Para advokat lingkungan mengecam langkah Trump, dan menyebutnya sebagai tindakan ilegal.
Sejumlah kelompok lingkungan berjanji akan menggugat EPA ke pengadilan, demikian pula negara bagian California.
“Jika keputusan ceroboh ini bertahan dari tantangan hukum, hal itu akan menyebabkan lebih banyak kebakaran hutan mematikan, lebih banyak kematian akibat panas ekstrem, lebih banyak banjir dan kekeringan akibat iklim, serta ancaman lebih besar bagi komunitas di seluruh negeri,” kata Gubernur California, Gavin Newsom.
Para ahli mencatat, meskipun pembatalan regulasi era Obama bisa menghemat dana sejulah korporasi, dampaknya justru sangat besar terhadap kesejahteraan dan keuangan masyarakat sipil.
Baca juga:
Analisis Environmental Defense Fund menemukan bahwa pencabutan penuh regulasi Temuan Membahayakan, ditambah pembatalan standar kendaraan bermotor berpotensi meningkatkan 18 miliar ton polusi hingga 2055, yang setara dengan emisi tahunan China.
Artinya, kesehatan dan lingkingan warga Amerika Serikat bakal lebih berisiko.
Adapun deregulasi terjadi satu bulan setelah pemerintahan Trump mengumumkan akan menarik Amerika Serikat dari perjanjian PBB tentang krisis iklim, serta badan ilmuwan iklim terkemuka dunia.
Dalam setahun terakhir, Zeldin juga melancarkan serangan luas terhadap perlindungan iklim, udara, air, dan bahan kimia. EPA turut menghapus data dan sains iklim penting dari situs webnya.
“Hal ini bagian dari pola otoriter pemerintahan Trump untuk mengganti fakta dengan propaganda dan memperkaya segelintir orang sambil merugikan yang lain. Administrator Zeldin sepenuhnya mengabaikan tanggung jawab EPA untuk melindungi kesehatan dan lingkungan," sebut Rachel Cleetus dari Union of Concerned Scientists.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya