Brand Manager Zymuno Sendhi Dhania menjelaskan bahwa produk kesehatan berbasis madu dan herbal umumnya mengombinasikan madu sebagai sumber energi dengan ekstrak tanaman lain yang memiliki fungsi berbeda.
“Temu putih, meniran hijau, daun kelor, dan temulawak dikenal mengandung senyawa aktif yang berperan dalam menjaga metabolisme, mendukung sistem imun, serta membantu fungsi organ vital selama masa pemulihan,” ujarnya.
Zymuno, kata Sendhi, menggabungkan madu hutan dengan berbagai ekstrak herbal tersebut sebagai suplemen pendamping daya tahan tubuh. Produk ini telah terdaftar du Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta bersertifikasi halal.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa peran produk herbal tetap berada dalam kerangka gaya hidup sehat secara menyeluruh.
“Kami selalu mendorong edukasi agar masyarakat memahami bahwa kesehatan adalah proses jangka panjang, bukan hasil instan,” tutur Sendhi.
Kisah Alula, pandangan medis, dan kekayaan madu hutan Indonesia menunjukkan satu benang merah bahwa kesehatan kerap dirawat melalui proses, bukan jalan pintas.
Madu hutan, seperti yang terkandung dalam Zymuno, hadir sebagai bagian dari ikhtiar yang berakar dari alam, diwariskan oleh tradisi, dan kini dipadukan dengan pengetahuan modern.
Dalam ikhtiar sehat masyarakat Indonesia, warisan herbal, seperti madu hutan, bukan sekadar cerita masa lalu. Warisan herbal akan terus menemukan relevansinya selama dimaknai secara bijak dan disertai kesadaran akan pentingnya pendampingan medis.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya