KOMPAS.com - Mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani ditunjuk sebagai dewan pengurus (governing board) Gates Foundation milik pengusaha dan pendiri Microsoft, Bill Gates dan istrinya, Melinda Gates.
Gates Foundation merupakan organisasi filantropi yang berupaya mengurangi penyakit dan kemiskinan serta membangun dunia yang lebih setara.
Baca juga:
"Kami menginvestasikan keahlian dan sumber daya kami pada organisasi, lembaga penelitian, dan aliansi global yang mendorong kemajuan menuju masa depan yang bebas dari penyakit menular, memberikan kesempatan ekonomi bagi semua, serta menjamin kesehatan ibu dan bayi," tulis laman resmi Gates Foundation, Selasa (13/1/2026).
Gates Foundation sudah melakukan beragam upaya kemanusiaan di Indonesia. Simak beberapa di antaranya:
Kantor Bill & Melinda Gates Foundation di Seattle, Amerika Serikat. Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani bergabung dengan Gates Foundation. Simak jejak Gates Foundation di Indonesia.Saat ini, Gates Foundation bekerja di lebih dari 130 negara dengan staf yang memahami setiap isu dan terikat dengan komunitas setempat.
Di Indonesia, lembaga filantropi ini sempat membahas soal pengembangan Danantara Trust Fund. Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Bill Gates digelar di Istana Merdeka, Rabu, (7/5/2025).
Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan, Danantara Trust Fund bertujuan memperluas kontribusi sosial di bidang pendidikan, sanitasi, dan peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia.
"Pada awal tahun kami memang akan taruh dulu 100 juta dollar AS (Amerika Serikat), dan kami sudah lihat angkanya mungkin dalam waktu lima sampai enam tahun ini kami sudah bisa memberikan ke dalam Danantara Trust Fund ini sebesar satu billion (miliar) dollar AS,” ujar Rosan, dilansir dari laman presidenri.go.id.
Gates Foundation turut berpartisipasi dalam mendukung pendanaan bersama di dalam Danantara Trust Fund melalui program Philanthropy Lab.
Baca juga:
Selain itu, Gates Foundation mendukung pendanaan proyek Scalable Public Health Empowerment, Research and Education Sites (SPHERES) Purbalingga, Jawa Tengah.
SPHERES merupakan inisiatif Oxford University Clinical Research Unit (OUCRU) Indonesia yang dirancang memperkuat layanan kesehatan primer melalui pemanfaatan data serta teknologi digital, dilansir dari laman Kabupaten Purbalingga.
Baca juga: Di Brasil, Indonesia Serukan Penyediaan Vaksin TBC Terbaru
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani bergabung dengan Gates Foundation. Simak jejak Gates Foundation di Indonesia.Indonesia dan Gates Foundation juga bekerja sama terkait uji klinis vaksin tuberkulosis M72/AS01E sejak Maret 2024. Indonesia menjadi salah satu dari lima negara yang terlibat dalam uji klinis tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.id.
National Principal Investigator Vaccine M72 for Indonesia sekaligus Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Erlina Burhan waktu itu menuturkan, uji klinis vaksin TB M72/AS01E tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga Afrika Selatan, Kenya, Malawi, dan Zambia.
Total partisipan yang terlibat dalam uji klinis fase ketiga ini berjumlah 20.000 orang dengan 2.000 orang di antaranya merupakan orang Indonesia, dikutip oleh Antara.
Kerja sama bidang kesehatan antara Indonesia dengan Gates Foundation terjadi sejak tahun 2009 melalui penanggulangan HIV di Indonesia.
Lalu pendanaan AIDS dan program Keluarga Berencana pada tahun 2013, berlanjut tahun 2023 berupa dukungan transformasi sistem kesehatan. Kemudian, produksi vaksin nOPV2 dengan Biofarma untuk mencegah penularan polio tahun 2024.
Sri Mulyani ditunjuk menjadi anggota dewan pengurus Gates Foundation, yayasan filantropi milik Bill Gates. Ditunjuk Jadi Dewan Pengurus Gates Foundation, Ini Respons Sri MulyaniCEO Gates Foundation sekaligus anggota dewan pengurus, Mark Suzman menyatakan, pengalaman Sri Mulyani dalam bidang ekonomi yang panjang dan beragam menjadi salah satu alasan penunjukkannya menjadi dewan pengurus.
"Sri Mulyani membawa pengalaman yang sangat mendalam dalam membentuk hasil pembangunan ekonomi yang lebih adil, keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan ini," kata Suzman.
Gates Foundation menyampaikan, Sri Mulyani bergabung pada saat yang tepat. Dalam dua dekade ke depan, yayasan ini berkomitmen untuk menghabiskan dana abadi untuk fokus pada tiga tujuan utama.
Baca juga: 80 Persen Penyakit Usia Dewasa Bisa Dicegah dengan Vaksin
Tiga tujuan tersebut yakni mengakhiri kematian ibu dan bayi yang sebenarnya bisa dicegah, memastikan generasi berikutnya tumbuh tanpa ancaman penyakit menular mematikan, serta mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan dan mengarahkan mereka menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
"Dengan waktu 20 tahun untuk menciptakan dampak sebesar mungkin bagi mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat bisa bergabung dengan dewan Gates Foundation untuk berkontribusi di momen penting yang penuh tantangan sekaligus peluang ini," jelas Sri Mulyani di situs web resmi Gates Foundation.
Sri Mulyani menambahkan, dirinya sudah bekerja sama dengan organisasi tersebut sekitar satu dekade, khususnya untuk mengeksplorasi teknologi bagi kemaslahatan banyak orang secara inklusif dan berkelanjutan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya