Temuan tersebut menantang asumsi lama bahwa pembentukan aerosol dihasilkan dari kontribusi independen masing-masing prekursor kimia, seperti asam sulfat atau molekul organik.
Secara tradisional, pembentukan aerosol telah diperlakukan sebagai kontribusi terpisah dari prekursor yang berbeda.
Namun, temuan tersebut menunjukkan bahwa prekursor-prekursor ini dapat bereaksi secara kimia satu sama lain untuk membentuk senyawa yang sepenuhnya baru.
Para peneliti mengidentiifkasi OOS sebagai kelas prekursor nukleasi aerosol baru, yang sebelumnya tidak dikenali dan tidak termasuk dalam sebagian besar model saat ini.
Baca juga:
Memahami interaksi tersebut sangat penting, mengingat sebagian besar lingkungan di dunia nyata mengandung campuran emisi antropogenik dan biogenik, atau jenis kontaminasi udara, air, atau tanah yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme, tumbuhan, dan hewan.
"Lingkungan yang sepenuhnya biogenik atau sepenuhnya antropogenik sebenarnya cukup langka di atmosfer nyata," tutur Lee.
Kawasan perkotaan masih mengandung emisi alami substansial dari vegetasi dan wilayah berhutan sering dipengaruhi oleh polusi yang diangkut jarak jauh.
Dalam memahami polusi udara dan dampaknya secara realistis, kata Lee, perlu mempelajari sistem campuran yang kompleks ini.
Banyak kota di Amerika Serikat, seperti Atlanta dan Houston, mengalami polusi sulfur dioksida yang tinggi dari pembangkit listrik di dekatnya dan pada saat bersamaan juga memiliki emisi biogenik yang kuat dari vegetasi.
Selain itu, polutan perkotaan yang baru muncul, seperti produk perawatan pribadi dan pembersih, mengeluarkan senyawa aromatik alami dari minyak atsiri (monoterpen). Misalnya, limonene atau aroma jeruk.
Penelitian selanjutnya akan mengkaji bagaimana limonene, ozon, dan sulfur dioksida berinteraksi membentuk OOS di lingkungan perkotaan.
"Penelitian ini akan sangat penting untuk meningkatkan pemahaman kita tentang kualitas udara di kota-kota karena emisi dari sumber-sumber baru ini terus meningkat," ucapnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya