KOMPAS.com - Bahan kimia beracun perfluorooctane sulfonate (PFOS), yang kerap disebut bahan kimia abadi, bisa menumpuk di koloni lebah yang terpapar. Zat tersebut kemudian berpindah ke madu yang dihasilkan, menurut studi terbaru.
Akibatnya, hal itu mengancam kelangsungan hidup penyerbuk dan ketahanan pangan, serta berpotensi kesehatan manusia.
Baca juga:
Studi menemukan PFOS menumpuk di lebah dan berpindah ke madu. Dampaknya mengancam penyerbuk, ketahanan pangan, dan kesehatan.Studi yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology ini memantau efek paparan sublethal kronis PFOS pada koloni lebah madu Eropa.
Hasilnya, para peneliti di University of New England (UNE) menunjukkan bahwa paparan berkepanjangan terhadap kadar PFOS di lingkungan mengubah ekspresi beberapa protein kunci yang bertanggung jawab untuk fungsi sel pada lebah madu.
"PFOS terdeteksi di jaringan tubuh generasi baru lebah muda, dan lebah-lebah ini menunjukkan berat badan yang lebih rendah daripada lebah kontrol tanpa paparan PFOS," kata pemimpin penelitian, Carolyn Sonter, dilansir dari Phys.org, Sabtu (1/3/2026).
"Berat badan lebah yang lebih rendah menunjukkan lebah yang lebih kecil dengan kelenjar yang lebih kecil, termasuk kelenjar hipofaringeal, yang menghasilkan royal jelly untuk memberi makan generasi lebah berikutnya," tambah dia.
Royal jelly merupakan cairan kaya nutrisi yang digunakan untuk memberi makan larva. Jika kualitasnya menurun, generasi lebah mendatang akan terpengaruh secara negatif sehingga membahayakan kesehatan dan umur koloni.
Dalam skala lebih besar, populasi lebah akan secara bertahap menurun, lalu berdampak pada penyerbukan tanaman.
"Ancaman apa pun terhadap lebah mengancam ketahanan pangan," tutur Sonter.
Jika kehilangan lebah, manusia akan menghadapi pola makan yang sangat membosankan dan kurang bergizi.
Sebagian besar tanaman pertanian bergantung pada lebah untuk penyerbukan, tanpa mereka, produksi makanan, seperti beri, buah-buahan, dan sebagian besar sayuran akan berkurang drastis.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya