Sementara itu, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menjelaskan PECI akan berfokus pada pengembangan agroforestri, ekowisata berbasis konservasi, serta implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai model konservasi nasional.
“Melalui program PECI di Provinsi Aceh, Indonesia memprioritaskan perlindungan gajah sumatera yang terancam punah. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, program ini diperluas menjadi 90.000 hektar pada Agustus 2025," ucap dia.
Menurut CEO WWF Indonesia, Aditya Bayunanda, perlindungan habitat gajah sumatera di wilayah Peusangan sangat penting untuk menjaga sumber air dan cadangan karbon guna menghadapi krisis iklim global.
PECI menunjukkan bagaimana pembiayaan konservasi inovatif dapat mendorong aksi lokal untuk melestarikan area keanekaragaman hayati di Indonesia.
"Yang mencakup hingga 93 juta hektar (area), serta mendukung visi Indonesia untuk masa depan yang tangguh terhadap iklim," tutur Aditya.
Baca juga:
Diberitakan sebelumnya, peneliti IPB University mencatat bahwa Sumatera menjadi wilayah dengan angka penurunan biodiversitas tertinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.
Menggunakan analisis Biodiversity Intactness Index (BII), peneliti menyebut Sumatera mencatat tingkat kehilangan biodiversitas tertinggi selama 2017 hingga 2020.
Angka kehilangan biodiversitas tahun 2050 diperkirakan mencapai sekitar 15 persen.
Sementara itu, pada skenario keberlanjutan dapat ditekan hingga sekitar 11 persen. Analisis lebih lanjut dilakukan terhadap habitat spesies kunci yakni gajah, orangutan, dan harimau sumatera.
Berdasarkan skenario bisnis habitat gajah di Sumatera diproyeksikan menurun hingga 66 persen.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya