Penulis
KOMPAS.com - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menjalankan program rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Hutan Lindung Manggar dan Sungai Wain, Kalimantan Timur, bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Kalimantan Sulawesi, pada Sabtu (20/12/2025).
Lokasi rehabilitasi berada di Hutan Lindung Manggar dan Hutan Lindung Sungai Wain di Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan. Total luas area yang direhabilitasi mencapai 345 hektar.
Baca juga:
"PHM berkomitmen untuk memenuhi seluruh kewajiban sebagai pemegang PPKH (Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan) secara tepat waktu, sekaligus memastikan pelaksanaan rehabilitasi DAS memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, memilih jenis tanaman unggul sesuai kebutuhan lokal, serta dukungan terhadap program penghijauan pemerintah dalam upaya penurunan emisi karbon," kata General Manager PHM, Setyo Sapto Edi lewat keterangan resmi, dilansir Selasa (13/1/2026).
Ilustrasi pohon nangka. PT Pertamina Hulu Mahakam merehabilitasi 345 hektar DAS di Hutan Lindung Manggar dan Sungai Wain untuk jaga ekosistem.Program rehabilitasi DAS ini menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban PPKH, yang dirancang untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Selain itu, program ini juga telah memperoleh penetapan lokasi resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri LHK Nomor SK.11697/Menlhk-PDASRH/KTA/DAS.1/11/2023 tertanggal 3 November 2023.
Adapun saat ini program tersebut telah memasuki tahap pemeliharaan tahun pertama atau P1.
Pola tanam yang diterapkan menggunakan sistem agroforestri. Setiap hektar ditanami 400 batang tanaman pokok dan 100 batang tanaman sela.
Sistem tersebut menggabungkan fungsi ekologis dan ekonomi dalam satu kawasan. Tanaman yang digunakan berasal dari jenis Multi Purpose Tree Species atau MPTS berbasis bibit unggul lokal.
Jenis tanaman buah yang ditanam meliputi manggis, durian, nangka, leci, alpukat, jeruk siam madu, kelengkeng, dan rambutan.
Selain itu, PHM juga menanam tanaman kayu endemik, seperti pulai, mahoni, jelutung, dan meranti.
Untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan, tanaman sela berupa kopi, pala, dan kayu manis turut dikembangkan.
Baca juga:
PT Pertamina Hulu Mahakam merehabilitasi 345 hektar DAS di Hutan Lindung Manggar dan Sungai Wain untuk jaga ekosistem.Dalam pelaksanaannya, PHM menggandeng Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Program Perhutanan Sosial Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Balikpapan. KTH berperan sebagai pemangku kawasan.
Kolaborasi ini bertujuan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus sejalan dengan visi pelestarian hutan dan penguatan ketahanan energi nasional.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya