Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

NASA Geser Jadwal Misi Bulan Artemis 2 akibat Suhu Dingin

Kompas.com, 1 Februari 2026, 07:37 WIB
Add on Google
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber AFP

KOMPAS.com - NASA menunda misi ke bulan Artemis 2. Jadwal peluncuran astronot ke bulan pun diundur jadi Minggu (8/2/2026), mundur dua hari dari rencana sebelumnya. 

Penyebab utama pengunduran ini adalah suhu dingin yang diperkirakan melanda Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, lokasi peluncuran roket raksasa setinggi 98 meter yang akan membawa kapsul Orion.

"Cuaca yang diperkirakan terjadi akhir pekan ini akan mengganggu kondisi peluncuran," kata NASA dalam sebuah pernyataan, dilansir dari AFP, Jumat (31/1/2026).

Baca juga:

NASA undur jadwal misi ke bulan Artemis 2

Bagian dari gelombang udara Arktik yang menyapu wilayah Amerika Serikat

NASA menunda misi bulan Artemis 2 akibat cuaca dingin ekstrem di Florida yang melanggar syarat keselamatan peluncuran.Freepik/wirestock NASA menunda misi bulan Artemis 2 akibat cuaca dingin ekstrem di Florida yang melanggar syarat keselamatan peluncuran.

Dalam pernyataannya, NASA menekankan bahwa kondisi cuaca akhir pekan ini tidak memenuhi syarat peluncuran. Suhu beku berpotensi melanggar batas aman yang sudah ditetapkan.

Florida yang biasanya identik dengan cuaca hangat diperkirakan mengalami suhu terendah dalam beberapa dekade. Angka suhu diprediksi mendekati titik beku.

Cuaca ekstrem ini merupakan bagian dari gelombang udara Arktik yang menyapu sebagian besar wilayah Amerika Serikat.

Gelombang dingin tersebut datang setelah badai musim dingin mematikan yang menyebabkan banyak wilayah berada dalam kondisi darurat. Florida pun tidak luput dari dampaknya.

Baca juga:

Sebelum penundaan diumumkan, NASA sebenarnya bersiap melakukan uji pengisian bahan bakar penting pada akhir pekan. Uji ini menjadi salah satu tahapan krusial sebelum roket benar-benar diluncurkan.

NASA menargetkan pelaksanaan uji akhir pada Senin, jika cuaca memungkinkan. Setelah rangkaian uji tersebut selesai, NASA baru akan menentukan tanggal peluncuran final.

Perubahan jadwal ini membuat peluang peluncuran Artemis 2 pada Februari semakin sempit. Saat ini, hanya tersisa tiga jendela waktu peluncuran potensial sepanjang bulan tersebut.

Tim Artemis 2 yang terdiri dari empat astronot masih menjalani karantina di Houston, Amerika Serikat. Karantina ini dilakukan untuk menjaga kesehatan kru menjelang penerbangan bersejarah tersebut.

NASA menunda misi bulan Artemis 2 akibat cuaca dingin ekstrem di Florida yang melanggar syarat keselamatan peluncuran.Freepik/Wirestock NASA menunda misi bulan Artemis 2 akibat cuaca dingin ekstrem di Florida yang melanggar syarat keselamatan peluncuran.

NASA juga memastikan bahwa kapsul Orion tetap berada dalam kondisi aman meski suhu turun drastis.

Pemanas dipasang di bagian atas kapsul Orion untuk menjaga suhu tetap stabil. Selain itu, sistem pembuangan udara telah dikonfigurasi khusus agar sesuai dengan kondisi cuaca dingin. 

Di sisi lain, NASA juga tengah bersiap meluncurkan kru baru ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Misi ini dijadwalkan berlangsung sangat dekat dengan rencana peluncuran Artemis 2. Koordinasi pun dilakukan secara ketat agar tidak terjadi konflik jadwal.

Rotasi kru NASA ke ISS berikutnya berpotensi dilakukan pada Rabu (11/2/2026). Namun, jadwal ini masih bisa berubah tergantung keputusan akhir terkait Artemis 2.

Baca juga: NASA Luncurkan Perangkat Pendeteksi Gas Rumah Kaca

Menurut Administrator Direktorat Misi Operasi Luar Angkasa NASA, Ken Bowersox, tim bekerja sangat hati-hati agar kedua misi tetap bisa berjalan tanpa saling mengganggu.

Ada kemungkinan kru Crew-12 ke ISS akan berada di ruang angkasa bersamaan dengan tim Artemis.

Para astronot ISS disebut menyambut kemungkinan tersebut dengan antusias. Jessica Meir, komandan Crew-12, mengatakan mereka akan senang jika bisa berkomunikasi langsung dari orbit dengan tim misi Bulan.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau