"Pada skenario bisnis seperti biasa, kehilangan biodiversitas hingga tahun 2050 diperkirakan mencapai sekitar 15 persen. Sementara pada skenario keberlanjutan dapat ditekan hingga sekitar 11 persen," kata Syartinilia dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).
Analisis lebih lanjut dilakukan terhadap habitat spesies kunci yakni gajah, orangutan, dan harimau sumatera. Syartinilia menjelaskan, pada skenario bisnis seperti biasa, habitat gajah diproyeksikan menurun hingga 66 persen.
"Pendekatan berkelanjutan terbukti mampu menekan kehilangan habitat secara signifikan,” tutur dia.
Mengacu pada analisi tersebut, Syartinilia merekomendasikan aksi adaptasi berupa restorasi terfokus, konservasi berbasis masyarakat.
Lainnya, pengelolaan lanskap terpadu, mitigasi ancaman langsung, hingga investasi konservasi berskala besar dengan Pulau Sumatera sebagai wilayah prioritas.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya