Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Budi Daya Maggot, Kualitas Pakan Berdampak pada Emisi CO2 dan Produksi Protein

Kompas.com, 20 Maret 2026, 17:05 WIB
Add on Google
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber Phys.org

KOMPAS.com - Sebuah studi meneliti emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan selama pemeliharaan larva lalat tentara hitam (Hermetia illucens atau black soldier fly).  

Diterbitkan di jurnal Bioresource Technology, studi dari Lembaga Penelitian Biologi Hewan Ternak (FBN) ini mengukur emisi GRK karbon dioksida (CO2) dan amonia secara terus-menerus selama fase sensitif perkembangan larva atau maggot. Tepatnya antara hari kesembilan dan ke-16 usai penetasan.

Baca juga:

Temuan dari studi tersebut menunjukkan bahwa profil emisi gas sangat bergantung pada kualitas dan ketersediaan nutrisi biomassa yang diberikan.

Jika daya cerna dan degradasi substrat pakan lebih rendah, semakin kecil pula pertumbuhan dan akumulasi protein maggot, serta emisi CO2 justru bertambah tinggi.

Emisi GRK dari budidaya maggot lalat tentara hitam

Pakan lebih kaya nutrisi, pertumbuhan maggot lebih baik?

Ilustrasi maggot lalat tentara hitam. Emisi CO2 yang terkait dengan produksi protein pada maggot berada di bawah nilai yang dijelaskan dalam literatur untuk sapi dan ayam.Dok. Wikimedia Commons/Zenyrgarden Ilustrasi maggot lalat tentara hitam. Emisi CO2 yang terkait dengan produksi protein pada maggot berada di bawah nilai yang dijelaskan dalam literatur untuk sapi dan ayam.

Seperti yang diharapkan, maggot tumbuh jauh lebih baik ketika diberi makan biomassa yang lebih kaya nutrisi.

Pada saat yang sama, peningkatan emisi amonia dapat terjadi dalam kondisi menjelang akhir fase pertumbuhan. 

Kondisi itu kemungkinan terkait dengan rasio protein-energi yang tidak seimbang dalam substrat pakan menjelang akhir fase pertumbuhan. Namun, faktor penentunya erat kaitannya dengan bagaimana emisi ini dievaluasi.

"Emisi hanya dapat diklasifikasikan secara bermakna jika dikaitkan dengan hasil aktual — misalnya, hasil protein atau bahan kering larva. Emisi absolut yang lebih tinggi tidak selalu berarti jejak karbon yang lebih buruk jika emisi per unit protein berkualitas tinggi yang dihasilkan lebih rendah," ujar Manfred Mielenz dari kelompok kerja Fisiologi Nutrisi di FBN, dilansir dari Phys.org, Senin (16/3/2026).

Penilaian akhir emisi membutuhkan pertimbangan seluruh siklus hidup maggot. Selain pemeliharaan maggot, penghitungan emisi juga mencakup produksi substrat pakan dan penanganan bahan sisa di akhir fase pertumbuhan.

Studi tersebut tidak sekadar mengungkap data emisi kuantitatif yang penting. Studi tersebut juga menunjukkan bagaimana kandungan nutrisi substrat pakan dapat dioptimalkan secara spesifik untuk mengurangi emisi dan lebih meningkatkan efisiensi produksi serangga.

Dalam analisis perbandingan awal, emisi CO2 yang terkait dengan produksi protein pada maggot berada di bawah nilai yang dijelaskan dalam literatur untuk sapi dan ayam.

Di sisi lain, para peneliti menggarisbawahi perkiraan awal dan perlunya penelitian lebih lanjut.

Dengan latar belakang target iklim nasional, strategi bioekonomi Jerman, dan pendekatan "dari pertanian ke meja makan" Eropa, studi tersebut menekankan bahwa sistem produksi baru membutuhkan angka-angka kunci yang kuat dan bisa dibandingkan.

Temuan dari studi tersebut menyajikan panduan ilmiah awal dalam hal ini. Akan tetapi, tidak menggantikan analisis siklus hidup yang komprehensif, melainkan mengintegrasikan serangga ke dalam sistem produksi yang ada.

Hal ini agar dapat membantu menjadikan produksi protein hewani berkualitas tinggi lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Waspadai Perdagangan Satwa Liar Berisiko Tularkan Penyakit ke Manusia
Waspadai Perdagangan Satwa Liar Berisiko Tularkan Penyakit ke Manusia
Pemerintah
Enam Kali Raih Proper Emas, Sido Muncul Buktikan Praktik Ramah Lingkungan Dimulai dari Kegiatan Sehari-hari
Enam Kali Raih Proper Emas, Sido Muncul Buktikan Praktik Ramah Lingkungan Dimulai dari Kegiatan Sehari-hari
BrandzView
Dari Kebun Manggis ke Supermarket Eropa, Ini Keunggulan Indonesia Ketimbang Negara Tetangga
Dari Kebun Manggis ke Supermarket Eropa, Ini Keunggulan Indonesia Ketimbang Negara Tetangga
Swasta
Lestari Forum 2026: 'Sustainability' Bagian dari Inti Bisnis
Lestari Forum 2026: "Sustainability" Bagian dari Inti Bisnis
Swasta
Mengintip Strategi PHE Menjaga Pasokan Energi Nasional Jangka Panjang
Mengintip Strategi PHE Menjaga Pasokan Energi Nasional Jangka Panjang
BUMN
Prabowo Bikin Program Listrifikasi Kendaran, Pangkas Pemakaian BBM
Prabowo Bikin Program Listrifikasi Kendaran, Pangkas Pemakaian BBM
Pemerintah
Gletser Asia Mencair, Pasokan Air Miliaran Orang Terancam
Gletser Asia Mencair, Pasokan Air Miliaran Orang Terancam
LSM/Figur
Pemerintah Siapkan Kilang Avtur Ramah Lingkungan dari Jelantah
Pemerintah Siapkan Kilang Avtur Ramah Lingkungan dari Jelantah
Pemerintah
Panas dari Lalu Lintas Berdampak pada Kenaikan Suhu Kota
Panas dari Lalu Lintas Berdampak pada Kenaikan Suhu Kota
Pemerintah
Investor Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Pusat Data
Investor Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Pusat Data
Pemerintah
PBB Pilih 20 Kota Terbaik dalam Upaya Pengelolaan Nol Sampah
PBB Pilih 20 Kota Terbaik dalam Upaya Pengelolaan Nol Sampah
LSM/Figur
SmartBioBin, Tong Sampah yang Bisa Pisahkan Limbah dengan Sensor
SmartBioBin, Tong Sampah yang Bisa Pisahkan Limbah dengan Sensor
LSM/Figur
Harga Naik, Momentum Ubah Kebiasaan Pakai Plastik Sekali Pakai
Harga Naik, Momentum Ubah Kebiasaan Pakai Plastik Sekali Pakai
LSM/Figur
Pelaku Industri Dukung Program Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati
Pelaku Industri Dukung Program Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati
Swasta
AI di Kantor, Berpotensi Menumpulkan Kemampuan Berpikir Kritis Karyawan
AI di Kantor, Berpotensi Menumpulkan Kemampuan Berpikir Kritis Karyawan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau