Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
INKLUSIVITAS

Saat Meja Bar Kopi Jadi Ruang Tumbuh Barista Indonesia hingga Bawa ke Panggung Dunia

Kompas.com, 25 Februari 2026, 11:39 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

Kerja keras itu terbayar. Dengan persiapan matang serta dukungan Tim Coffee and Partner Engagement (CPE), L&D, dan komunitas kopi, Dahni keluar sebagai juara ICTC 2020/2021.

Baca juga: Starbucks Rekrut Eks Eksekutif Amazon sebagai CTO Baru

Gelar tersebut mengantarkannya mewakili Indonesia ke WCTC di Milan. Persiapan menuju panggung dunia pun tak sederhana. Dahni berlatih di Bali, lalu melanjutkan persiapan ke Milan menjelang kompetisi.

Saat itu, posisinya di Starbucks adalah shift supervisor. Tanggung jawab di gerai tetap berjalan, tetapi perusahaan memberi ruang agar ia bisa menyiapkan diri.

Meski gagal di WCTC 2021, Dahni tak berkecil hati. Ia terus berkompetisi pada 2022, 2023, hingga 2024, sembari mengajak rekan-rekannya sesama barista terjun ke dunia cup taster.
“Di gerai pun saya membiasakan mentalitas kompetisi,” katanya.

Setiap minuman yang ia sajikan kepada pelanggan ia anggap sebagai performa di hadapan juri.

Goresan susu dan kepercayaan diri

Jika Dahni menemukan panggungnya lewat seruput kopi, Renauldy Wijaya menemukannya lewat goresan susu.

Aldy, sapaan akrabnya, bergabung dengan Starbucks pada 2022 dan memulai karier di gerai Supermall Karawaci. Ia datang tanpa latar belakang food and beverage.

Baca juga: Pemprov Jakarta, Inotek, dan Starbucks Indonesia Luncurkan Program KRING untuk Dukung 100 UMKM Kopi

“Aku benar-benar nol pengalaman,” ujarnya jujur, apalagi soal kompetisi latte art.

Ia mulai belajar menyeduh kopi, melayani konsumen, dan membuat latte art. Setahun kemudian, store manager yang antusias pada kopi memperkenalkannya pada kompetisi latte art internal Starbucks.

Semula Aldy ragu, tetapi ia memutuskan mencoba. Atmosfer kompetisi memberinya sensasi berbeda dari rutinitas di balik bar.

“Ada semangat yang muncul,” katanya.

Ia meraih juara dua tingkat distrik. Meski bukan kemenangan besar, prestasi itu cukup membakar semangat Aldy yang mengakui dirinya memiliki jiwa kompetitif.

Alih-alih puas, ia justru merasa ada ruang yang belum terisi.

Baca juga: Starbucks Bantu Renovasi Sarana Pendidikan yang Terdampak Bencana Banjir Bali

“Kok rasanya belum puas ya?” katanya sambil tersenyum mengenang.

Renauldy Wijaya berhasil meraih Juara I dalam ajang Starbucks Latte Art Championship 2024 di Hong Kong. 
   IRENE CHUI Renauldy Wijaya berhasil meraih Juara I dalam ajang Starbucks Latte Art Championship 2024 di Hong Kong.

Perasaan itu mendorongnya berlatih hampir setahun penuh. Ia belajar dari Instagram dan YouTube, mengamati pattern latte art, dan memanfaatkan setiap waktu senggang di gerai untuk berlatih. Bahkan, ia rela datang ke Coffee Lab Starbucks Adhyaksa demi berlatih dengan nyaman.

Pelan-pelan, kepercayaan dirinya tumbuh. Pada 2024, Aldy kembali mengikuti kompetisi distrik dan kali ini keluar sebagai juara. Ia melaju ke tingkat regional dengan persiapan lebih serius serta masukan dari district coffee master dan para store manager.

Di tingkat regional, ia berhadapan dengan pemain lama. Rasa minder sempat muncul, tetapi performanya justru mengantarkannya menjadi juara pertama Starbucks Latte Art Championship 2024.

Kemenangan itu membuka jalan ke tingkat nasional dan panggung Asia Pasifik di Hong Kong pada Juni 2024. Aldy menempati peringkat kelima Indonesia Latte Art Championship 2024 dan menjuarai Asia Pacific Regional Barista and Latte Art Championship.

Baca juga: Promo Ramadhan JCO dan Starbucks: Buy 1 Get 1 hingga Paket Makan Rp 65.000-an

“Di sana aku sadar, ini bukan perjalanan sendirian,” katanya.

Dalam kompetisi latte art, Aldy menekankan pentingnya muscle memory. Peserta harus membuat dua cangkir dengan gambar semirip mungkin, lalu mempresentasikan tiga pattern, total enam cangkir, dalam 10 menit.

“Tantangan sesungguhnya bukan cuma tingkat kesulitan, melainkan bagaimana bikin pattern terlihat hidup,” ujarnya.

Senior Manager CPE Starbucks Indonesia Felicia Andrean sebagai salah satu juri ajang kompetisi. Dok. Starbucks Indonesia Senior Manager CPE Starbucks Indonesia Felicia Andrean sebagai salah satu juri ajang kompetisi.

Ruang tumbuh di balik bar

Dari balik meja bar yang riuh oleh pesanan dan percakapan singkat, tumbuh ruang-ruang belajar yang jarang terlihat. Kompetisi hanyalah satu momen di permukaan. Selebihnya adalah proses panjang yang berlangsung diam-diam.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau