KOMPAS.com - Pekerja Generasi Z (Gen Z) kerap mendapat kritikan terkait kinerja di perusahaan, dari pemalas, tidak disiplin, hingga tak bisa diandalkan. Bahkan, dalam kolom viral di Wall Street Journal tahun 2025, Gen Z disebut berpotensi tidak dapat dipekerjakan.
Para ahli berpandangan setiap generasi menghadapi berbagai pengawasan saat memasuki dunia kerja. Generasi Milenial dulunya dicap sebagai pemalas delusional, narsistik, dan tidak dapat diandalkan, tuduhan yang saat ini dilayangkan kepada generasi Z.
Baca juga:
Kondisi yang lebih intens dialami Gen Z di tempat kerja.
“Setiap generasi cenderung mengeluh tentang generasi di sebelahnya. Dulu semua orang membenci generasi Milenial, dan sekarang giliran generasi Z," kata psikolog organisasi di Wharton Business School, Adam Grant, dilansir dari The Guardian, Selasa (3/3/2026).
Gen Z kerap dinilai sebagai pekerja pemalas dan tidak bisa diandalkan oleh generasi di atasnya. Benarkah demikian?Menurut Grant, generasi yang lebih tua juga cenderung membandingkan kemampuan mereka dengan kelemahan generasi di bawahnya. Generasi ini kerap melebih-lebihkan kesenjangan dan menggambarkan generasi muda dalam sudut pandang negatif.
“Kita cenderung membandingkan (generasi muda) dengan diri kita saat ini, yang merupakan kesalahan karena kebanyakan orang lebih narsis dan egois pada usia 20 tahun daripada pada usia 40 tahun. Itu bagian dari perkembangan dan kedewasaan," jelas Grant.
Gen Z tumbuh besar menyaksikan sejumlah institusi keuangan dan politik, gagal memenuhi janji-janji stabilitas dan kemakmuran, yang mana menanamkan rasa kurang percaya yang mendalam.
Akhirnya, bagi banyak pekerja muda, kepercayaan antara karyawan dengan perusahaan sudah tidak ada lagi.
“Sudah berlalu masa-masa ketika Anda bekerja di satu perusahaan, bertahan di sana selama 35 tahun, dan berencana pensiun di sana, serta mengharapkan mereka untuk mengurus Anda. Jika Anda melihat jumlah pengurangan karyawan dan PHK massal yang telah terjadi, itu adalah pengkhianatan besar (terhadap karyawan)," ujar Grant.
Baca juga:
Gen Z kerap dinilai sebagai pekerja pemalas dan tidak bisa diandalkan oleh generasi di atasnya. Benarkah demikian?Sementara itu, salah satu pendiri jenama produk menstruasi, August, Nadya Okamoto mengaku tidak setuju dengan kritik yang ditujukan kepada gen Z.
Menurut Okamoto, generasi muda lebih berkontribusi terutama keterampilan yang belum ada selama puluhan tahun.
“Generasi Z mendapat reputasi buruk karena merasa berhak, karena menginginkan ekspektasi tertentu seperti keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi," tutur Okamoto.
Generasi Z berbeda dari generasi sebelumnya, dalam beberapa hal. Fleksibilitas, tujuan, dan kesejahteraan karyawan lebih penting daripada lembur dan promosi bagi pekerja muda.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya