Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investasi AI Masih Berlanjut, Ini Survei KPMG pada 100 CEO Perusahaan

Kompas.com, 12 Maret 2026, 13:14 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Banyak CEO perusahaan besar meyakini, adopsi AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) generatif ke dalam pekerjaan cenderung terlalu dibesar-besarkan dalam setahun terakhir, menurut survei KPMG Amerika Serikat (AS). 

Namun, sebanyak tiga perempat CEO menyatakan, dampak sebenarnya dan "potensi disruptif" AI selama lima hingga 10 tahun ke depan kemungkinan besar kurang dihargai.

Baca juga:

"Sentimen tentang penerapan AI jelas semakin meningkat," kata ketua dan CEO perusahaan di AS, Tim Walsh, dilansir dari Business Insider, Kamis (12/3/2026).

Banyak perusahaan beralih dari tahap percontohan ke implementasi AI, dengan investasi terjadi dalam "lingkungan kerja yang terdistrupsi".

Mayoritas CEO masih berinvestasi ke AI

Percepat inovasi dan integrasikan teknologi ke operasi sehari-hari

Meski satu dari empat CEO menyebut ada gelembung investasi, 80 persenperusahaan besar tetap kucurkan dana untuk AI tahun ini.Dok. Unsplash/solenfeyissa Meski satu dari empat CEO menyebut ada gelembung investasi, 80 persenperusahaan besar tetap kucurkan dana untuk AI tahun ini.

Selama periode akhir Januari hingga pertengahan Februari, KPMG AS melakukan survei terhadap 100 CEO perusahaan besar yang berbasis di AS.

Survei tersebut membahas berbagai topik, seperti adopsi AI, rencana perekrutan karyawan, dan kondisi perekonomian.

Satu dari empat CEO responden survei percaya gelembung investasi AI memang ada. Namun, AI tetap menjadi kategori pengeluaran utama, dengan hampir 80 persen.

Bahkan, CEO responden survei menyebut akan akan mengalokasikan setidaknya lima persen dari anggaran modal mereka untuk AI tahun ini.

Sekitar dua pertiga CEO responden survei mengaku meningkatkan pengeluaran keamanan siber di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang risiko terkait AI.

Enam dari 10 CEO responden survei memprioritaskan pengeluaran AI untuk membangun keterampilan pekerja.

Sekitar setengah CEO responden survei menggunakan dana tersebut untuk mempercepat inovasi dan mengintegrasikan teknologi ke dalam operasi sehari-hari.

Kemungkinan pelatihan AI menjadi kabar baik bagi para pekerja yang khawatir pekerjaannya diambil alih, tapi sekitar satu dari lima CEO responden survei masih memperkirakan akan melakukan pengurangan pekerja selama tahun depan.

Ketika ditanya tentang dampak AI, sekitar setengah CEO responden survei memperkirakan perekrutan yang moderat atau signifikan.

Sementara itu, hanya sembilan persen CEO responden survei yang memperkirakan teknologi tersebut akan mengakibatkan pengurangan pekerja.

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau