Tim Medis Balai Taman Nasional Tesso Nilo segera melakukan penanganan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan mendalam untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan ancaman nyata yang masih dihadapi satwa liar, khususnya gajah sumatera di habitat alaminya.
Balai TNTN lantas mengajak semua pihak meningkatkan kepedulian sekaligus berperan aktif dalam menjaga kelestarian satwa dilindungi.
Sebagai informasi, WWF Indonesia mencatat populasi gajah sumatera turun lebih dari 70 persen. Dalam 10 tahun terakhir, lebih dari 55 gajah ditemukan mati yang sebagian besarnya karena konflik dengan manusia dan perburuan.
Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), gajah sumatera saat ini berstatus kritis (critically endangered). Populasinya kian berkurang akibat peruburuan, alih fungsi lahan, fragmentasi, hingga konflik antara gajah dengan manusia.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya