Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

93 Butir Telur Penyu Diselamatkan BKSDA Maluku Demi Penetasan Aman

Kompas.com, 3 Januari 2026, 09:43 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Sebanyak 93 butir telur penyu di Pulau Pombo, Kota Ambon, diamankan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku, Jumat (2/1/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penetasan berjalan aman dan terhindar dari berbagai ancaman.

Baca juga:

"Petugas Resort Pulau Pombo menemukan lokasi sarang penyu yang diduga baru digunakan untuk bertelur saat melakukan pemantauan rutin," kata Polisi Kehutanan (Polhut) BKSDA Maluku, Arga Chrystan, dilansir dari Antara, Sabtu (3/1/2026).

"Sebagai langkah perlindungan, seluruh telur penyu tersebut dipindahkan sementara ke lokasi yang lebih aman," tambah dia. 

BKSDA Maluku amankan 93 telur penyu untuk konservasi

Telur penyu dipindahkan ke tempat yang aman

Butir telur penyu yang diamankan BKSDA Maluku, ditemukan di Pulau Pombo, Kota Ambon.Dok. ANTARA/Winda Herman Butir telur penyu yang diamankan BKSDA Maluku, ditemukan di Pulau Pombo, Kota Ambon.

Adapun lokasi sarang diduga baru saja digunakan induk penyu untuk bertelur. Temuan ini langsung ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya perlindungan satwa liar yang dilindungi undang-undang.

Arga menjelaskan bahwa pemindahan telur dilakukan demi menjaga keselamatan embrio penyu.

Telur-telur tersebut dipindahkan sementara ke lokasi yang dinilai lebih aman dari gangguan alam dan aktivitas lain.

Baca juga: KKP Gandeng Multi-Pihak Susun Strategi Perlindungan Penyu dan Cetacea

Pemindahan ini bukan tanpa alasan. Sarang penyu di alam terbuka rentan terhadap berbagai risiko. Gelombang pasang, predator, dan aktivitas manusia dapat mengganggu keberhasilan penetasan.

Dengan relokasi sementara, peluang telur menetas secara alami menjadi lebih besar.

Pulau Pombo merupakan kawasan konservasi yang berada di bawah pengelolaan BKSDA Maluku. Pulau ini dikenal sebagai habitat penting bagi berbagai satwa dilindungi.

Penyu menjadi salah satu spesies yang kerap memanfaatkan kawasan ini sebagai lokasi bertelur.

Baca juga:

Upaya menjaga populasi penyu yang dilindungi

Sebanyak 93 telur penyu diamankan BKSDA Maluku di Pulau Pombo demi menjaga kelangsungan satwa dilindungi.wirestock/freepik Sebanyak 93 telur penyu diamankan BKSDA Maluku di Pulau Pombo demi menjaga kelangsungan satwa dilindungi.

BKSDA Maluku menyampaikan, upaya penyelamatan telur penyu adalah bagian dari komitmen jangka panjang dalam menjaga populasi satwa dilindungi.

Perubahan lingkungan pesisir dan tekanan aktivitas manusia menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup penyu di alam liar.

Selain memindahkan telur ke lokasi aman, petugas juga melakukan pemantauan berkala.

Pemantauan ini bertujuan memastikan kondisi lingkungan tetap mendukung proses penetasan. Suhu sarang dan kondisi sekitar terus diawasi hingga telur menetas secara alami.

"Selain pemindahan telur ke lokasi yang lebih aman, petugas juga melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi sarang untuk memastikan suhu dan lingkungan tetap mendukung proses penetasan hingga telur menetas secara alami," kata Arga.

BKSDA Maluku juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kawasan konservasi. Peran publik dinilai penting dalam mencegah perburuan, perusakan habitat, dan aktivitas ilegal lainnya.

Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu satwa dilindungi, khususnya penyu.

Sebagai informasi, penyu merupakan satwa yang dilindungi oleh undang-undang. Perlindungan hukum ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Aturan ini mengatur larangan menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa dilindungi.

Dalam Pasal 21 ayat (2) huruf a disebutkan larangan tersebut secara tegas. Pelanggaran dapat dikenai pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta sebagaimana diatur dalam Pasal 40 ayat (2).

Baca juga: Dukung Pelestarian Penyu, BCA Resmikan Fasilitas Konservasi Bantul DIY

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
KLH Finalisasi Aturan Pembagian Keuntungan dari Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati
KLH Finalisasi Aturan Pembagian Keuntungan dari Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati
Pemerintah
Menteri LH: Bisnis Karbon Bisa Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
Menteri LH: Bisnis Karbon Bisa Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pemerintah
Satelit Bisa Deteksi Metana Secara Real-Time, Tapi Dibiarkan Tanpa Penanganan
Satelit Bisa Deteksi Metana Secara Real-Time, Tapi Dibiarkan Tanpa Penanganan
Pemerintah
PWYP: Putusan MK soal Jalur Prioritas Izin Tambang Belum Selesaikan Persoalan Tata Kelola
PWYP: Putusan MK soal Jalur Prioritas Izin Tambang Belum Selesaikan Persoalan Tata Kelola
LSM/Figur
Ini Upaya Pertamina Membangun Desa Mandiri Energi
Ini Upaya Pertamina Membangun Desa Mandiri Energi
BUMN
FDKJ Perkuat Ketahanan Pangan lewat Pemberdayaan UMKM Hortikultura di Jonggol
FDKJ Perkuat Ketahanan Pangan lewat Pemberdayaan UMKM Hortikultura di Jonggol
Swasta
PT Astra International Tbk Hadir dalam Sesi Bincang Inspiratif Lestari Summit 2026
PT Astra International Tbk Hadir dalam Sesi Bincang Inspiratif Lestari Summit 2026
Swasta
Pengetahuan Masyarakat Adat Jadi Kunci Pengembangan Sistem Pangan Berkelanjutan
Pengetahuan Masyarakat Adat Jadi Kunci Pengembangan Sistem Pangan Berkelanjutan
Pemerintah
Transisi Energi Hadapi Risiko Krisis Air dan Pelanggaran HAM
Transisi Energi Hadapi Risiko Krisis Air dan Pelanggaran HAM
Pemerintah
UE Usul Tunda Penerapan Denda Aturan Metana Hingga Tiga Tahun
UE Usul Tunda Penerapan Denda Aturan Metana Hingga Tiga Tahun
Pemerintah
Studi: Kekeringan Dapat Meningkatkan Solidaritas Sosial dan Lembaga yang Inklusif
Studi: Kekeringan Dapat Meningkatkan Solidaritas Sosial dan Lembaga yang Inklusif
Pemerintah
Bappenas: Saatnya Menuju Pembangunan Regeneratif
Bappenas: Saatnya Menuju Pembangunan Regeneratif
Pemerintah
AHY: Pertumbuhan Ekonomi Harus Diimbangi Keberlanjutan Lingkungan
AHY: Pertumbuhan Ekonomi Harus Diimbangi Keberlanjutan Lingkungan
Pemerintah
Pos Lintas Batas Negara Diharapkan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Terluar
Pos Lintas Batas Negara Diharapkan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Terluar
Pemerintah
Ketika Festival Musik Tak Lagi Wariskan Gunungan Sampah dan Polusi Lingkungan
Ketika Festival Musik Tak Lagi Wariskan Gunungan Sampah dan Polusi Lingkungan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau