KOMPAS.com - Kubah Prudhoe (Prudhoe Dome), gumpalan es raksasa seluas 2.500 kilometer persegi atau seukuran negara Luksemburg, di Greenland berpotensi kembali mencair pada abad ini.
Studi terbaru mengungkapkan, pencairan lapisan es Kubah Prudhoe dapat menaikkan permukaan laut global. Para peneliti mengebor sedalam 500 meter menembus pusat Kubah Prudhoe untuk mengumpulkan inti sedimen dan batuan dasar sepanjang tujuh meter.
Baca juga:
Kubah es Prudhoe di Greenland seluas 2.500 kilometer persegi berpotensi mencari kembali abad ini. Aktivitas manusia termasuk penyebabnya.
Teknik penanggalan menggunakan cahaya inframerah menunjukkan bahwa pasir di permukaan inti sedimen Kubah Prudhoe telah memutih akibat sinar matahari sekitar 7.000 tahun lalu, sekitar awal periode Holosen.
Temuan tersebut dinilai jauh lebih "baru" dibanding temuan sebelumnya. Tidak hanya itu, pencairan tersebut menunjukkan bahwa Kubah Prudhoe lebih sensitif terhadap suhu yang relatif hangat, dilansir dari Euronews, Selasa (13/1/2026).
Periode Holosen berlangsung sekitar 11.700 tahun terakhir, yang ditandai dengan iklim yang relatif hangat, serta suhu sekitar tiga derajat celsius sampai lima derajat celsius lebih tinggi dibanding saat ini.
Suhu di Greenland bisa kembali mencapai tiga derajat celsius hingga lima derajat celsius pada tahun 2100 akibat krisis iklim yang dipicu oleh ulah manusia.
"Hal ini adalah bukti yang sangat langsung bahwa lapisan es sangat sensitif terhadap pemanasan, bahkan dalam jumlah yang relatif kecil yang terjadi pada zaman Holosen, seperti yang kita khawatirkan,” ujar Yarrow Axford dari Northwestern University di Illinois, Amerika Serikat, yang tidak terlibat dalam studi ini, dilansir dari NewScientist.
Sementara itu, profesor yang memimpin studi ini, Jason Briner mengatakan, periode Holosen merupakan masa yang dikenal dengan stabilitas iklim.
Pada periode tersebut, manusia pertama kali mulai mengembangkan praktik pertanian dan mengambil langkah-langkah menuju peradaban.
"Jika perubahan iklim alami dan moderat pada era tersebut telah melelehkan Kubah Prudhoe dan membuatnya tetap mundur selama ribuan tahun, mungkin hanya masalah waktu sebelum ia mulai meleleh kembali akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia saat ini," ucap Briner.
Adapun pencairan lapisan es Greenland dapat memicu kenaikan permukaan laut secara global, mulai dari puluhan sentimeter hingga satu meter pada abad ini.
Para peneliti perlu lebih memahami seberapa cepat berbagai bagian lapisan es akan menghilang dengan mempersempit prediksi tersebut.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya