui kelas Tabulampot.

Selain itu, peserta turut terlibat langsung dalam kegiatan penanaman pohon di area Kebun Raya Bogor. 

Managing Director PT Mitra Natura Raya (Kebun Raya), Marga Anggrianto menyambut kolaborasi ini. Ia menambahkan, pihaknya senang dapat menjadi fasilitator bagi Permata Bank.

"Hal ini sejalan dengan misi kami dalam menjalankan fungsi kebun raya, yaitu turut mendukung dan berperan dalam menjaga kelangsungan ekosistem lingkungan di Indonesia," ucap Marga. 

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dampak Lingkungan AI Kian Besar, Haruskah Berhenti Menggunakannya?
Dampak Lingkungan AI Kian Besar, Haruskah Berhenti Menggunakannya?
Pemerintah
Fenomena 'Sticky Floor', Ketika Perempuan Sulit Naik Jabatan di Dunia Kerja
Fenomena "Sticky Floor", Ketika Perempuan Sulit Naik Jabatan di Dunia Kerja
Swasta
Bersiap untuk Kelangkaan Air, Korsel Kembangkan Industri Desalinasi
Bersiap untuk Kelangkaan Air, Korsel Kembangkan Industri Desalinasi
Pemerintah
Pendapatan Nelayan Pantura Menurun, Tekanan Lingkungan dan Biaya Melaut Meningkat
Pendapatan Nelayan Pantura Menurun, Tekanan Lingkungan dan Biaya Melaut Meningkat
Pemerintah
Australia Lebih Banyak Danai Kerusakan Alam Daripada untuk Konservasi
Australia Lebih Banyak Danai Kerusakan Alam Daripada untuk Konservasi
Pemerintah
Konflik AS-Israel Vs Iran Bukti Dunia Rentan Ketergantungan Energi Fosil
Konflik AS-Israel Vs Iran Bukti Dunia Rentan Ketergantungan Energi Fosil
Pemerintah
Populasi Salmon Chum di Jepang Menurun, Ada Apa?
Populasi Salmon Chum di Jepang Menurun, Ada Apa?
LSM/Figur
4,9 Juta Anak di Dunia Tewas akibat Mal Nutrisi hingga Penyakit Menular
4,9 Juta Anak di Dunia Tewas akibat Mal Nutrisi hingga Penyakit Menular
Pemerintah
Apa Saja Faktor Pemicu Perubahan Iklim di Asia? Ilmuwan Beri Penjelasan
Apa Saja Faktor Pemicu Perubahan Iklim di Asia? Ilmuwan Beri Penjelasan
LSM/Figur
Emisi Turun Tipis, Jerman Dinilai Kehilangan Momentum Capai Target Iklim
Emisi Turun Tipis, Jerman Dinilai Kehilangan Momentum Capai Target Iklim
Pemerintah
Bersiap Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah, Korsel Pastikan Stabilnya Pasokan Energi Alternatif
Bersiap Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah, Korsel Pastikan Stabilnya Pasokan Energi Alternatif
Pemerintah
Bahan Kimia Abadi PFAS Bisa Ganggu Pertumbuhan Tulang Anak
Bahan Kimia Abadi PFAS Bisa Ganggu Pertumbuhan Tulang Anak
LSM/Figur
Jepang Mulai Cari Energi Alternatif akibat Krisis Selat Hormuz
Jepang Mulai Cari Energi Alternatif akibat Krisis Selat Hormuz
Pemerintah
Misteri Ratusan Kura-kura Mati Massal di Kanada, akibat Krisis Iklim?
Misteri Ratusan Kura-kura Mati Massal di Kanada, akibat Krisis Iklim?
LSM/Figur
Pemerintah Jajaki Pendanaan dari Perdagangan Karbon untuk Biayai Taman Nasional
Pemerintah Jajaki Pendanaan dari Perdagangan Karbon untuk Biayai Taman Nasional
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau