Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bekas Tambang Garam Batu Disulap Jadi Fasilitas PLTB, Turbin Angin Ubah Citra China

Kompas.com, 7 April 2026, 18:01 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Lahan bekas tambang garam batu di Tai’an, Provinsi Shandong, China timur, diubah menjadi fasilitas penyimpanan energi berbasis udara terkompresi untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Fasilitas yang dioperasikan China Energy Engineering Group Co., Ltd ini memanfaatkan danau bawah tanah bekas tambang sebagai media penyimpanan energi dari pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB).

Proyek ini menjadi salah satu inovasi dalam upaya meningkatkan kapasitas penyimpanan energi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan EBT.

Manajer proyek Liu Shaoyong mengatakan, fasilitas tersebut dirancang untuk menyimpan energi selama delapan jam dan menghasilkan listrik selama empat jam, dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 460 juta kilowatt-jam.

“Fasilitas ini dapat memenuhi kebutuhan listrik tahunan lebih dari 200.000 rumah tangga,” ujar Liu, dikutip dari Xinhua, Selasa (7/4/2026).

Teknologi yang digunakan memanfaatkan kelebihan listrik pada jam non-puncak untuk mengompresi udara dan menyimpannya di bawah tanah. Udara terkompresi tersebut kemudian dilepaskan kembali untuk menghasilkan listrik saat permintaan energi meningkat.

Dorong Stabilitas Energi Terbarukan

Pengembangan sistem penyimpanan energi ini menjadi bagian penting dalam mendukung integrasi energi terbarukan ke dalam sistem kelistrikan. Salah satu tantangan utama EBT, seperti energi angin, adalah sifat produksinya yang tidak stabil.

Melalui teknologi penyimpanan, pasokan listrik dapat dijaga tetap stabil dan lebih andal.

Seorang pejabat dari pusat pengiriman State Grid Tai’an menyebutkan bahwa pihaknya terus memantau kebutuhan listrik serta mendukung integrasi proyek tersebut ke jaringan listrik.

“Kami memberikan dukungan teknis untuk memastikan operasi proyek dan koneksi jaringan berjalan optimal,” ujarnya.

Bagian dari Transformasi Energi China

Proyek di Tai’an mencerminkan percepatan transformasi energi di China, yang dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan pemanfaatan teknologi inovatif untuk memperluas penggunaan EBT.

Pada 2025, kapasitas terpasang energi terbarukan di China telah melampaui 50 persen dari total kapasitas pembangkit listrik nasional.

Selain itu, kapasitas penyimpanan energi di wilayah Tai’an diproyeksikan mendekati 5 juta kilowatt pada 2030, seiring meningkatnya pengembangan proyek EBT di berbagai daerah.

Terobosan Lain Energi Angin

Pengembangan energi terbarukan di China juga ditandai dengan berbagai proyek besar lainnya. Pada Oktober 2025, turbin angin lepas pantai berkapasitas 26 megawatt, terbesar di dunia, berhasil dioperasikan di perairan Shandong.

Turbin tersebut mampu menghasilkan hingga 100 juta kilowatt-jam listrik per tahun atau cukup untuk memasok sekitar 55.000 rumah tangga, sekaligus mengurangi emisi karbon dioksida hingga 80.000 ton per tahun.

Sementara itu, pada Februari 2026, pembangkit listrik tenaga bayu lepas pantai di Shanghai mulai memasok listrik langsung ke pusat data bawah laut. Skema ini memungkinkan penggunaan energi di lokasi tanpa kehilangan daya akibat transmisi jarak jauh.

Target Penurunan Emisi

China menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 7–10 persen dari tingkat puncaknya pada 2035. Untuk mencapai target tersebut, kapasitas energi terbarukan terus ditingkatkan hingga melampaui pembangkit listrik berbasis batu bara.

Transformasi ini menunjukkan pergeseran strategi energi China dari ketergantungan pada sumber daya fosil menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pembiayaan Berkelanjutan DBS Indonesia Capai Rp15,6 Triliun di 2025
Pembiayaan Berkelanjutan DBS Indonesia Capai Rp15,6 Triliun di 2025
Swasta
Indonesia Dinilai Jadi Magnet Investasi Sektor Mineral Kritis
Indonesia Dinilai Jadi Magnet Investasi Sektor Mineral Kritis
Pemerintah
RI Perlu Susun Regulasi Pengurangan Emisi Metana di Sektor Migas
RI Perlu Susun Regulasi Pengurangan Emisi Metana di Sektor Migas
LSM/Figur
Tiga Proyek Panas Bumi PGE Raih Pendanaan 477,87 Juta Dollar AS
Tiga Proyek Panas Bumi PGE Raih Pendanaan 477,87 Juta Dollar AS
BUMN
AI Bisa Jadi Senjata Baru Berantas Perdagangan Satwa Laut Ilegal
AI Bisa Jadi Senjata Baru Berantas Perdagangan Satwa Laut Ilegal
Pemerintah
Privy Soroti Pentingnya Digital Trust bagi Masa Depan Ekonomi Digital
Privy Soroti Pentingnya Digital Trust bagi Masa Depan Ekonomi Digital
Swasta
Bumi Makin Kritis, Pemimpin Asia Desak Tindakan Nyata di Hari Lingkungan Hidup
Bumi Makin Kritis, Pemimpin Asia Desak Tindakan Nyata di Hari Lingkungan Hidup
Pemerintah
Pemadaman Listrik Berulang di Sumut, IESR Desak Evaluasi Ketahanan Transmisi Nasional
Pemadaman Listrik Berulang di Sumut, IESR Desak Evaluasi Ketahanan Transmisi Nasional
Swasta
Lebih dari 2 Miliar Orang Hadapi Panas Ekstrem Tanpa Pendingin Ruangan
Lebih dari 2 Miliar Orang Hadapi Panas Ekstrem Tanpa Pendingin Ruangan
LSM/Figur
Dua Sisi Piala Dunia, Cetak Keuntungan Sekaligus Picu Lonjakan Emisi Karbon
Dua Sisi Piala Dunia, Cetak Keuntungan Sekaligus Picu Lonjakan Emisi Karbon
Pemerintah
Korsel Ubah Bekas Wadah Bekas Mi Instan jadi Bahan Baku Petrokimia
Korsel Ubah Bekas Wadah Bekas Mi Instan jadi Bahan Baku Petrokimia
Pemerintah
Mei 2026, Perusahaan Teknologi PHK Karyawannya Imbas Perkembangan AI
Mei 2026, Perusahaan Teknologi PHK Karyawannya Imbas Perkembangan AI
Swasta
KKP Gandeng Konservasi Indonesia untuk Perkuat Pendanaan Inovatif
KKP Gandeng Konservasi Indonesia untuk Perkuat Pendanaan Inovatif
Pemerintah
Hari Laut Sedunia 2026: Pengingat agar Masyarakat Dunia Jaga Lautan
Hari Laut Sedunia 2026: Pengingat agar Masyarakat Dunia Jaga Lautan
Pemerintah
Banjir dan Air Limbah Tingkatkan Risiko Paparan Bakteri yang Resisten Antibiotik
Banjir dan Air Limbah Tingkatkan Risiko Paparan Bakteri yang Resisten Antibiotik
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau