Penelitian tersebut juga menemukan bahwa populasi di iklim yang keras sering kali menyusut drastis. Populasi yang lebih kecil memiliki keragaman genetik yang lebih rendah sehingga membuat proses adaptasi menjadi jauh lebih sulit.
"Penelitian menunjukkan bahwa tanaman tumbuh paling baik di iklim yang serupa dengan tempat asal mereka. Tanaman dari daerah yang lebih hangat bertahan lebih baik di lokasi yang hangat, sementara tanaman lainnya tampak kesulitan.
Baca juga:
Pola ini mencerminkan adaptasi lokal, yang berarti spesies tersebut sudah membawa sifat genetik yang sesuai dengan lingkungan spesifik mereka.
Namun, studi ini juga mengungkapkan tren yang mengkhawatirkan. Beberapa tanaman dari daerah hangat justru tumbuh lebih baik di kondisi yang sedikit lebih sejuk.
Hal ini menunjukkan, perubahan iklim mungkin sudah bergerak lebih cepat daripada kemampuan adaptasi tanaman tersebut.
“Dengan pengetahuan dari tanaman Arabidopsis ini, kita bisa membuat perkiraan yang lebih akurat tentang spesies mana yang akan bertahan hidup di lokasi tertentu,” ujar Expósito-Alonso.
Hal itu dapat membantu melindungi spesies yang terancam punah dan menjadi panduan bagi upaya konservasi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya