KOMPAS.com - Seekor bayi panda lahir di Taman Safari Indonesia, Jawa Barat, pada Kamis (27/11/2025) pukul 17.31 WIB lalu. Oleh Presiden Prabowo Subianto, bayi panda itu dinamai Satrio Wiratama.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengatakan, bayi panda itu merupakan anak dari indukan panda bernama Hu Chun dan Cai Tao. Kedua indukan panda tersebut merupakan bagian dari kerja sama breeding loan antara Indonesia dengan China Conservation and Research Center for the Giant Panda (CCRCGP), yang berlangsung sejak tahun 2017.
Baca juga:
“Alhamdulillah Bapak Presiden Prabowo memberikan nama yang sangat baik, Satrio Wiratama, yang berarti seorang kesatria yang berani dan berbudi luhur. Suatu nama yang baik. Sangat bermakna," ujar Raja Juli dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).
Mengutip akun Instagram Taman Safari, bayi panda Satrio lahir dengan berat 100–180 gram. Dia langsung dipantau secara intensif oleh tim dokter hewan, penjaga satwa, dan perawat profesional.
"Setiap tahap perawatannya dilakukan dengan penuh kehati-hatian demi memastikan tumbuh kembangnya tetap optimal," tulis akun @taman_safari.
Raja Juli menambahkan, kelahiran Satrio menjadi kabar menggembirakan bagi dunia konservasi nasional dan global. Hal ini juga menandai tonggak penting konservasi satwa langka di kawasan Asia Tenggara.
“Panda ini merupakan mega biodiversity di dunia yang kita miliki. Kelahiran panda ini tidak hanya kelahiran satwa yang luar biasa pentingnya di muka bumi, namun juga ini menyimbolkan kuatnya diplomasi antara Indonesia dan Republik Tiongkok,” ucap Raja Juli.
Menurut dia, keberhasilan kelahiran ini tidak terlepas dari penerapan Assisted Reproductive Technology (ART), rangkaian prosedur medis untuk memperbanyak populasi satwa dilindungi.
Kerja sama ART melibatkan Taman Safari Indonesia, CCRCGP China, Leibniz-Institute for Zoo and Wildlife Research (IZW) Jerman, serta IPB University.
“Ini tidak hanya kelahiran yang menggembirakan, kita menunggu dengan waktu yang cukup lama, ada empat kali perkawinan yang normal tapi akhirnya kita memiliki ART atau bayi tabung,” ujar Raja Juli.
Baca juga:
Bayi panda bernama Satrio Wiratama yang lahir di Taman Safari Indonesia (TSI), Bogor, sedang dijaga dan dicek kesehatan oleh tim dokter di TSI, Puncak Bogor, Selasa (6/1/2026).
Raja Juli menjelaskan, proses kedatangan panda hingga akhirnya melahirkan di Indonesia bukan hal yang singkat. Panda membutuhkan waktu 15 tahun untuk melahirkan bayi Satrio.
Momentum kelahiran bayi panda raksasa, kata Raja Juli, diharapkan dapat memperkuat kerja sama internasional dan komitmen dalam menjaga keanekaragaman hayati.
“Usaha mendatangkan dua ekor panda bapak ibunya Rio ini telah dilakukan pada masa Presiden Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), kemudian diterima pada tahun 2017 oleh Presiden Joko Widodo, dan akhirnya lahirlah bayi Rio ini pada kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto," jelas Raja Juli.
"Jadi ini merupakan momen yang luar biasa tiga presiden menyaksikan perkembangan sejarah panda yang ada di Indonesia,” tambah dia.
Adapun pengumuman kelahiran bayi panda turut dihadiri Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rakyat China, Wang Lu Tong; Pendiri Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang; Pendiri Taman Safari, Frans Manansang; serta Director of Taman Safari Indonesia, Aswin Samampau.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya