Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertamina Hulu Mahakam Rehabilitasi 345 Hektar DAS Manggar dan Sungai Wain Kalimantan Timur

Kompas.com, 13 Januari 2026, 14:44 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

KOMPAS.com - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menjalankan program rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Hutan Lindung Manggar dan Sungai Wain, Kalimantan Timur, bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Kalimantan Sulawesi, pada Sabtu (20/12/2025).

Lokasi rehabilitasi berada di Hutan Lindung Manggar dan Hutan Lindung Sungai Wain di Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan. Total luas area yang direhabilitasi mencapai 345 hektar.

Baca juga:

"PHM berkomitmen untuk memenuhi seluruh kewajiban sebagai pemegang PPKH (Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan) secara tepat waktu, sekaligus memastikan pelaksanaan rehabilitasi DAS memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, memilih jenis tanaman unggul sesuai kebutuhan lokal, serta dukungan terhadap program penghijauan pemerintah dalam upaya penurunan emisi karbon," kata General Manager PHM, Setyo Sapto Edi lewat keterangan resmi, dilansir Selasa (13/1/2026).

PHM rehabilitasi DAS di Hutan Manggar dan Sungai Wain

Pola tanam yang diterapkan menggunakan sistem argoforestri

Ilustrasi pohon nangka. PT Pertamina Hulu Mahakam merehabilitasi 345 hektar DAS di Hutan Lindung Manggar dan Sungai Wain untuk jaga ekosistem.WIKIMEDIA COMMONS/ARCHIMIDIS Ilustrasi pohon nangka. PT Pertamina Hulu Mahakam merehabilitasi 345 hektar DAS di Hutan Lindung Manggar dan Sungai Wain untuk jaga ekosistem.

Program rehabilitasi DAS ini menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban PPKH, yang dirancang untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Selain itu, program ini juga telah memperoleh penetapan lokasi resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri LHK Nomor SK.11697/Menlhk-PDASRH/KTA/DAS.1/11/2023 tertanggal 3 November 2023. 

Adapun saat ini program tersebut telah memasuki tahap pemeliharaan tahun pertama atau P1.

Pola tanam yang diterapkan menggunakan sistem agroforestri. Setiap hektar ditanami 400 batang tanaman pokok dan 100 batang tanaman sela.

Sistem tersebut menggabungkan fungsi ekologis dan ekonomi dalam satu kawasan. Tanaman yang digunakan berasal dari jenis Multi Purpose Tree Species atau MPTS berbasis bibit unggul lokal.

Jenis tanaman buah yang ditanam meliputi manggis, durian, nangka, leci, alpukat, jeruk siam madu, kelengkeng, dan rambutan.

Selain itu, PHM juga menanam tanaman kayu endemik, seperti pulai, mahoni, jelutung, dan meranti.

Untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan, tanaman sela berupa kopi, pala, dan kayu manis turut dikembangkan.

Baca juga:

Gandeng Kelompok Tani Hutan 

PT Pertamina Hulu Mahakam merehabilitasi 345 hektar DAS di Hutan Lindung Manggar dan Sungai Wain untuk jaga ekosistem.WIKIMEDIA COMMONS/MICHAEL HERMANN PT Pertamina Hulu Mahakam merehabilitasi 345 hektar DAS di Hutan Lindung Manggar dan Sungai Wain untuk jaga ekosistem.

Dalam pelaksanaannya, PHM menggandeng Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Program Perhutanan Sosial Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Balikpapan. KTH berperan sebagai pemangku kawasan.

Kolaborasi ini bertujuan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus sejalan dengan visi pelestarian hutan dan penguatan ketahanan energi nasional.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau