KOMPAS.com - Hutan di seluruh dunia terus kehilangan spesies pohon paling penting akibat perubahan iklim, deforestasi, dan hilangnya habitat, menurut studi terbaru.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Plans, para peneliti memperingatkan bahwa meski terjadi perlahan, konsisi berpotensi menimbulkan dampak besar bagi stabilitas ekosistem hutan.
Baca juga:
“Kita berbicara tentang spesies yang sangat unik, terutama yang terkonsentrasi di wilayah tropis dan subtropis di mana keanekaragaman hayati tinggi serta ekosistem saling terhubung secara erat," kata peneliti utama studi dari Aarhus University, Jens Christian Svenning, dilansir dari Scitech Daily, Selasa (3/2/2026).
Saat pohon-pohon asli tersingkir maka keanekaragaman hayati menurun, menyebabkan ketahanan terhadap penyakit melemah, dan hutan kehilangan sebagian besar kemampuannya untuk menyimpan karbon dioksida (CO2).
Spesies pohon paling penting di dalam hutan disebut terus berkurang akibat perubahan iklim dan alih fungsi lahan. Para peneliti mengkaji lebih dari 31.000 spesies pohon di dunia dalam penelitiannya untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana hutan dapat berubah pada masa depan.
Analisis ini berfokus pada pergeseran komposisi spesies, stabilitas ekosistem, serta kemampuan hutan untuk menjalankan fungsi-fungsi ekologis yang krusial.
Hasilnya menunjukkan, spesies pohon yang tumbuh cepat kemungkinan akan semakin mendominasi.
Pada saat yang sama, pohon-pohon yang tumbuh lambat dan lebih terspesialisasi menghadapi risiko penurunan atau kepunahan yang tinggi seiring meningkatnya tekanan pada lingkungan.
Svenning menilai, tren tersebut sangat mengkhawatirkan. Menurut dia, spesies dengan sebaran geografis yang terbatas sangat rentan.
Setelah pohon-pohon ini hilang, peran ekologis unik yang mereka mainkan kemungkinan tidak tergantikan sehingga melemahkan fungsi ekosistem hutan di dunia.
Ia menekankan bahwa spesies dengan sebaran geografis yang sangat terbatas sangat rentan. Ketika pohon-pohon ini hilang, peran ekologis unik yang mereka jalankan mungkin tidak dapat digantikan, sehingga semakin melemahkan ekosistem hutan di seluruh dunia.
"Spesies yang paling terancam umumnya adalah spesies spesialis yang tumbuh lambat," tutur Svenning.
Spesies pohon paling penting di dalam hutan disebut terus berkurang akibat perubahan iklim dan alih fungsi lahan. Spesies yang dimaksud, antara lain pohon-pohon berdaun tebal, kayu padat, dan berumur panjang khususnya di hutan tropis dan subtropis.
Pohon-pohon ini membentuk tulang punggung ekosistem hutan dan berkontribusi terhadap stabilitas, penyimpanan karbon, serta ketahanan terhadap perubahan iklim.
Jika tren perubahan iklim dan eksploitasi hutan berlanjut, artinya hutan akan didominasi pohon-pohon berdaun tipis dengan kepadatan kayu rendah yang memungkinkan pertumbuhan cepat dalam jangka pendek. Contohnya berbagai spesies akasia, eukaliptus, poplar, dan pinus.
Svenning menjelaskan, spesies tumbuhan tersebut lebih rentan terhadap kekeringan, badai, hama, maupun guncangan iklim.
Alhasil, pohon menjadi kurang stabil dan tak efektif menyimpan CO2 dalam jangka panjang.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya