Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Energi Surya Masuk Mal, 4 Mal NWP Property Gunakan PLTS Atap

Kompas.com, 14 Januari 2026, 21:55 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - NWP Property bekerja sama dengan Xurya Daya Indonesia meresmikan pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap on-grid di empat mal yaitu The Park Pejaten, Jakarta Selatan; Citiplaza Bondowoso, Jawa Timur; Citimall Garut, Jawa Barat; dan The Park Semarang, Jawa Tengah.

"Kami selalu mencari cara untuk meningkatkan efisiensi energi di pusat perbelanjaan kami. Dan, kami percaya bahwa masa depan yang lebih bersih dan hijau tidak hanya baik untuk lingkungan, tetapi juga baik untuk keberlanjutan bisnis," ujar Research & Development Advisor NWP Property, Dhawal Doshi di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca juga:

Pemasangan PLTS atap tersebut termasuk upaya menghadirkan pengelolaan ritel yang ramah lingkungan dan selaras dengan agenda transisi energi nasional.

Dengan kapasitas terpasang lebih dari 2.000 kWp, sistem PLTS atap on-grid ini diproyeksikan menghasilkan hampir 3,3 juta kWh energi bersih per tahun.

Mulai hari Rabu (14/1/2026), pengunjung The Park Pejaten dapat melihat dan mempelajari display instalasi PLTS atap yang dihadirkan sebagai sarana edukatif untuk mengenal pemanfaatan energi surya.

Instalasi PLTS atap di mal ini terdiri dari tiga komponen utama yang mendukung kinerja sistem secara menyeluruh. Pertama, PV Module (panel surya) berfungsi menangkap energi matahari dan menghasilkan listrik arus searah (DC).

Kedua, Solar Inverter mengonversi DC menjadi listrik arus bolak-balik (AC) agar dapat digunakan untuk operasional pusat perbelanjaan.

Ketiga, Zero Export System untuk memastikan energi surya dimanfaatkan langsung di dalam mal dan tidak mengalir kembali ke jaringan PLN. Zero Export System juga mendukung stabilitas jaringan.

Seluruh performa sistem dipantau secara real-time melalui power meter dan sistem monitoring terpusat.

Baca juga: Kemenhut: Kayu Hanyutan Banjir hanya Bisa Dimanfaatkan untuk Rehabilitasi Pascabencana

Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di mal

Disebut setara dengan pengurangan emisi karbon tiga juta kilogram CO2

Dampak lingkungan dari pemasangan PLTS atap ini disebut setara dengan pengurangan emisi karbon sekitar tiga juta kilogram karbon dioksida (CO2) per tahun, atau menanam lebih dari 39.000 pohon.

Secara keseluruhan, lebih dari 2.800 panel surya terpasang di area sekitar 11.000 meter persegi di keempat mal tersebut.

Untuk rencana selanjutnya, perusahaan ini akan memasang instalasi PLTS atap di real estate komersial mereka yang sedang dibangun di Gorontalo.

Perusahaan ini juga berencana memasang PLTS atap berkapasitas lebih dari 250 kWp di Citimall Gorontalo.

Pemanfaatan energi bersih melalui pemasangan PLTS atap merupakan respons NWP Property terhadap meningkatnya permintaan akan destinasi green retail.

Baca juga:

Green retail tak cuma tren

Empat mal NWP Property ditenagai PLTS atap on-grid berkapasitas 2.000 kWp, menghasilkan 3,3 juta kWh energi bersih.SHUTTERSTOCK/DIYANA DIMITROVA Empat mal NWP Property ditenagai PLTS atap on-grid berkapasitas 2.000 kWp, menghasilkan 3,3 juta kWh energi bersih.

Menurut Dhawal, konsep green retail tidak hanya tren, tapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam evolusi destinasi ritel agar tetap relevan dengan kebutuhan masa depan.

Pusat perbelanjaan merupakan ruang publik yang digunakan oleh ribuan orang setiap harinya untuk melepas penat dari hiruk-pikuk kehidupan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya pusat perbelanjaan menjadi oasis yang berkelanjutan bagi pengunjung.

Melalui pemanfaatan PLTS atap, NWP Property ingin menunjukkan bahwa pengelolaan mal bisa berjalan seiring dengan efisiensi operasional, tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung maupun aktivitas bisnis di dalamnya.

"Sebagai pelanggan, jika Anda tertarik pada efisiensi energi, sebenarnya, bayangkan 10 tahun yang lalu melihat panel surya di atap, itu bukanlah sesuatu yang umum. Sekarang Anda pergi ke mal yang Anda kunjungi hampir setiap hari dan Anda menyadari bahwa mal tersebut ditenagai oleh panel surya fotovoltaik. Saya rasa itu adalah perasaan yang baik bagi pelanggan," jelas Dhawal.

Baca juga: Surya dan Angin Kalahkan Batu Bara, Saatnya Semua Gaspol Investasi Hijau

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total 'Great Barrier Reef' Akibat El Nino
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total "Great Barrier Reef" Akibat El Nino
Pemerintah
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Swasta
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
LSM/Figur
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
LSM/Figur
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
LSM/Figur
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
LSM/Figur
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
LSM/Figur
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Pemerintah
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau