Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kontaminasi Bahan Kimia dari Plastik Bikin Perilaku Hewan Laut Berubah

Kompas.com, 27 Februari 2026, 16:32 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Earth com

Ketika para ilmuwan menambahkan oleamide ke dalam air, perilaku gurita berubah dengan cepat. Gurita memilih lebih banyak kepiting bebas dan lebih sedikit kelomang.

Bahkan setelah bahan kimia tersebut dihilangkan, perubahan ini berlangsung setidaknya selama tiga hari. Pemilihan kelomang turun hingga di bawah tingkat pemilihan kerang, sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Interaksi antara gurita dan mangsanya juga meningkat. Namun, jumlah perburuan yang sukses tidak bertambah. Sebaliknya, percobaan yang gagal dan jangkauan singkat justru menjadi lebih sering terjadi.

Para ilmuwan percaya bahwa oleamide dapat membingungkan krustasea. Bahan kimia tersebut mungkin terlihat seperti asam oleat, yang merupakan sinyal kematian bagi beberapa spesies. Karena hal ini, hewan mangsa mungkin terus mencari makan alih-alih menghindari bahaya.

“Banyak spesies mengandalkan informasi kimia untuk mendeteksi makanan, menilai risiko pemangsaan, dan menyeimbangkan pilihan antara mencari makan atau tetap aman,” kata Dr. Michael W. McCoy, penulis senior studi tersebut.

Yang mengejutkan dari studi ini adalah ketika oleamide masuk ke dalam sistem, komunikasi kimia tersebut tampak rusak.

Mangsa krustasea mengurangi perilaku menghindari predator mereka, bahkan ketika gurita menjadi lebih eksploratif dan meningkatkan interaksi mereka.

Baca juga: Paus Bungkuk Makin Sering Terjerat Jaring, Laut Memanas Jadi Pemicu

Biasanya, semakin banyak kontak dengan predator akan meningkatkan pertahanan mangsa. Namun, dengan adanya oleamide, respons yang diharapkan tersebut sama sekali tidak terjadi.

Gurita juga dapat mengalami kebingungan. Gurita menggunakan sinyal kimia di dalam air dan melalui sentuhan untuk mendeteksi mangsa. Oleamida dapat mengganggu kemampuan ini, menyebabkan lebih banyak kontak tetapi tidak lebih banyak perburuan yang berhasil.

Implikasi luas dari perubahan perilaku

Meski mungkin hanya perubahan kecil, namun dampaknya bisa memengaruhi seluruh ekosistem.

Jika hewan mangsa tidak menghindari predator dengan benar, rantai makanan dapat bergeser. Lebih banyak kontak antar spesies dapat mengubah bagaimana energi bergerak melalui sistem.

“Perubahan dalam interaksi predator-mangsa ini dapat memiliki efek yang luas pada ekosistem laut,” kata Madelyn A. Hair, penulis pertama dan manajer laboratorium penelitian untuk Gil Lab di Universitas Colorado Boulder.

Pergeseran perilaku yang halus ini dapat membentuk kembali distribusi dan kelimpahan sumber daya, mengubah dinamika makan, dan memengaruhi tingkat interaksi antar berbagai spesies, yang pada akhirnya memengaruhi struktur dan fungsi ekosistem laut pesisir dengan cara-cara yang baru mulai kita pahami.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau