Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
INKLUSIVITAS

Saat Meja Bar Kopi Jadi Ruang Tumbuh Barista Indonesia hingga Bawa ke Panggung Dunia

Kompas.com, 25 Februari 2026, 11:39 WIB
JCB ATS,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

Kisah Dahni dan Aldy menunjukkan bahwa di balik sorotan kompetisi, ada ekosistem pembinaan yang bekerja dalam senyap.

Senior Manager CPE Starbucks Indonesia Fellicia Andrean menjelaskan, budaya kerja di Starbucks sudah tecermin dari penyebutan barista. Di Starbucks, barista tidak dipanggil barista, melainkan partner.

Baca juga: Starbucks Catat Rekor MURI dan Rayakan Bulan Kopi Internasional dengan Kompetisi Latte Art

“Partner itu sesederhana teman kerja,” ujarnya. “Kita bekerja bersama untuk tujuan yang sama. Work together as peers.”

Barista, menurut Felicia, adalah titel profesi. Sementara partner lebih cair, tidak hierarkis, dan tidak menempatkan siapa pun lebih tinggi dari yang lain.

Dalam relasi itu, senior tidak berdiri sebagai pihak yang menggurui, tetapi berjalan berdampingan dengan mereka yang baru masuk.

Semangat setara tersebut diterjemahkan ke dalam jalur pengembangan berlapis. Sejak bergabung, partner difokuskan pada kesiapan operasional di gerai melalui serangkaian sertifikasi barista teknis yang umumnya memakan waktu sekitar tiga bulan.

Setelah lulus, pengembangan berlanjut. Partner didorong mengambil peran sebagai Barista Trainer untuk meng-coaching rekan baru. Enam bulan berikutnya, mereka dapat melangkah menjadi Coffee Master yang ditandai dengan apron hitam.

“Coffee Master itu bukan hanya soal skill kopi, melainkan kontribusi apa yang ingin mereka bawa sebagai partner,” tutur Felicia.

Baca juga: Berikan Dampak Nyata, PT Sari Coffee Indonesia dan Starbucks Foundation Berdayakan Komunitas di Indonesia

Di tahap inilah peran divisi CPE bekerja lebih intens. Jika sebelumnya pengembangan ditangani tim L&D, setelah menjadi Coffee Master, partner memasuki fase eksplorasi lanjutan, termasuk kompetisi.

“Tugas CPE adalah menciptakan sistem untuk menjaring serta memfasilitasi partner berkompetisi,” kata Felicia.

Tim CPE dibentuk pada 2020, berangkat dari pengalaman para partner yang pernah mengikuti kompetisi. Pada 2023, Coffee Lab didirikan di Gerai Starbucks Adhyaksa untuk mendukung kreativitas dan kemahiran partner.

Coffee Lab menyediakan peralatan, mesin, bahan baku, hingga akses ke roastery. Di ruang ini pula, tim CPE berkantor dan memberikan coaching, baik langsung maupun daring.

CPE juga membangun sistem penjaringan talenta di seluruh Indonesia dengan bantuan District Coffee Master (DCM) dan Regional Coffee Ambassador (RCA). Melalui jejaring ini, potensi partner di Medan, Kalimantan, Makassar, hingga kota-kota lain dapat terpantau.

“Banyak partner punya potensi, tapi kami tidak tahu,” ujar Felicia.

Baca juga: 300 Gerai Starbucks Indonesia Gelar Kelas Latte Art Serentak, Catat Rekor MURI

Kompetisi internal pun digelar berjenjang. Partner yang berminat harus mendaftar, mengikuti pretest, dan membuktikan kesiapan. Untuk kompetisi besar, persiapan biasanya dimulai sekitar tiga bulan sebelum lomba dengan satu bulan terakhir sebagai fase latihan paling intens.

Para Coffee Ambassador Starbucks Indonesia. Setiap partner didorong mengambil peran sebagai Barista Trainer untuk meng-coaching rekan baru. KOMPAS.com/Yakob Arfin T Sasongko Para Coffee Ambassador Starbucks Indonesia. Setiap partner didorong mengambil peran sebagai Barista Trainer untuk meng-coaching rekan baru.

Dukungan juga diberikan kepada partner Tuli, meski prosesnya lebih panjang. Tantangannya terletak pada bahasa kopi yang teknis—acidity, body, flavor, aftertaste—yang tidak mudah diterjemahkan. Modul disederhanakan, padanan bahasa dicari, dan solusi terus dicoba.

“Kami percaya setiap orang punya talenta tersembunyi,” kata Felicia.

Keikutsertaan dalam kompetisi, lanjut Felicia, bukan semata soal menang. Prestasi di ajang-ajang tersebut juga membuka jalur karier khusus bagi partner.

“Contohnya Dahni. Dari prestasi kompetisi, ia bisa menjadi store manager dan kini berada di tim CPE,” ungkapnya.

Baca juga: Banyak Pelanggan Bawa Komputer & Printer, Starbucks Korea Bikin Aturan Baru

Pada akhirnya, kompetisi hanyalah satu persinggahan. Bagi Dahni dan Aldy, kopi bukan sekadar minuman, melainkan jalan untuk mengenali diri, melatih ketekunan, dan belajar berdiri tenang di tengah tekanan.

Dari balik bar yang kerap luput dari perhatian, mereka membuktikan bahwa ruang tumbuh bisa hadir di mana saja selama ada kepercayaan, proses, dan keberanian untuk mencoba.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Peneliti BRIN: Korban Bencana Alami Trauma Ganda, Perlu Pendekatan Spiritual dan Ekologis
Peneliti BRIN: Korban Bencana Alami Trauma Ganda, Perlu Pendekatan Spiritual dan Ekologis
LSM/Figur
Celah Tata Kelola AI Timbulkan Risiko terhadap Implementasi ESG
Celah Tata Kelola AI Timbulkan Risiko terhadap Implementasi ESG
Pemerintah
Dari Rumah Pertama ke Ketahanan Keluarga, Kala Ekosistem Hunian Bangun Rasa Aman dan Masa Depan
Dari Rumah Pertama ke Ketahanan Keluarga, Kala Ekosistem Hunian Bangun Rasa Aman dan Masa Depan
BUMN
Saat Meja Bar Kopi Jadi Ruang Tumbuh Barista Indonesia hingga Bawa ke Panggung Dunia
Saat Meja Bar Kopi Jadi Ruang Tumbuh Barista Indonesia hingga Bawa ke Panggung Dunia
Swasta
Pekerja Jakarta Tunda Beli Rumah, Harga Mahal Upah Pas-pasan
Pekerja Jakarta Tunda Beli Rumah, Harga Mahal Upah Pas-pasan
LSM/Figur
Meski Punya Dasar Perhitungan, Program 100 GW PLTS Hadapi Tantangan Besar
Meski Punya Dasar Perhitungan, Program 100 GW PLTS Hadapi Tantangan Besar
Pemerintah
Guru MAN di Jakarta Barat Ini Buat Inovasi Kudapan Pencegah Anemia Bagi Remaja Putri
Guru MAN di Jakarta Barat Ini Buat Inovasi Kudapan Pencegah Anemia Bagi Remaja Putri
LSM/Figur
Pasar Keuangan Berkelanjutan Diprediksi Tumbuh Dua Kali Lipat pada 2031
Pasar Keuangan Berkelanjutan Diprediksi Tumbuh Dua Kali Lipat pada 2031
Pemerintah
Industri Fashion Global Hadapi Risiko Finansial Jika Lambat Tanggapi Perubahan Iklim
Industri Fashion Global Hadapi Risiko Finansial Jika Lambat Tanggapi Perubahan Iklim
Pemerintah
50 Persen Padang Rumput di Seluruh Dunia Menyusut Akibat Krisis Iklim pada Akhir Abad Ini
50 Persen Padang Rumput di Seluruh Dunia Menyusut Akibat Krisis Iklim pada Akhir Abad Ini
LSM/Figur
Konfliknya dengan Manusia Makin Parah, Gajah Butuh Kantong Populasi Lebih Banyak
Konfliknya dengan Manusia Makin Parah, Gajah Butuh Kantong Populasi Lebih Banyak
LSM/Figur
PT RMU Buka Lowongan untuk Lulusan Teknik hingga Kehutanan, Ini Syaratnya
PT RMU Buka Lowongan untuk Lulusan Teknik hingga Kehutanan, Ini Syaratnya
Swasta
Tanaman Pangan Pokok Sumbang 11 Persen Deforestasi Global
Tanaman Pangan Pokok Sumbang 11 Persen Deforestasi Global
Pemerintah
Perusahaan Makanan dan Minuman Disebut Gagal Cegah Risiko 'Kerja Paksa'
Perusahaan Makanan dan Minuman Disebut Gagal Cegah Risiko "Kerja Paksa"
Swasta
Studi Ungkap Dampak Tersembunyi Industri Digital Terhadap Perubahan Iklim
Studi Ungkap Dampak Tersembunyi Industri Digital Terhadap Perubahan Iklim
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau