Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation Milik Bill Gates, Ini Jejaknya di Indonesia

Kompas.com, 13 Januari 2026, 19:23 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani ditunjuk sebagai dewan pengurus (governing board) Gates Foundation milik pengusaha dan pendiri Microsoft, Bill Gates dan istrinya, Melinda Gates.

Gates Foundation merupakan organisasi filantropi yang berupaya mengurangi penyakit dan kemiskinan serta membangun dunia yang lebih setara.

Baca juga: 

"Kami menginvestasikan keahlian dan sumber daya kami pada organisasi, lembaga penelitian, dan aliansi global yang mendorong kemajuan menuju masa depan yang bebas dari penyakit menular, memberikan kesempatan ekonomi bagi semua, serta menjamin kesehatan ibu dan bayi," tulis laman resmi Gates Foundation, Selasa (13/1/2026).

Gates Foundation sudah melakukan beragam upaya kemanusiaan di Indonesia. Simak beberapa di antaranya:

Jejak Gates Foundation di Indonesia

Danantara Trust Fund

Kantor Bill & Melinda Gates Foundation di Seattle, Amerika Serikat. Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani bergabung dengan Gates Foundation. Simak jejak Gates Foundation di Indonesia.Dok. Wikimedia Commons/Sea Cow Kantor Bill & Melinda Gates Foundation di Seattle, Amerika Serikat. Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani bergabung dengan Gates Foundation. Simak jejak Gates Foundation di Indonesia.

Saat ini, Gates Foundation bekerja di lebih dari 130 negara dengan staf yang memahami setiap isu dan terikat dengan komunitas setempat. 

Di Indonesia, lembaga filantropi ini sempat membahas soal pengembangan Danantara Trust Fund. Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Bill Gates digelar di Istana Merdeka, Rabu, (7/5/2025).

Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan, Danantara Trust Fund bertujuan memperluas kontribusi sosial di bidang pendidikan, sanitasi, dan peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia.

"Pada awal tahun kami memang akan taruh dulu 100 juta dollar AS (Amerika Serikat), dan kami sudah lihat angkanya mungkin dalam waktu lima sampai enam tahun ini kami sudah bisa memberikan ke dalam Danantara Trust Fund ini sebesar satu billion (miliar) dollar AS,” ujar Rosan, dilansir dari laman presidenri.go.id.

Gates Foundation turut berpartisipasi dalam mendukung pendanaan bersama di dalam Danantara Trust Fund melalui program Philanthropy Lab.

Baca juga:

SPHERES di Purbalingga

Selain itu, Gates Foundation mendukung pendanaan proyek Scalable Public Health Empowerment, Research and Education Sites (SPHERES) Purbalingga, Jawa Tengah.

SPHERES merupakan inisiatif Oxford University Clinical Research Unit (OUCRU) Indonesia yang dirancang memperkuat layanan kesehatan primer melalui pemanfaatan data serta teknologi digital, dilansir dari laman Kabupaten Purbalingga. 

Baca juga: Di Brasil, Indonesia Serukan Penyediaan Vaksin TBC Terbaru

Uji klinis vaksin tuberkulosis

Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani bergabung dengan Gates Foundation. Simak jejak Gates Foundation di Indonesia.canva.com Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani bergabung dengan Gates Foundation. Simak jejak Gates Foundation di Indonesia.

Indonesia dan Gates Foundation juga bekerja sama terkait uji klinis vaksin tuberkulosis M72/AS01E sejak Maret 2024. Indonesia menjadi salah satu dari lima negara yang terlibat dalam uji klinis tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.id.

National Principal Investigator Vaccine M72 for Indonesia sekaligus Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Erlina Burhan waktu itu menuturkan, uji klinis vaksin TB M72/AS01E tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga Afrika Selatan, Kenya, Malawi, dan Zambia.

Total partisipan yang terlibat dalam uji klinis fase ketiga ini berjumlah 20.000 orang dengan 2.000 orang di antaranya merupakan orang Indonesia, dikutip oleh Antara

Kerja sama bidang kesehatan antara Indonesia dengan Gates Foundation terjadi sejak tahun 2009 melalui penanggulangan HIV di Indonesia. 

Lalu pendanaan AIDS dan program Keluarga Berencana pada tahun 2013, berlanjut tahun 2023 berupa dukungan transformasi sistem kesehatan. Kemudian, produksi vaksin nOPV2 dengan Biofarma untuk mencegah penularan polio tahun 2024. 

Sri Mulyani di Gates Foundation

Sri Mulyani ditunjuk menjadi anggota dewan pengurus Gates Foundation, yayasan filantropi milik Bill Gates. Ditunjuk Jadi Dewan Pengurus Gates Foundation, Ini Respons Sri MulyaniDOK. Blavatnik school of government Sri Mulyani ditunjuk menjadi anggota dewan pengurus Gates Foundation, yayasan filantropi milik Bill Gates. Ditunjuk Jadi Dewan Pengurus Gates Foundation, Ini Respons Sri Mulyani

CEO Gates Foundation sekaligus anggota dewan pengurus, Mark Suzman menyatakan, pengalaman Sri Mulyani dalam bidang ekonomi yang panjang dan beragam menjadi salah satu alasan penunjukkannya menjadi dewan pengurus.

"Sri Mulyani membawa pengalaman yang sangat mendalam dalam membentuk hasil pembangunan ekonomi yang lebih adil, keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan ini," kata Suzman.

Gates Foundation menyampaikan, Sri Mulyani bergabung pada saat yang tepat. Dalam dua dekade ke depan, yayasan ini berkomitmen untuk menghabiskan dana abadi untuk fokus pada tiga tujuan utama.

Baca juga: 80 Persen Penyakit Usia Dewasa Bisa Dicegah dengan Vaksin

Tiga tujuan tersebut yakni mengakhiri kematian ibu dan bayi yang sebenarnya bisa dicegah, memastikan generasi berikutnya tumbuh tanpa ancaman penyakit menular mematikan, serta mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan dan mengarahkan mereka menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

"Dengan waktu 20 tahun untuk menciptakan dampak sebesar mungkin bagi mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat bisa bergabung dengan dewan Gates Foundation untuk berkontribusi di momen penting yang penuh tantangan sekaligus peluang ini," jelas Sri Mulyani di situs web resmi Gates Foundation.

Sri Mulyani menambahkan, dirinya sudah bekerja sama dengan organisasi tersebut sekitar satu dekade, khususnya untuk mengeksplorasi teknologi bagi kemaslahatan banyak orang secara inklusif dan berkelanjutan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Laba Melonjak 578 Persen, Seberapa Jauh Ambisi Keberlanjutan BTN?
Laba Melonjak 578 Persen, Seberapa Jauh Ambisi Keberlanjutan BTN?
BUMN
El Nino Diprediksi Terjadi Lagi Tahun 2026, Dunia Bisa Makin Panas
El Nino Diprediksi Terjadi Lagi Tahun 2026, Dunia Bisa Makin Panas
Pemerintah
Kurangi Camilan dan Minuman Rendah Gizi Bisa Tekan Dampak Lingkungan
Kurangi Camilan dan Minuman Rendah Gizi Bisa Tekan Dampak Lingkungan
LSM/Figur
Abrasi Ban Jadi Sumber Mikroplastik di Udara, Bisa Masuk ke Paru-paru
Abrasi Ban Jadi Sumber Mikroplastik di Udara, Bisa Masuk ke Paru-paru
LSM/Figur
PBB Sahkan Kredit Karbon Pertama Sesuai Standar Perjanjian Paris
PBB Sahkan Kredit Karbon Pertama Sesuai Standar Perjanjian Paris
Pemerintah
Inggris Berencana Pangkas Dana Iklim dan Konservasi untuk Asia dan Afrika
Inggris Berencana Pangkas Dana Iklim dan Konservasi untuk Asia dan Afrika
Pemerintah
Kasus Pembunuhan Gajah Tanpa Kepala di Riau, 15 Orang Jadi Tersangka
Kasus Pembunuhan Gajah Tanpa Kepala di Riau, 15 Orang Jadi Tersangka
Pemerintah
Hingga Akhir 2025, Xurya Kembangkan Lebih dari 300 Proyek PLTS di Indonesia
Hingga Akhir 2025, Xurya Kembangkan Lebih dari 300 Proyek PLTS di Indonesia
Swasta
Konflik Israel-AS Vs Iran Bisa Picu Transisi Energi di Indonesia?
Konflik Israel-AS Vs Iran Bisa Picu Transisi Energi di Indonesia?
LSM/Figur
Serangan AS-Israel ke Iran Ancam Transisi Energi dan Emisi Global
Serangan AS-Israel ke Iran Ancam Transisi Energi dan Emisi Global
LSM/Figur
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, PBB Soroti Pentingnya Energi Terbarukan
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, PBB Soroti Pentingnya Energi Terbarukan
Pemerintah
Perang AS-Israel Vs Iran Picu Lonjakan Harga CPO, Petani Sawit Bisa Paling Terdampak
Perang AS-Israel Vs Iran Picu Lonjakan Harga CPO, Petani Sawit Bisa Paling Terdampak
LSM/Figur
Babak Baru Kasus Anak Gajah Mati di TN Tesso Nilo, Polisi Tangkap Tersangka
Babak Baru Kasus Anak Gajah Mati di TN Tesso Nilo, Polisi Tangkap Tersangka
Pemerintah
Mengapa Banyak Karyawan Resign Setelah Dapat THR Lebaran?
Mengapa Banyak Karyawan Resign Setelah Dapat THR Lebaran?
LSM/Figur
Bahan Kimia Abadi PFAS Terdeteksi dalam Makanan Anjing dan Kucing
Bahan Kimia Abadi PFAS Terdeteksi dalam Makanan Anjing dan Kucing
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau