Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jasa Tak Terkira Lebah dalam Melayani Kita dan Ekosistem

Kompas.com, 13 April 2025, 11:38 WIB
Eriana Widya Astuti,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber UNEP

KOMPAS.com – Tanpa banyak disadari, lebah memegang peranan penting dalam menjaga keberlangsungan hidup manusia. Hewan kecil ini bertanggung jawab atas hampir sepertiga produksi pangan global, menjadikannya bagian mendasar dalam rantai makanan dan ekosistem dunia.

Sejak tahun 1987, Joint Nature Conservation Committee (JNCC) telah mencatat penurunan populasi penyerbuk tanaman hingga hampir 25 persen. Penyebab utamanya adalah hilangnya habitat lebah akibat aktivitas manusia dan berbagai inovasi yang, meskipun bertujuan untuk memudahkan kehidupan, ternyata berdampak buruk terhadap lingkungan alami tempat lebah hidup dan berkembang.

Ketika lebah kehilangan habitat, dampaknya meluas hingga mengancam kehidupan manusia. Penurunan populasi lebah berarti menurunnya proses penyerbukan, yang pada akhirnya memengaruhi produksi pangan secara global. Lebah tidak hanya membantu dalam menghasilkan ratusan jenis buah dan sayuran, tetapi juga menopang kehidupan berbagai spesies yang bergantung pada tanaman hasil penyerbukan.

Hilangnya lebah juga mengancam keberlangsungan spesies tanaman tertentu. Misalnya, anggrek liar yang hanya bisa bereproduksi melalui penyerbukan oleh lebah. Menurunnya keanekaragaman tanaman menyebabkan ketidakseimbangan dalam ekosistem dan mengancam spesies yang bergantung padanya untuk bertahan hidup.

Baca juga: Negara dan Kebijakan Ekosistem Jalan Tengah

Lebih dari sekadar peran dalam rantai makanan, penyerbuk seperti lebah berkontribusi besar terhadap fungsi ekosistem secara keseluruhan. Mereka membantu menjaga habitat alami, memperkuat keanekaragaman genetik, serta menjaga struktur dan keseimbangan ekosistem.

Kerugian paling nyata dari menurunnya populasi lebah adalah pada sektor pertanian. Penurunan jumlah lebah berarti berkurangnya hasil panen. Sebuah studi menunjukkan bahwa kekurangan lebah di perkebunan apel menyebabkan hilangnya setengah produksi buah, dan berdampak pada penurunan laba petani hingga 42 persen.

Kontribusi ekonomi lebah juga signifikan. Diperkirakan sekitar 577 miliar dollar AS dari produksi pangan global bergantung pada penyerbukan yang mereka lakukan. Pasar madu sendiri mencapai nilai 8,5 miliar dollar AS pada tahun 2022.

Meski kupu-kupu dan kumbang juga turut menjadi penyerbuk, peran mereka tidak dapat menggantikan kontribusi besar lebah. Jika lebah punah, tekanan terhadap spesies penyerbuk lain akan meningkat tajam. Ketidakmampuan mereka untuk mengisi kekosongan peran ini bisa menyebabkan runtuhnya ekosistem.

Kepunahan lebah akan membawa dampak yang menghancurkan—baik dari segi biologis, sosial, maupun ekonomi. Jika kita kehilangan lebah, kita kehilangan lebih dari sekadar madu. Kita kehilangan tanaman, ekosistem, dan sistem pangan yang menopang kehidupan manusia.

Tidak ada spesies lain di bumi, termasuk manusia, yang dapat menggantikan peran lebah sepenuhnya. Karena itu, melindungi mereka adalah tanggung jawab kita bersama. Tindakan segera sangat dibutuhkan demi kesehatan planet ini dan keberlangsungan generasi mendatang.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Rusak Lingkungan, Turunkan Nilai Jasa Ekosistem

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Krisis Iklim Bisa Pangkas Pendapatan Industri Olahraga
Krisis Iklim Bisa Pangkas Pendapatan Industri Olahraga
LSM/Figur
PBB Ingatkan 318 Juta Orang Kelaparan, Ancaman untuk Stabilitas Ekonomi Dunia
PBB Ingatkan 318 Juta Orang Kelaparan, Ancaman untuk Stabilitas Ekonomi Dunia
Pemerintah
Bumi Pernah Alami Panas Ekstrem 56 Juta Tahun Lalu, Picu Kebakaran dan Erosi
Bumi Pernah Alami Panas Ekstrem 56 Juta Tahun Lalu, Picu Kebakaran dan Erosi
LSM/Figur
Celios: WEF Jadi Momentum Strategis Tarik Investasi Hijau ke RI
Celios: WEF Jadi Momentum Strategis Tarik Investasi Hijau ke RI
LSM/Figur
Banjir Rob Jakarta Bisa Makin Parah akibat Perubahan Iklim
Banjir Rob Jakarta Bisa Makin Parah akibat Perubahan Iklim
Pemerintah
Great Barrier Reef Australia Makin Parah Saat Laut Tenang, Ini Penjelasannya
Great Barrier Reef Australia Makin Parah Saat Laut Tenang, Ini Penjelasannya
LSM/Figur
Banjir Jakarta Berulang, BRIN Sebut Urbanisasi hingga Tanah Turun Jadi Penyebab
Banjir Jakarta Berulang, BRIN Sebut Urbanisasi hingga Tanah Turun Jadi Penyebab
Pemerintah
Mikroplastik Ditemukan di Satu-satunya Serangga di Antartika
Mikroplastik Ditemukan di Satu-satunya Serangga di Antartika
LSM/Figur
TN Way Kambas Pulihkan 1.286 Hektar Ekosistem, Kurangi Konflik Gajah dan Manusia
TN Way Kambas Pulihkan 1.286 Hektar Ekosistem, Kurangi Konflik Gajah dan Manusia
Pemerintah
Kenaikan Suhu 1,5 Derajat Celsius Tak Terelakkan, PBB Ingatkan Risiko Global
Kenaikan Suhu 1,5 Derajat Celsius Tak Terelakkan, PBB Ingatkan Risiko Global
Pemerintah
Permintaan Bahan Bakar Fosil Diprediksi Melambat pada 2026, Energi Surya dan Angin Naik
Permintaan Bahan Bakar Fosil Diprediksi Melambat pada 2026, Energi Surya dan Angin Naik
LSM/Figur
7 KPI untuk Manufaktur Berkelanjutan, Olah Limbah hingga Polusi Udara
7 KPI untuk Manufaktur Berkelanjutan, Olah Limbah hingga Polusi Udara
Swasta
3 Sponsor Olimpiade Musim Dingin 2026 Diprotes, Emisi Karbon Bisa Tembus 1,3 Juta Ton
3 Sponsor Olimpiade Musim Dingin 2026 Diprotes, Emisi Karbon Bisa Tembus 1,3 Juta Ton
LSM/Figur
AS dan Venezuela, Ekstraksi Minyak Ekstensif Tingkatkan Emisi Metana
AS dan Venezuela, Ekstraksi Minyak Ekstensif Tingkatkan Emisi Metana
LSM/Figur
Degradasi Padang Lamun Berpotensi Lepaskan Karbon ke Atmosfer
Degradasi Padang Lamun Berpotensi Lepaskan Karbon ke Atmosfer
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau