Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Madu Hutan, Warisan Herbal dalam Ikhtiar Sehat Keluarga Indonesia

Kompas.com, 24 Januari 2026, 22:14 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

Menurut Alula, perubahan mulai ia rasakan setelah menjalani rutinitas tersebut. Ia kembali melakukan USG beberapa bulan kemudian.

“Hasil USG berikutnya menunjukkan ukuran kista mengecil. Nyeri juga sudah tidak terasa dan haid mulai teratur,” ujarnya.

Meski demikian, Alula menegaskan bahwa apa yang ia lakukan adalah bagian dari ikhtiar pribadi, bukan jalan instan.

“Saya tetap periksa ke dokter. Herbal buat saya itu pendamping, bukan pengganti,” tutur Alula.

Pelengkap gaya hidup sehat

Pendekatan semacam itu sejalan dengan pandangan dokter umum sekaligus konten kreator edukasi kesehatan lulusan Universitas Padjadjaran dr Haidar An Nuridy. Ia memandang madu sebagai salah satu herbal alami yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kesehatan, selama digunakan secara bijak.

“Madu merupakan herbal alami yang bermanfaat untuk mendukung kesehatan dan daya tahan tubuh. Madu bisa menjadi pelengkap gaya hidup sehat karena mengandung zat alami yang membantu menjaga stamina, pencernaan, dan imunitas,” kata dr Haidar.

Ia menjelaskan, madu mengandung antioksidan, enzim, vitamin, mineral, serta senyawa antibakteri alami. Secara sederhana, zat-zat tersebut membantu melawan radikal bebas, mendukung sistem imun, dan membantu proses perbaikan sel di dalam tubuh.

Baca juga: Kebijakan Pencegahan Kanker Serviks di Indonesia Dinilai Belum Menyeluruh

Namun, Haidar menekankan bahwa madu dan herbal lain sebaiknya ditempatkan sebagai pendamping, bukan pengganti pengobatan medis.

“Untuk keluhan ringan atau menjaga daya tahan tubuh, madu bisa bermanfaat. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk kondisi serius, seperti kista atau benjolan, agar penyebabnya jelas dan terapinya tepat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kualitas madu, dosis konsumsi, serta kondisi kesehatan masing-masing individu. Penderita diabetes, ibu hamil, atau pasien dengan penyakit tertentu disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum rutin mengonsumsi herbal.

“Kombinasi herbal dan medis akan lebih aman dan optimal untuk kesehatan jangka panjang,” kata Haidar.

Warisan yang relevan dengan zaman

Di tengah peningkatan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup preventif, madu hutan tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia.

Spesies Apis dorsata yang hidup liar di hutan tropis Indonesia menghasilkan madu dengan karakteristik berbeda ketimbang madu ternak. Keberadaannya pun berkaitan erat dengan kelestarian hutan dan ekosistem.

Bagi masyarakat Indonesia, madu hutan bukan sekadar komoditas, melainkan bagian dari ingatan kolektif tentang cara merawat tubuh secara alami. Praktik ini sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3, yakni memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia melalui pendekatan promotif dan preventif.

Baca juga: Pertagas Kembangkan Budidaya Madu hingga Ikan Keramba untuk Berdayakan Masyarakat Riau

Dalam konteks modern, warisan herbal tersebut mulai diadaptasi dalam bentuk yang lebih praktis dan terstandar, salah satunya melalui produk Zymuno.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau