Uni Eropa dan Amerika Serikat hanya menyumbang sedikit produksi, dan masih mengimpor sebagian besar komponen mereka dari China, tanda betapa dalamnya ketergantungan ini.
Saat ini, hampir setiap baterai yang menopang jaringan listrik dunia bergantung pada China untuk setidaknya satu bagian penting dalam rantai pasoknya.
Menurut IEA, 70 persen kendaraan listrik yang dibuat di luar China menggunakan baterai atau komponen dari pemasok China, sementara lebih dari 90 persen penyimpanan energi baterai di seluruh dunia menggunakan sel LFP buatan China.
Lebih lanjut, IEA memperkirakan bahwa biaya produksi di Uni Eropa dan Amerika Serikat masih jauh lebih mahal, hingga 50 persen lebih tinggi dibanding China.
Untuk bisa menyamai efisiensi pabrik China, di mana hasil produksinya rutin mencapai di atas 90 persen, akan dibutuhkan investasi besar-besaran selama bertahun-tahun.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya